Pengungsi Dunia Tembus 100 Juta, Tapi Kuota Dari Negara Penerima Suaka Tak Sampai 1 Persen

Bangun Santoso | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:10 WIB
Pengungsi Dunia Tembus 100 Juta, Tapi Kuota Dari Negara Penerima Suaka Tak Sampai 1 Persen
Senior Protection Officer UNHCR (Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi) Indonesia, Julia Zajkowski. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Terdapat sekitar 100 juta pengungsi pencari suaka di dunia, mereka kebanyakan berasal dari negara yang berkonflik. Namun jumlah itu berbanding terbalik dengan kouta penerimaan suaka oleh negara ketiga.

Senior Protection Officer UNHCR (Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi) Indonesia, Julia Zajkowski menyebut kouta penerimaan pencari suaka dari negara-negara ketiga jumlahnya tak kurang dari satu persen dari angka 100 juta pengungsi.

"Kouta yang diberikan negara-negara ketiga itu cukup terbatas dan kita lihat tadi ada 100 juta pengungsi saat ini. (Sementara) kesempatan untuk resettlement (pemukiman kembali) itu hanya bisa dinikmati kurang dari satu persen dari seluruh pengungsi di dunia," kata Julia kepada wartawan di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2022).

Keterbatasan kouta mengakibatkan sejumlah pengungsi bertahan lebih lama di negara transit (pengungsian sementara sebelum dikirim ke negara ketiga) dalam ketidakpastian.

Di Indonesia sebagai negara transit, berdasarkan data UNHCR pada November 2021, jumlah imigran pencari suaka sebanyak 13.175 pengungsi. Mereka berada di Indonesia rata-rata di atas lima tahun, bahkan ada yang mencapai 12 tahun.

Karena keterbatasan kouta, membuat UNHCR Indonesia lebih selektif untuk mengirimkan para pengungsi. Julia menyebut sejumlah kriteria di antaranya, lama mereka di negara transit, kebutuhan perlindungan, kerentanan hidup selama di negara transit.

Namun, Julia mengungkap ada alternatif agar para pengungsi berkesempatan dikirim ke negara ketiga.

"Salah satunya dengan jalur tenaga kerja dari keahlian-keahlian yang teman-teman pengungsi yang dapatkan atau miliki," ujarnya.

Julia lantas mendorong para imigran untuk mengasah keterampilannya, dengan memanfaatkan program-program pelatihan yang dibuat UNHCR Indonesia.

Di samping untuk meningkatkan keterampilannya, hal tersebut juga untuk kesehatan mental mereka. Menjalani hidup sebagai pengungsi dalam ketidak pastian, membuat mereka rentan stres dan frustasi.

Berdasarkan data yang dihimpun Suara.com dalam beberapa tahun terkahir, terdapat 17 orang pengungsi yang mengakhiri hidup. Bahkan kasus terbaru di Medan pada 30 November 2021 lalu, seorang imigran mengakhiri hidupnya dengan acara membakar diri.

"Jadi kita sudah tahu ada keterbatasan dari sisi kouta dari negara ketiga. Karena itu kami melihat solusi-solusi alternatif lainnya, solusi mereka pencari suaka seperti di Indonesia, contoh-contoh positif seperti kolaborasi ini (kolaborasi UNHCR dengan lembaga yang bergerak dalam kemanusiaan) dalam pemberdayaan," imbuh Julia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seni Budaya di Hari Pengungsi Sedunia di Medan Disambut Antusias

Seni Budaya di Hari Pengungsi Sedunia di Medan Disambut Antusias

Sumut | Senin, 20 Juni 2022 | 22:27 WIB

Jalan Pedang Orang-orang Pelarian: Fesyen dan Seni jadi Kunci Bertahan Hidup

Jalan Pedang Orang-orang Pelarian: Fesyen dan Seni jadi Kunci Bertahan Hidup

News | Senin, 20 Juni 2022 | 20:07 WIB

Hari Pengungsi Sedunia, Aulia Rachman: Stakeholder Harus Mencari Solusi Terhadap Para Pengungsi

Hari Pengungsi Sedunia, Aulia Rachman: Stakeholder Harus Mencari Solusi Terhadap Para Pengungsi

Sumut | Sabtu, 18 Juni 2022 | 19:21 WIB

Sewa Pesawat Khusus, Turki Deportasi Ribuan Warga Afghanistan

Sewa Pesawat Khusus, Turki Deportasi Ribuan Warga Afghanistan

News | Jum'at, 17 Juni 2022 | 14:04 WIB

Yayasan Geutanyoe Gelar Festival Kebudayaan di Taman Sri Deli Medan, Catat Tanggalnya

Yayasan Geutanyoe Gelar Festival Kebudayaan di Taman Sri Deli Medan, Catat Tanggalnya

Sumut | Kamis, 16 Juni 2022 | 19:13 WIB

Kisah Anak Pengungsi Asal Sudan yang Hantarkan Australia untuk Keenam Kalinya Lolos ke Piala Dunia

Kisah Anak Pengungsi Asal Sudan yang Hantarkan Australia untuk Keenam Kalinya Lolos ke Piala Dunia

Jogja | Selasa, 14 Juni 2022 | 13:03 WIB

Puluhan Imigran Rohingya yang Kabur dari Pekanbaru Terdeteksi di Malaysia

Puluhan Imigran Rohingya yang Kabur dari Pekanbaru Terdeteksi di Malaysia

Riau | Jum'at, 10 Juni 2022 | 14:15 WIB

Terkini

Masih Dirawat Intensif, Hakim Militer Tetap Minta Andrie Yunus Bersaksi

Masih Dirawat Intensif, Hakim Militer Tetap Minta Andrie Yunus Bersaksi

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:53 WIB

Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender

Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:51 WIB

Bantah Indonesia Gelap, Prabowo Sindir Pihak yang Ingin Kabur: Silakan...

Bantah Indonesia Gelap, Prabowo Sindir Pihak yang Ingin Kabur: Silakan...

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:48 WIB

Bangkai Gerbong KRL Pasca Tabrakan Masih di Pinggir Rel, KAI Jelaskan Alasan Belum Dipindahkan

Bangkai Gerbong KRL Pasca Tabrakan Masih di Pinggir Rel, KAI Jelaskan Alasan Belum Dipindahkan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:47 WIB

5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan

5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:37 WIB

Tim SAR Lebanon Jadi Korban Rudal Israel saat Misi Penyelamatan Sipil

Tim SAR Lebanon Jadi Korban Rudal Israel saat Misi Penyelamatan Sipil

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:23 WIB

Misteri Kasus Andrie Yunus: Tak Ada SP3 Polda Metro, Tapi Masuk Sidang Militer

Misteri Kasus Andrie Yunus: Tak Ada SP3 Polda Metro, Tapi Masuk Sidang Militer

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:21 WIB

Prabowo Targetkan Swasembada Energi 2029: Kalau Bisa Lebih Dulu, Kita Kerja Cepat

Prabowo Targetkan Swasembada Energi 2029: Kalau Bisa Lebih Dulu, Kita Kerja Cepat

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:08 WIB

Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan

Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:02 WIB

Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah

Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:57 WIB