Waspada Wabah! Ini Penyebab PMK Pada Ternak yang Wajib Diketahui

Farah Nabilla | Suara.com

Rabu, 08 Juni 2022 | 10:40 WIB
Waspada Wabah! Ini Penyebab PMK Pada Ternak yang Wajib Diketahui
Sapi terserang PMK di Riau [Antara]

Suara.com - PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku sedang menjadi perbincangan lantaran telah merebak di beberapa daerah di Indonesia. Penyakit ini menyerang hewan ternak. Bahkan banyak hewan ternak yang telah terdeteksi positif terserang Penyakit Mulut dan Kuku. Apa pula penyebab PMK pada ternak?

Penyakit Mulut dan Kuku ini tidak membuat hewan ternak langsung mati seketika saat terserang. Namun tidak dipungkiri pula dalam beberapa kasus, PMK yang sudah terbilang parah dapat menyebabkan perlahan mati.

PMK menggerogoti kuku dan mulut ternak yang kemudian membuat ternak kesakitan. Mulut dan kuku ternak yang kesakitan menyebabkan ternak tidak bisa makan dan juga berjalan. Oleh karena itulah perlahan PMK bisa menyebabkan kematian ternak.

Berkembangnya PMK membuat Kementerian Pertanian menerbitkan 2 Keputusan Menteri tentang pernyataan status PMK sebagai wabah di Provinsi Jawa Timur dan Aceh. Hingga Mei 2022, kasus Penyakit Mulut dan Kuku masih terus ditemukan dan semakin bertambah.

Penyebab PMK

Penyebab Penyakit Mulut dan Kuku adalah virus RNA yang termasuk dalam genus virus Apthovirus, dari keluarga Picornaviridae. Virus Penyakit Mulut dan Kuku stereotipe adalah O, A, C, Souther African Territorie dan Asia-1. Masa inkubasi virus ini adalah 2 hingga 14 hari sejak hewan tertular penyakit sampai timbul gejala penyakit.

Obat-obatan yang dapat membantu hewan ternak sembuh dari PMK bisa berupa vitamin, antibiotik, antipiretik, disinfektan, alat pelindung diri bagi petugas yang akan memeriksa ternak yang terindikasi virus. Tindakan ini juga bertujuan menekan laju jumlah pertumbuhan penderita Penyakit Mulut dan Kuku.

Penyakit Mulut dan Kuku ini termasuk penyakit yang sangat menular. PMK mudah menular dan menyerang hewan yang berkuku belah atau genap. Penyakit Mulut dan Kuku kerap menyerang hewan seperti kambing, sapi, babi, kerbau, domba, gajah, rusa, dan lain sebagainya.

PMK pertama kali di Indonesia adalah pada tahun 1887 karena sapi impor Belanda. Setelah itu wabah PMK kerap terjadi di Indonesia selama beberapa kali.

Menyutip dari Jabarprov.go.id, virus ini ditularkan ke hewan melalui beberapa cara diantaranya :

  • Kontak langsung(antara hewan yang tertular dengan hewan rentan melalui droplet, leleran hidung, serpihan kulit.
  • Sisa makanan/sampah yang terkontaminasi produk hewan seperti daging dan tulang dari hewan tertular.
  • Kontak tidak langsung melalui vektor hidup yakni terbawa oleh manusia. Manusia bisa membawa virus ini melalui sepatu, tangan, tenggorokan, atau pakaian yang terkontaminasi.
  • Kontak tidak langsung melalui bukan vektor hidup (terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang dll.)
  • Tersebar melalui udara, angin, daerah beriklim khusus (mencapai 60 km di darat dan 300 km di laut)

Indonesia sempat dinyatakan bebas dari PMK pada 1990. Wabah Penyakit Mulut dan Kuku terjadi terakhir di Pulau Jawa pada 1983.

Demikian penjelasan terkait penyebab PMK terhadap hewan ternak.

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Wabah PMK, Pemkab Trenggalek Perketat Lalu Lintas Perdagangan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Pemkab Trenggalek Perketat Lalu Lintas Perdagangan Ternak Jelang Idul Adha

News | Rabu, 08 Juni 2022 | 09:52 WIB

Cegah PMK, Pemkot Larang Hewan Kurban Luar Daerah Masuk Kota Tangerang 14 Hari Sebelum Idul Adha 2022

Cegah PMK, Pemkot Larang Hewan Kurban Luar Daerah Masuk Kota Tangerang 14 Hari Sebelum Idul Adha 2022

News | Rabu, 08 Juni 2022 | 08:27 WIB

Ratusan Sapi di Agam Terserang PMK, Tiga Dilaporkan Mati

Ratusan Sapi di Agam Terserang PMK, Tiga Dilaporkan Mati

Riau | Rabu, 08 Juni 2022 | 06:35 WIB

Adang Wabah PMK di Trenggalek, Lalu Lintas Ternak Diperketat Jelang Idul Adha Ini

Adang Wabah PMK di Trenggalek, Lalu Lintas Ternak Diperketat Jelang Idul Adha Ini

Jatim | Selasa, 07 Juni 2022 | 23:26 WIB

Belasan Sapi di Siak Suspek dan Terserang PMK, Jumlah Kurban Terancam Turun

Belasan Sapi di Siak Suspek dan Terserang PMK, Jumlah Kurban Terancam Turun

Riau | Selasa, 07 Juni 2022 | 22:15 WIB

Jual Hewan Kurban di Kabupaten Malang Saat Idul Adha Nanti Wajib Punya Surat Keterangan Sehat

Jual Hewan Kurban di Kabupaten Malang Saat Idul Adha Nanti Wajib Punya Surat Keterangan Sehat

Malang | Selasa, 07 Juni 2022 | 16:06 WIB

Kasus PMK Ditemukan di Berau, Tersebar ke 4 Kabupaten Lain di Kaltim

Kasus PMK Ditemukan di Berau, Tersebar ke 4 Kabupaten Lain di Kaltim

Kaltim | Selasa, 07 Juni 2022 | 15:26 WIB

Wabah PMK di Lombok Tengah Terus Meningkat, Penutupan Pasar Hewan Diperpanjang

Wabah PMK di Lombok Tengah Terus Meningkat, Penutupan Pasar Hewan Diperpanjang

Bali | Selasa, 07 Juni 2022 | 18:00 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB