Kesaksian Eks Wakil Dubes Korea Utara yang Membelot

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 14 Juni 2022 | 20:35 WIB
Kesaksian Eks Wakil Dubes Korea Utara yang Membelot
BBC

Suara.com - Apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya hidup sebagai pejabat tinggi pemerintah Korea Utara?

Thae Yong-ho pernah menjadi wakil duta besar Korut untuk Inggris sampai kemudian dia membelot pada 2016.

Dia menuturkan mengapa dan bagaimana dia membuang semua yang dia punya dan melarikan diri dari Kedutaan Besar Korea Utara di London demi kehidupan baru di Korea Selatan.

Di negara itulah dia terpilih sebagai anggota parlemen pada April 2020.

Ini adalah kisah bagaimana Thae Yong-ho kabur demi kebebasan dan masa depan anak-anaknya.

Baca juga:


Saya memilih kebebasan, tapi dengan risiko pribadi yang teramat besar. Mari saya ceritakan kisah saya, kisah mengenai harapan.

Saya dilahirkan di sebuah keluarga yang berpendidikan. Ayah saya adalah seorang profesor universitas dan ibu saya adalah guru sekolah. Saya adalah anak tengah dari tiga bersaudara. Kakak saya perempuan dan adik saya laki-laki.

Ketika saya berusia sekitar 12 tahun, ibu saya meminta agar saya meneruskan pendidikan di sekolah bahasa asing di Pyongyang. Saya ingin jadi astronaut, tapi itu sangat sulit.

Dia memberitahu saya bahwa diplomat bisa pergi luar negeri dan bepergian dengan pesawat. Komentarnya mengubah pikiran saya.

Pada momen itu, saya punya semacam keistimewaan. Di Korea Utara masyarakat terbagi menjadi tiga kelas.

Kelas setiap orang sangat penting karena hal itu menentukan di daerah mana setiap individu bermukim, pendidikan apa yang dijalani, dan jenis pekerjaan yang dilakukan.

Saya dilahirkan di kelas atas, mungkin 20% dari populasi Korut.

Jika Anda adalah anggota kelas atas, orang tersebut bisa bermukim di Pyongyang—kota serba bagus, mulai dari infrastruktur, sekolah, universitas, kereta bawah tanah, pertokoan, dan sebagainya.

Tapi apabila Anda lahir di kelas bawah, kemungkinan besar Anda akan bekerja di tambang batubara dan tinggal di daerah perdesaan yang terpencil. Golongan ini dipaksa bekerja dengan sangat keras.

Korea Utara menerapkan sistem perbudakan pada abad ke-21 karena tidak ada kebebasan bergerak atau memilih.

Cuci otak

Seluruh populasi Korea Utara, termasuk saya dan keluarga, menjalani proses cuci otak. Kami diberitahu bahwa pemimpin Kim adalah Tuhan dan juru selamat bangsa.

Keistimewaan ini menurun dari Kim Il-sung ke Kim Jong-il dan kini Kim Jong-un.

Kepemimpinan diwariskan dari generasi ke generasi. Begitu pula aset-aset nasional dan sumber daya aman dikendalikan secara penuh oleh keluarga Kim.

Baca juga:

Rakyat Korut dilatih dan dicuci otaknya untuk menangis setiap kali melihat anggota keluarga Kim. Ini adalah produk pendidikan yang berlangsung lama.

Tatkala saya bergabung dengan korps diplomatik pada 1988, periode itu sungguh sangat bergejolak. Pemerintah Korea Utara cukup terguncang oleh Olimpiade di Seoul dan ambruknya Tembok Berlin setahun kemudian.

Uni Soviet, sekutu lama Pyongyang, runtuh pada 1991.

Korut mendadak kehilangan mitra dagangnya. Sungguh kacau selama tiga hingga empat tahun.

Kepergian pertama dari Korea Utara

Penempatan pertama saya sebagai diplomat adalah di Denmark pada 1996. Usia saya 34 tahun kala itu.

Saat saya tiba di Kopenhagen, saya terkejut karena saya mengira akan melihat pengemis di jalan. Novel-novel yang diizinkan untuk dibaca di Korut semacam Oliver Twist karya Charles Dickens.

Sehingga bayangan kami terhadap negara-negara Barat adalah yang terjadi pada 1920-an atau 1930-an.

Ternyata Denmark adalah dunia baru. Semua orang bisa sejajar, pendidikan gratis dan begitu pula layanan kesehatan.

Secara berkala saya mengirim uang dari tabungan kepada orang tua dan sanak saudara di Korut. Kala itu, Korut dilanda bencana kelaparan.

