Minta Masyarakat Tak Over Reaktif Tanggapi Kenaikan Tiket Candi Borobudur, Luhut: Jangan jadi Bangsa Nyinyir!

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Kamis, 09 Juni 2022 | 13:50 WIB
Minta Masyarakat Tak Over Reaktif Tanggapi Kenaikan Tiket Candi Borobudur, Luhut: Jangan jadi Bangsa Nyinyir!
Minta Masyarakat Tak Over Reaktif Tanggapi Kenaikan Tiket Candi Borobudur, Luhut: Jangan jadi Bangsa Nyinyir! (Instagram/luhut.pandjaitan)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat tidak terlalu reaktif dalam menanggapi kenaikan harga tiket naik ke Candi Borobudur. Hal senada juga disampaikan Luhut kepada para anggota DPR RI.

"Tapi hanya saya titip pada masyarakat. Tadi saya bilang juga pada DPR, jangan over react (over reaktif) apalagi pejabat negara apalagi anggota DPR terus berkomentar yang sepertinya kita tidak melakukan studi," kata Luhut di Kompleks Parlemen Senayan usai rapat dengan Banggar DPR, Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Luhut mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan studi dengan baik, sebelum melempar rencana kenaikan harga tiket. Ia sekaligus menegaskan bahwa di luar kenaikan harga tiket, ada kebijakan lain, yakni 25 persen kuota naik ke Candi Borobudur diperuntukan untuk anak sekolah dengan tarif hanya Rp 5 ribu.

Luhut sendiri belum memastikan apakah akan ada penurunan tiket dari sebelumnya yang diwacanakan sebesar Rp 750 ribu. Namun Luhut menegaskan bahwa harga tiket itu sesuai dengan harga rata-rata di dunia.

"Ya kita liat nanti, kita dengarkan lagi pendapat masyarakat. Tapi itu sudah kita bandingkan dengan seluruh dunia, ya harganya kira-kira segitu. Jadi kita jangan jadi bangsa yang nyinyir gitu lho," ujar Luhut.

Luhut sebelumnya menegaskan bahwa kenaikan harga masuk Candi Borobudur ditunda. Pembahasan kenaikan harga tiket itu nantinya melihat perkembangan ke depan.

"Jadi soal tiket itu saya kira kita hold saja dulu. Kita lihat lagi nanti gimana baiknya," kata Luhut.

Diketahui, rencana Menko Luhut untuk menaikkan harga untuk menaiki Candi Borobudur jadi Rp 750 ribu menuai 100 dollar AS (sekira Rp1,4 juta) bagi wisatawan mancanegara menuai pro kontra.

Merespon hal tersebut, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) memberikan akses khusus kepada pelajar untuk menaiki Candi Borobudur dengan tiket seharga Rp5.000 dengan tujuan untuk kepentingan pendidikan.

baca juga

Dikutip dari ANTARA, Senin, (6/6/2022), Direktur Utama Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono menjelaskan pelajar mendapatkan kuota sebanyak 20 hingga 25 persen dari total kuota 1.200 orang per hari yang diperbolehkan menaiki Candi Borobudur.

"Kita juga punya obligation untuk pendidikan, oleh karenanya ditetapkanlah kuota pendidikan itu 20 persen dari kuota 1.200. Nanti masih kita tentukan, masih dalam pembahasan apakah 20 persen atau 25 persen. Karena ini kan masih harus kita pertimbangkan nanti ke depan buat pelajar," kata Edy.

"Sebagai wujud keberpihakan kita pada dunia pendidikan, maka untuk pelajar hanya ditetapkan Rp5 ribu. Inilah jawaban kenapa kok mahal, seolah-olah jadi komersial. Tidak, bukan komersial, alasannya beda-beda. Oleh karenanya untuk pelajar hanya Rp5 ribu," kata Edy.

Edy menjelaskan bahwa tiket untuk menaiki Candi Borobodur hanya bisa dilakukan melalui reservasi. Dia menjelaskan tidak ada batasan waktu untuk reservasi sebelum kunjungan asalkan kuotanya masih tersedia.

Sementara untuk tiket naik ke candi seharga Rp5 ribu per pelajar, hanya bisa dipesan secara reservasi melalui pihak sekolah. Bagi orang perorangan yang ingin memesan tiket naik ke candi, meskipun dirinya seorang pelajar, tetap akan dikenakan harga tiket wisatawan nusantara yaitu Rp750 ribu.

"Dan itu semua sistemnya reservasi. Saya yakin pasti nanti reservasi akan penuh ya, jadi nanti kalau misalnya hari ini sudah penuh, ya harus besok, kalau besok penuh, ya besoknya lagi. Karena kita strict dengan kuota 1.200 per hari," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Jawab Kritikan Dirinya Ikut Campur Urusan Tiket Masuk Candi Borobudur

Luhut Jawab Kritikan Dirinya Ikut Campur Urusan Tiket Masuk Candi Borobudur

Lampung | Kamis, 09 Juni 2022 | 13:45 WIB

Sebut Kasus Covid-19 di RI Melejit Lagi, Luhut: Saya Cukup Khawatir

Sebut Kasus Covid-19 di RI Melejit Lagi, Luhut: Saya Cukup Khawatir

News | Kamis, 09 Juni 2022 | 12:28 WIB

Soal Kenaikan Tarif Masuk, Biksu Ini Beri Peringatan Keras: Borobudur Dulu Itu Dibangun Bukan untuk Tempat Wisata

Soal Kenaikan Tarif Masuk, Biksu Ini Beri Peringatan Keras: Borobudur Dulu Itu Dibangun Bukan untuk Tempat Wisata

Jawa Tengah | Kamis, 09 Juni 2022 | 06:49 WIB

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Rp750 Ribu Ditunda, Penyebabnya Karena Ini

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Rp750 Ribu Ditunda, Penyebabnya Karena Ini

Sumsel | Kamis, 09 Juni 2022 | 06:00 WIB

Terkini

Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial

Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:22 WIB

3 Mantan Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Soal Dugaan Suap Impor Barang

3 Mantan Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Soal Dugaan Suap Impor Barang

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:22 WIB

Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji

Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji

DPR | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:16 WIB

Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix

Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake

Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake

Jawa Tengah | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan

Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini

Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:10 WIB

4 Awak Terluka dalam Serangan Terhadap Kapal di Laut Hitam

4 Awak Terluka dalam Serangan Terhadap Kapal di Laut Hitam

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut

Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik

Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:08 WIB

×