Nasib Penikmat Nasi Ayam di Singapura Akibat Pembatasan Ekspor Malaysia

Siswanto, BBC

Senin, 06 Juni 2022 | 10:28 WIB
Nasib Penikmat Nasi Ayam di Singapura Akibat Pembatasan Ekspor Malaysia
BBC

Suara.com - Rachel Chong adalah penyuka hidangan nasi ayam. Sedemikian gemarnya, dia bisa menikmati santapan itu tiga kali dalam sepekan.

"Hidangan tersebut nomor satu dalam daftar [kesukaan] saya. Nasi ayam adalah makanan kegemaran dan mudah diakses," ujarnya seraya menambahkan bahwa seporsi nasi ayam di lapak Ah Keat, tempat dia biasa menyantap, dibanderol S$4 (Rp42.000).

Bagi banyak warga Singapura, sepiring ayam bakar atau ayam rebus yang berbaring di atas tumpukan nasi pulen adalah sajian favorit. Bahkan kerap dianggap sebagai hidangan nasional negara tersebut.

"Menurut saya, Singapura tidak bisa kehabisan nasi ayam. Ibaratnya seperti tidak ada pizza di New York," kata seorang penjaga lapak.

Akan tetapi, hidangan kesukaan warga Singapura itu boleh jadi sulit didapat dan akan semakin mahal.

Sebab, bahan baku utamanyaayamterkena dampak pembatasan ekspor setelah Malaysia memangkas jumlah ayam yang bisa dikirim ke luar negeri.

Sebelumnya, India memberlakukan larangan ekspor gandum serta membatasi penjualan gula. Adapun Indonesia sempat melarang ekspor minyak sawit, namun larangan itu telah dicabut.

Baca juga:

Rangkaian aksi itu tentu membangkitkan kerisauan negara-negara yang mengandalkan impor makanan, semisal Singapura. Negara-kota itu mengimpor lebih dari 90% produk makanan dari luar negeri.

baca juga

Untuk ayam, Malaysia menjadi andalan. Sekitar sepertiga dari seluruh ayam yang dikonsumsi rakyat Singapura berasal dari negara tetangganya. Ayam-ayam tersebut dikirim hidup-hidup dari Malaysia, untuk kemudian dijagal, dimasak, dan disajikan di Singapura.

Hal ini tidak lagi dimungkinkan sejak pemerintah Malaysia memblokir ekspor ayam "sampai harga-harga domestik dan produksi stabil".

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, menanggapinya dengan mengatakan: "Kali ini ayam, di masa mendatang sesuatu yang lain. Kami harus bersiap untuk ini."

Sesaat setelah berita pembatasan ekspor itu disiarkan, antrean di lapak-lapak nasi ayam mengular.

Namun, Lim Wei Keat, pemilik lapak Ah Keat Chicken Rice, enggan menaikkan harga walau pemasok ayam dari Malaysia meningkatkan biaya tambahan hingga 20%. Situasi ini dibarengi perang Ukraina yang mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak dan pakan jagung.

"Kami tidak ingin menaikkan harga nasi ayam karena pelanggan bisa lari. Mungkin kami bisa menahan harga sampai sekitar satu bulan. Jika keadaan memburuk, kami harus mulai menaikkan harga 50 sen (Rp5.200) per porsi," jelasnya.

Namun, Lim juga risau dirinya mungkin tidak bisa memperoleh pasokan ayam yang cukup dalam beberapa hari ke depan. Untuk menyiasatinya, boleh jadi dia harus menggunakan ayam beku yang kemungkinan tidak disukai pelanggan.

"Persepsi terhadap makanan beku adalahada bau lemari es atau teksturnya berbeda. Tapi sejujurnya, menurut saya, tidak ada perbedaan besar. Kita menyantap ayam di restoran [cepat saji] dan rasanya cukup enak."

Bagi penjual ayam di pasar, pilihannya sungguh terbatas. Hamid bin Buang telah menjual ayam di pasar basah Singapura selama lebih dari satu dekade.

Menurutnya, para pelanggan telah membeli lebih banyak daging ayam dalam beberapa hari terakhir. Tapi kini dia berencana menutup lapaknya sampai Malaysia mencabut pembatasan ekspor--walau tak jelas sampai kapan.

"Semua orang khawatir. Semuanya kesulitan ketika tiada ayam," ungkapnya.

