Cacar Monyet: Hoaks Virus Bocor dari Lab, Para Ahli Bantah Teori Konspirasi

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 31 Mei 2022 | 15:31 WIB
Cacar Monyet: Hoaks Virus Bocor dari Lab, Para Ahli Bantah Teori Konspirasi
BBC

Suara.com - Sejak kasus cacar monyet muncul di Eropa, sejumlah teori konspirasi mengenai vrus tersebut telah menyebar luas di media sosial, dengan narasi yang tampaknya didaur ulang langsung dari pandemi Covid-19.

Tidak ada rencana karantina wilayah terkait wabah cacar monyet

Narasi berulang yang diungkapkan para pengguna TikTok adalah bahwa pembatasan pergerakan sedang direncanakan.

Salah satu akun memberitahu pengikutnya untuk bersiap-siap menghadapi "karantina wilayah cacar monyet" dan "tirani cacar monyet".

Unggahan lainnya meniru konferensi pers pemerintah Inggris selama karantina wilayah Covid di Inggris, menggunakan slogan yang sama yang digunakan Inggris mengenai virus corona, tapi mengacu pada cacar monyet.

Meskipun kekhawatiran mengenai wabah cacar monyet dapat dimengerti, para ilmuwan menyatakan virus ini tidak seperti Covid. Para ahli meyakini bahwa penyebaran cacar monyet akan terbatas.

Baca juga:

Cacar monyet jauh lebih sulit menular apabila dibandingkan dengan Covid, kita sudah memiliki vaksin dan perawatan yang tersedia. Orang-orang yang terinfeksi menjadi infeksius setelah gejala muncul, sehingga kasusnya lebih mudah dideteksi dan diisolasi.

Oleh sebab itu, pembatasan pergerakan seperti karantina wilayah atau vaksinasi massal "benar-benar bukan cara yang pas untuk merespons ini", kata Direktur Pusat Ilmu Pandemi Universitas Oxford, Profesor Peter Horby.

Sebaliknya, tindakan isolasi dan vaksin ditargetkan pada orang-orang yang terinfeksi atau kontak erat mereka.

Dr Rosamund Lewis, mewakili Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak diperlukan vaksinasi massal.

WHO juga telah merekomendasikan agar pembatasan perjalanan tidak dilakukan.

Tidak ada bukti virus cacar monyet bocor dari lab

Akun media sosial dan outlet berita di Ukraina, Rusia, China, dan AS semuanya menuduh bahwa wabah itu adalah hasil dari kebocoran laboratorium atau penggunaan cacar monyet sebagai senjata biologis.

Meski demikian, dimungkinkan untuk mengidentifikasi dari mana virus itu berasal dengan mengurutkan DNA-nya.

Ahli genetika Fatima Tokhmafshan menggambarkannya seperti memindai barcode pada sebuah paket dengan "memetakan berbagai jalur yang dilalui".

Pelacakan berdasarkan urutan genetika yang ada sejauh ini mengarahkannya pada jenis cacar monyet yang biasanya menular di Afrika Barat, "yang menunjukkan bahwa ini bukan sesuatu yang diproduksi".

Ada sejumlah kasus di Inggris pada 2018 dan 2021. Selain itu, wabah yang lebih besar pernah terjadi di AS pada 2021, masing-masing dibawa oleh pelancong atau hewan impor.

"Jadi sangat masuk akal bahwa itu pula yang terjadi kali ini, dan sejauh ini, skenario itu yang paling masuk akal."

Kasus paling awal yang teridentifikasi di Inggris dalam wabah kali ini telah terlacak pada seseorang yang melakukan perjalanan dari Nigeria.

Gagasan bahwa cacar monyet bocor dari laboratorium "sama sekali tidak berdasar", kata Prof Horby.

Baca juga:

Tidak ada bukti bahwa wabah cacar monyet direncanakan

Ada teori konspirasi yang beredar secara daring bahwa wabah cacar monyet kali ini sengaja direncanakan, dengan tudingan yang mengarah kepada Bill Gates atau Anthony Fauci dalam gema konspirasi Covid.

Pernyataan tidak berdasar itu tersebar di media-media Rusia, di aplikasi media sosial China, Weibo, juga di Instagram.

Narasi itu juga dapat ditemukan di Facebook dalam bahasa Rumania, Jerman, Inggris, Arab, Prancis, Slovenia, Hongaria, dan Punjabi.

Klaim tersebut mengacu pada sebuah dokumen yang disiapkan oleh organisasi biosekuriti yang berbasis di AS, Nuclear Threat Initiative (NTI).

Pada 2021, NTI menggelar lokakarya untuk mendorong para pemimpin di seluruh dunia bersiap akan kemungkinan pandemi di masa depan.

Para peserta diminta mengatasi skenario fiksi: "pandemi global mematikan yang melibatkan jenis virus cacar monyet yang tidak biasa [yang] menyebar secara global".

"Risiko yang ditimbulkan oleh cacar monyet", menurut NTI, "telah didokumentasikan dengan baik selama bertahun-tahun" dan kasus telah meningkat, membuatnya sebagai jenis virus yang dipilih sebagai studi kasus dalam lokakarya ini.

Wabah infeksi adalah sebuah fakta, sehingga organisasi yang memprediksi dan memitigasinya tidak serta merta mencurigakan.

Cacar monyet tidak terkait dengan vaksin Covid

Klaim terkait ini terbagi atas dua bentuk, beberapa merujuk pada fakta bahwa vaksin AstraZeneca menggunakan virus yang ditemukan pada simpanse, dimodifikasi sehingga tidak dapat menyebar.

Unggahan di media sosial seperti narasi di atas kemudian mengisyaratkan keterkaitan antara vaksin yang menggunakan virus simpanse dengan wabah cacar monyet.