Baca juga:

Pada Januari 2009, orang-orang di pemerintahan Korut tiada yang tahu soal Kim Jong-un.

Apakah putra Kim Jong-il akan mendapat warisan kepemimpinan? Apakah kami harus menunggu 40 atau 50 tahun lagi? Jika kami menunggu 40, 50, atau mungkin 60 tahun lalu, bagaimana masa depan anak-anak saya? Atau masa depan cucu saya?

Oleh karena itu, saya mulai memikirkan masa depan.

Melarikan diri dari kedutaan

Saat itu, saya bertugas untuk masa kedua di London (masa pertama berlangsung antara 2004 hingga 2008) dan berbagai macam kefrustrasian mulai berkembang. Padahal, salah satu tugas saya adalah mempertahankan system Korea Utara dan pemimpinnya, Kim Jong-un.

Walau saya bekerja sangat keras mempertahankan kepemimpinan dan system Korea Utara, walau saya selalu menanggapi dengan tersenyum, sesungguhnya hati saya menjalani kisah berbeda saat itu.

Pada Maret 2016, ada kejadian yang sangat mengejutkan di Korea Utara. Sekutar 12 atau 13 perempuan Korut secara kolektif membelot ke Korea Selatan.

Pemerintah Korut kemudian memutuskan memanggil pulang semua anak diplomat yang berusia 25 tahun ke atas sesegera mungkin. Kala itu, anak sulung saya berumur 25 tahun.

Lalu saya berpikir: warisan macam apa yang bisa saya berikan ke putra saya? Sebagai manusia, kebebasan adalah hal paling penting. Dan sebagai ayah, warisan yang bisa saya tinggalkan ke anak saya adalah kebebasan. Jadi saya memutuskan putra saya akan menjadi manusia bebas.

Baca juga:

Di London, khalayak mengunjungi pub untuk menyaksikan pertandingan sepak bola. Maka suatu hari saya bilang ke bos saya, 'Halo Pak Dubes, saya ingin pergi melihat pertandingan. Istri saya, putra saya, dan saya berniat pergi ke pub terdekat untuk menonton."

Begitu kami meninggalkan gedung kedutaan, kami langsung berlari. Tapi setelah 100 meter, kami semua berhenti. Entah kenapa, tapi kami berhenti.

Kami menengok balik dan melihat kedutaan kami. Lantas saya berpikir: benarkah keputusan untuk membelot? Apa yang akan terjadi pada keluarga besar saya atau teman-teman saya di Korea Utara?

Air mata mulai mengalir karena saya bekerja begitu keras untuk membela kedutaan itu dan bendera Korut.

Sejenak ada keheningan, namun saya berkata, "Tidak, mari ambil kesempatan." Kami terus berlari dan menghilang.

Semakin lama saya tinggal di Korea Selatan, semakin saya merasakan dan mengapresiasi kebebasan saya. Saya berpikir saya harus bekerja lebih keras untuk memberikan rakyat Korut, termasuk keluarga besar saya, kebebasan ini.

Saya pikir mereka bisa melakukan rekonsiliasi dan bersatu dengan damai. Perdamaian adalah yang paling penting.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026

Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:14 WIB

Korea Selatan Selidiki Kebakaran Kapal di Selat Hormuz, Penyebab Masih Misterius

Korea Selatan Selidiki Kebakaran Kapal di Selat Hormuz, Penyebab Masih Misterius

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:30 WIB

Lee Jae Wook Jalani Wajib Militer pada 18 Mei, Ini Proyek Terakhirnya!

Lee Jae Wook Jalani Wajib Militer pada 18 Mei, Ini Proyek Terakhirnya!

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 11:34 WIB

Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final

Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final

Sport | Senin, 04 Mei 2026 | 06:58 WIB

Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:42 WIB

Profil Ildong Pharmaceutical, Perusahaan Obat Raksasa Asal Korea Selatan

Profil Ildong Pharmaceutical, Perusahaan Obat Raksasa Asal Korea Selatan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 11:31 WIB

Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul

Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul

News | Minggu, 26 April 2026 | 17:25 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB

Terkini

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:35 WIB

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:21 WIB

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:15 WIB

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:17 WIB

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:13 WIB

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:01 WIB

Terungkap! Ini Alasan Ahmad  Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:31 WIB

Legislator PDIP Minta Desak Tinjau Kembali Rencana Pajak Sembako

Legislator PDIP Minta Desak Tinjau Kembali Rencana Pajak Sembako

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:05 WIB

Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat

Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:49 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif

Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:41 WIB