Rantai pasokan terganggu

Ketika suatu negara membatasi ekspor, dampaknya akan terasa di seluruh rantai pasokan produsen, peritel, hingga pelanggan, kata Paul Teng selaku professor di S. Rajaratnam School of International Studies.

Beberapa produsen "khawatir bertahan, penghidupan, dan kontrak di masa depan," ujar Teng dalam wawancara dengan program BBC, Asia Business Report.

"Pada tingkat ritel, jika harga dinaikkan, pelanggan akan kabur," tambahnya.

Dia memprediksi inflasi harga makanan dan barang-barang sembako akan terus meningkat akibat perang di Ukraina. Itu sebabnya harga ayam di Singapura semakin mahal.

Baca juga:

Di kawasan lain, India melarang ekspor gandum dan membatasi ekspor gula sebanyak 10 juta ton. Padahal, ketika Ukraina tidak bisa mengekspor gandum, pedagang komoditas berharap India bisa menggantikan posisi Ukraina.

"Contoh yang ditempuh India saat ini sangat problematik dan banyak negara dengan perekonomian lebih kecil berpikir bahwa jika India bisa melakukannya, kami pun bisa," kata David Laborde, peneliti senior Institut Riset Kebijakan Pangan Internasional di Washington DC.

Laborde mengingatkan dampak yang ditimbulkan pembatasan ekspor terhadap para konsumen, terutama mereka yang berpendapatan rendah.

"Walau pasokan pangan masih ada, harganya lebih mahal dan kaum miskin adalah korban pertama. Dalam sejumlah kasus, mereka harus memangkas pengeluaran di sektor kesehatan dan pendidikan," jelas Laborde.

Kembali ke Rachel Chong, warga Singapura itu berharap kenaikan harga tidak membuatnya harus berhenti menyantap nasi ayam.

"Selama kita mampu, kita harus menyokong usaha kecil seperti kedai kopi atau warung makanan. Kita seharusnya tidak mengerem hanya karena harga naik beberapa sen," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik! Harga Cabai, Beras, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Turun Hari Ini

Kabar Baik! Harga Cabai, Beras, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Turun Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB

BEM FTI Trisakti Minta Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU PLN Diusut hingga Aktor Intelektual

BEM FTI Trisakti Minta Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU PLN Diusut hingga Aktor Intelektual

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB

Pelatih Maroko: Prancis Menang karena Kualitas Individu Kylian Mbappe

Pelatih Maroko: Prancis Menang karena Kualitas Individu Kylian Mbappe

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:36 WIB

Prancis Belum Layak Juara Dunia Lagi Jika Masalah Ini Tak Segera Dibenahi!

Prancis Belum Layak Juara Dunia Lagi Jika Masalah Ini Tak Segera Dibenahi!

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:28 WIB

7 Ciri-Ciri Sepatu Jalan yang Nyaman dan Awet, Wajib Diperhatikan sebelum Beli

7 Ciri-Ciri Sepatu Jalan yang Nyaman dan Awet, Wajib Diperhatikan sebelum Beli

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:33 WIB

RANS Resmi Melantai di BEI, Raffi - Gigi Raup Rp429,25 Miliar

RANS Resmi Melantai di BEI, Raffi - Gigi Raup Rp429,25 Miliar

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:05 WIB

Tempat Beli Sepatu Lokal Berkualitas Secara Online di Mana? Ini 8 Tokonya

Tempat Beli Sepatu Lokal Berkualitas Secara Online di Mana? Ini 8 Tokonya

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:04 WIB

Terpincang-pincang Lawan Maroko, Kylian Mbappe Akui Cedera Engkel

Terpincang-pincang Lawan Maroko, Kylian Mbappe Akui Cedera Engkel

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:03 WIB

Rumor Samsung Setop Galaxy Z Flip, Galaxy Z Flip8 Disebut Jadi Generasi Terakhir

Rumor Samsung Setop Galaxy Z Flip, Galaxy Z Flip8 Disebut Jadi Generasi Terakhir

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:53 WIB

Kylian Mbappe Peringatkan Prancis Usai Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026: Jalan Masih Panjang

Kylian Mbappe Peringatkan Prancis Usai Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026: Jalan Masih Panjang

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:52 WIB

Terkini

BEM FTI Trisakti Minta Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU PLN Diusut hingga Aktor Intelektual

BEM FTI Trisakti Minta Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU PLN Diusut hingga Aktor Intelektual

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB

Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah

Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:37 WIB

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:28 WIB

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:23 WIB

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:31 WIB

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan  Anak

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:15 WIB

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:55 WIB

×