Padahal, cacar monyet disebabkan oleh jenis virus yang berbeda dengan yang digunakan pada vaksin AstraZeneca, dan sebetulnya justru diperkirakan ditemukan pada hewan pengerat, bukan pada monyet.

Bentuk narasi kedua yang tersebar di media sosial adalah bahwa vaksin Covid entah bagaimana menekan system kekebalan tubuh, sehingga menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus lain.

Klaim itu juga tidak berdasar, sebab vaksin justru merangsang, bukan menguras sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga lebih efektif melawan infeksi tertentu.

Meskipun ada sejumlah kecil kasus orang yang mengalami reaksi autoimun terhadap vaksin, di mana kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri (pemicu pembekuan darah yang terjadi setelah divaksin AstraZeneca), tidak ada bukti bahwa vaksin menekan sistem kekebalan tubuh atau melemahkan kemampuan tubuh Anda melawan penyakit lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Arti Nama Lora? Ini Sosok Lora Mamak yang Resmi Persunting Inayah Wahid

Apa Arti Nama Lora? Ini Sosok Lora Mamak yang Resmi Persunting Inayah Wahid

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 18:00 WIB

Pengujian B50 di Alat Berat Sukses, Indonesia di Ambang Swasembada Energi

Pengujian B50 di Alat Berat Sukses, Indonesia di Ambang Swasembada Energi

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:58 WIB

Istri Ono Surono Ungkap Tak Diintimidasi Langsung Penyidik KPK, Tapi Diminta Matikan CCTV

Istri Ono Surono Ungkap Tak Diintimidasi Langsung Penyidik KPK, Tapi Diminta Matikan CCTV

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:56 WIB

Kabar Baik dari Iran, Kapal Tanker Indonesia Dapat Kemudahan Lewati Selat Hormuz

Kabar Baik dari Iran, Kapal Tanker Indonesia Dapat Kemudahan Lewati Selat Hormuz

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:55 WIB

Kemenhum Aktifkan Notifikasi Otomatis Perpanjangan Merek HKI Online

Kemenhum Aktifkan Notifikasi Otomatis Perpanjangan Merek HKI Online

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:50 WIB

3 Keunggulan Vivo T5 Pro: Siap ke Indonesia, Usung Baterai Jumbo dan Chip Kencang

3 Keunggulan Vivo T5 Pro: Siap ke Indonesia, Usung Baterai Jumbo dan Chip Kencang

Tekno | Selasa, 07 April 2026 | 17:55 WIB

Transaksi Kripto RI Anjlok, Apa yang Terjadi?

Transaksi Kripto RI Anjlok, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:34 WIB

Ternyata Ini Biang Kerok Atap Terminal 3 Bisa Jebol

Ternyata Ini Biang Kerok Atap Terminal 3 Bisa Jebol

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:26 WIB

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:25 WIB

Banyak Akses Infrastruktur, Kawasan Park Serpong Mulai Diburu Pelaku Usaha

Banyak Akses Infrastruktur, Kawasan Park Serpong Mulai Diburu Pelaku Usaha

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:22 WIB

Terkini

Istri Ono Surono Ungkap Tak Diintimidasi Langsung Penyidik KPK, Tapi Diminta Matikan CCTV

Istri Ono Surono Ungkap Tak Diintimidasi Langsung Penyidik KPK, Tapi Diminta Matikan CCTV

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:56 WIB

Kabar Baik dari Iran, Kapal Tanker Indonesia Dapat Kemudahan Lewati Selat Hormuz

Kabar Baik dari Iran, Kapal Tanker Indonesia Dapat Kemudahan Lewati Selat Hormuz

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:55 WIB

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:25 WIB

13 Jam Jelang Dibom AS, Kaum Muda Iran Bikin 'Tameng Manusia' di Pembangkit Listrik

13 Jam Jelang Dibom AS, Kaum Muda Iran Bikin 'Tameng Manusia' di Pembangkit Listrik

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:15 WIB

KPK Cecar Istri Ono Surono 16 Pertanyaan Soal Suap Ijon Bekasi

KPK Cecar Istri Ono Surono 16 Pertanyaan Soal Suap Ijon Bekasi

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:14 WIB

Toilet Rusak Hingga Sofa Tak Layak, Rudy Masud Beberkan Alasan Renovasi Rumah Jabatan Rp25 Miliar

Toilet Rusak Hingga Sofa Tak Layak, Rudy Masud Beberkan Alasan Renovasi Rumah Jabatan Rp25 Miliar

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:13 WIB

Lapas Nyaris Meledak! Kepala BNN Usul 54 Ribu Pengguna Narkoba Direhabilitasi Ketimbang Dipenjara

Lapas Nyaris Meledak! Kepala BNN Usul 54 Ribu Pengguna Narkoba Direhabilitasi Ketimbang Dipenjara

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:56 WIB

Gebrakan Menteri HAM Natalius Pigai di DPR: Singgung Intoleran hingga Usul UU Kebebasan Beragama

Gebrakan Menteri HAM Natalius Pigai di DPR: Singgung Intoleran hingga Usul UU Kebebasan Beragama

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:38 WIB

Komnas HAM Respons Aksi Protes Buntut Kasus Andrie Yunus, Bakal Surati Presiden dan DPR

Komnas HAM Respons Aksi Protes Buntut Kasus Andrie Yunus, Bakal Surati Presiden dan DPR

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:32 WIB

Harga Kedelai di Jakarta Menggila Imbas Konflik Global, Warga Diimbau Mulai Lirik Urban Farming

Harga Kedelai di Jakarta Menggila Imbas Konflik Global, Warga Diimbau Mulai Lirik Urban Farming

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:32 WIB