Pemerintahan Baru Australia Bertekad Menaikkan Gaji Pekerja dan Perbaiki Kondisi Pekerja Lepas

Siswanto, ABC

Senin, 06 Juni 2022 | 17:41 WIB
Pemerintahan Baru Australia Bertekad Menaikkan Gaji Pekerja dan Perbaiki Kondisi Pekerja Lepas
Ilustrasi Karyawan (Pixabay.com)

Jika terjadi perubahan, komisi tersebut harus menempatkan keamanan pekerjaan sebagai fokus kebijakan dalam mengambil keputusan di samping faktor lain seperti produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Dr Leonora Risse, dosen senior ekonomi di RMIT University, mengatakan selama beberapa tahun terakhir, "jumlah laba dan pendapatan pekerja semakin menurun", karena semua ini jatuh ke tangan pemberi kerja, pemilik modal, dan pemilik bisnis.

"Gaji karyawan, hubungan produktivitas dan upah semakin memburuk dari waktu ke waktu."

Pergeseran ini telah mendorong pemerintahan baru Australia untuk lebih memperhatikan aspek kepastian kerja, bagaimana upah ditetapkan, dan apa yang terjadi dalam bidang gig ekonomi yang sedang marak.

Partai Buruh telah berjanji untuk menetapkan jumlah upah minimum dan aturan baru bagi perekonomian gig dan pekerja lepas.

Menurut Dr Leonora, "proposal Partai Buruh untuk menambahkan prinsip kesetaraan gender dalam undang-undang ketenagakerjaan juga akan sangat membantu dalam menyelesaikan masalah gaji rendah dalam sektor yang didominasi perempuan, seperti panti jompo dan penitipan anak".

Karena perbedaan jumlah gaji karena gender di sektor tersebut disebabkan oleh pemberian upah yang rendah.

"Cara kerja [komisi] saat ini menyulitkan sektor-sektor tersebut untuk memohon kenaikan upah," kata Dr Leonora.

Mengubah undang-undang dengan menambahkan aspek kesetaraan gender sebagai bagian dari undang-undang ketenagakerjaan akan memaksa 'Fair Work Commission' untuk mempertimbangkan mengapa sektor tertentu layak menerima bayaran lebih, di samping mengubah "norma sosial yang sudah lama diterapkan di mana karyawan perempuan dan pekerjaan sebagai perawat dianggap kurang berbobot".

baca juga

Pengusaha tidak setuju

Namun, kaum pengusaha Australia tidak berpandangan bahwa ekonomi gig telah memperburuk kepastian kerja dan berargumen bahwa perubahan yang ada akan merusak industri yang sudah dalam kondisi baik bagi pelanggan dan pekerja.

Beberapa tantangan yang sedang dihadapi pengusaha, menurut Innes Willnox dari Australian Industry Group, antara lain gangguan rantai pasokan, kenaikan gaji pegawai dan materi, kelangkaan pekerja, pertumbuhan nilai produktivitas yang lemah, dan kenaikan suku bunga.

"Dalam situasi ini, hal terakhir yang kita inginkan adalah bagi pasar buruh dan fleksibilitas kerja untuk dilumpuhkan aturan baru," katanya.

Kelompok tersebut mewakili sebagian besar "platform" bisnis dengan model pemberian kerja yang tengah populer di mana aplikasi membantu menghubungkan pekerja dan pekerjaannya.

Dalam pidato di hadapan Komunitas Hubungan Industri New South Wales sebelum pemilu, Innes mengatakan hak yang secara umum dimiliki pemberi kerja tidak sesuai dengan bagaimana pekerja melakukan tugasnya.

Contoh utamanya adalah persyaratan "minimum jam kerja tiga atau empat jam" yang sangat umum di dalam kontrak besar bernama 'awards'.

"Karyawan platform mungkin bisa masuk ke dalam satu atau lebih aplikasi menunggu pekerjaan ketika tidur-tiduran di sofa," katanya.

"Kapan pekerjaan dimulai dan berakhir untuk pekerja platform jauh lebih kompleks daripada untuk seorang karyawan biasa."

Pekerja yang tidak melamar

Ketika kita bergantung pada pekerjaan dengan algoritme dari aplikasi, kenaikan pendapatan seperti apapun pasti diterima demi pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Setidaknya demikian bagi Nabin Adhikari, yang bekerja sebagai pengantar makanan dan belanjaan di Canberra.

Naiknya harga bensin dan biaya hidup harian telah menambah pengeluarannya untuk biaya perawatan mobil sehingga membatasi keuntungannya.

Kurangnya transparansi dalam penggajiannya juga menjadi masalahnya sehari-hari.

"Kami tidak pernah tahu bagaimana sistem kami digaji," katanya.

"Pihak korporat memutuskan apa yang akan kami terima, tidak ada dasar yang jelas dalam menentukan sistem penggajian kami."

Ketidakmampuan untuk melawan pemecatan yang tidak adil atau hukuman algoritmik — di mana pekerja dihukum, diblokir, atau dibatasi aksesnya di aplikasi — menjadi masalah lain bagi pekerja seperti Nabin.

"Kalau ada [upah] pembayaran minimum, banyak hal akan banyak berubah," katanya.

"Penetapan gaji minimum adalah pendapatan prospektif dan pasti adalah hal yang baik untuk didengar. Dan kepastian kerja adalah bagian integral."

Tekanan semakin bertambah

Reformasi hubungan industri mungkin bisa menjadi hal yang paling berdampak sejak reformasi yang dilakukan selama tahun 2000-an di bawah skema 'WorkChoices' dalam pemerintahan mantan Perdana Menteri John Howard.

Dr Risse dari RMIT University mengatakan reformasi ini dirancang untuk meningkatkan daya saing, fleksibilitas, dan efisiensi di pasar tenaga kerja.

"Tetapi [ekonomi gig] melemahkan kekuatan negosiasi karyawan dengan diperlukannya kesepakatan bersama dan bagaimana pendulum penetapan syarat dan ketentuan kerja mengarah pada pemberi kerja."

Bagi Andrew McKellar, ketua grup lobi bisnis Kamar Dagang dan Industri Australia, semua ini tergantung pada apa yang kita inginkan menjadi inti dari sistem hubungan industri.

"Keamanan kerja bisa dibilang tidak pernah lebih baik sekarang," katanya.

"Tingkat pengangguran saat ini 3,9 persen, lapangan kerja terus bertambah, lowongan pekerjaan yang tidak terisi masih banyak, bisnis kesulitan mendapatkan tenaga kerja."

Andrew berharap pertemuan antara pengusaha, serikat pekerja dan lainnya — di bulan September — akan mengubah mengubah percakapan ini.

"Semua ini adalah tentang mendorong fleksibilitas dan mendapatkan hasil produktivitas," katanya.

"Itulah satu-satunya cara kita bisa melihat kenaikan upah riil dalam ekonomi Australia."

Dr Giuseppe Carabetta dari University of Sydney sedang menunggu undangannya — dan mempertimbangkan apa yang dikatakan Perdana Menteri Albanese tentang pendekatannya secara keseluruhan terhadap pemerintahan.

"Dia menginginkan pendekatan yang lebih kolaboratif. Hal-hal ini memakan waktu."

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:10 WIB

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Terkini

6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota

6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 05:49 WIB

Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah

Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 05:44 WIB

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

×