facebook

KABAR BAIK 17 Provinsi di Indonesia Bebas Kasus COVID-19 Hingga 5 Juni 2022

Pebriansyah Ariefana
KABAR BAIK 17 Provinsi di Indonesia Bebas Kasus COVID-19 Hingga 5 Juni 2022
Petugas kesehatan melakukan swab PCR kepada warga di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Saat ini terdapat 388 kasus baru COVID-19 dengan total kasus aktif kini sebanyak 3.433 kasus.

Suara.com - Sebanyak 17 provinsi di Indonesia bebas kasus COVID-19 hingga 5 Juni 2022. Hal itu berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan jumlah provinsi dengan nol laporan kasus COVID-19 yang dimaksud di antaranya Aceh, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

Sedangkan provinsi dengan kasus terbanyak berada di DKI Jakarta mencapai 195 kasus terkonfirmasi positif. Disusul Jawa Barat (60 kasus), Jawa Timur dan Banten masing-masing 36 kasus.

Jawa Tengah 16 kasus, Bali 15 kasus, Yogyakarta enam kasus. Sedangkan provinsi lainnya rata-rata di bawah lima kasus.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Taiwan Sumbang Kematian Harian Terbanyak

"Hingga 5 Juni 2022, sudah 17 provinsi di Indonesia yang nihil kasus COVID-19," kata Mohammad Syahril yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Syahril mengatakan saat ini terdapat 388 kasus baru COVID-19 dengan total kasus aktif kini sebanyak 3.433 kasus.

Sementara jumlah pasien positif bertambah 388 menjadi 6.056.800 pasien yang menjalani perawatan. Pasien sembuh bertambah 204 menjadi 5.896.752 orang.

"Pasien meninggal bertambah lima menjadi 156.615 jiwa," katanya.

Syahril mengatakan proses pemeriksaan spesimen juga terus dilakukan di seluruh daerah di Indonesia untuk mendeteksi dini SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Baca Juga: Update Kasus Covid-19: Jawa Barat Bertambah 60 Orang

"Tercatat sebanyak 44.857 spesimen diperiksa di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 1.816 orang," katanya. (Antara)

Komentar