BMKG Buka-bukaan Bongkar Penyebab Buruknya Kualitas Udara di Jakarta

Ruth Meliana Dwi Indriani

Selasa, 21 Juni 2022 | 11:33 WIB
BMKG Buka-bukaan Bongkar Penyebab Buruknya Kualitas Udara di Jakarta
Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung di Jakarta, Selasa (5/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) buka-bukaan menjelaskan penyebab penurunan kualitas udara di Jakarta. Menurut BMKG, ada beberapa faktor yang mempengaruhi buruknya kualitas udara di ibu kota.

Pelaksana tugas Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Urip Haryoko menjelaskan konsentrasi PM2.5 di Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi, baik sumber lokal ataupun sumber regional.

Sumber emisi lokal seperti transportasi dan residensial. Sedangkan sumber emisi regional berasal dari kawasan industri dekat dengan Jakarta.

"Emisi ini dalam kondisi tertentu yang dipengaruhi oleh parameter meteorologi dapat terakumulasi dan menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi yang terukur pada alat monitoring pengukuran konsentrasi PM2.5," kata Urip dalam keterangan tertulis, Selasa (21/6/2022).

Adapun proses pergerakan polutan udara seperti PM2.5 dipengaruhi oleh pola angin yang bergerak dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

Angin yang membawa PM2.5 dari sumber emisi dapat bergerak menuju lokasi lain. Hal ini yang kemudian menyebabkan terjadinya potensi peningkatan konsentrasi PM2.5.

"Pola angin lapisan permukaan memperlihatkan pergerakan massa udara dari arah timur dan timur laut yang menuju Jakarta, dan memberikan dampak terhadap akumulasi konsentrasi PM2.5 di wilayah ini," jelasnya.

Peningkatan konsentrasi PM2.5 memiliki korelasi positif atau hubungan yang berbanding lurus dengan kadar uap air di udara, di mana ini dinyatakan oleh parameter kelembapan udara relatif.

Pada beberapa hari terakhir, tingginya kelembaban udara relatif menyebabkan peningkatan proses adsorpsi yang dalam istilah teknisnya merujuk pada perubahan wujud dari gas menjadi partikel.

baca juga

Proses itulah yang menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi PM2.5 yang difasilitasi oleh kadar air di udara.

Selain itu, kelembaban udara relatif yang tinggi dapat menyebabkan munculnya lapisan inversi yang dekat dengan permukaan.

Urip menjelaskan, lapisan inversi merupakan lapisan di udara yang ditandai dengan peningkatan suhu udara. Biasanya, kondisi itu terjadi seiring dengan peningkatan ketinggian lapisan.

Akibatnya, keberadaan lapisan inversi menyebabkan PM2.5 yang ada di permukaan menjadi tertahan, tidak dapat bergerak ke lapisan udara lain, dan mengakibatkan akumulasi konsentrasinya yang terukur di alat monitoring.

Selain beberapa faktor yang telah diuraikan di atas, penyebab lain yang berkontribusi pada memburuknya kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya adalah adanya stagnasi pergerakan udara.

Kondisi itu menyebabkan polutan udara yang telah terakumulasi di wilayah Jakarta tidak beranjak dan berimbas pada kondisi yang cenderung bertahan lama.

"Kondisi stagnasi udara ditandai oleh kecepatan angin rendah yang tidak hanya berimbas pada akumulasi PM2.5, tetapi juga dapat memicu produksi polutan udara lain seperti ozon permukaan (O3), yang keberadaannya dapat diindikasikan dari penurunan jarak pandang," terangnya.

Peningkatan konsentrasi PM2.5 yang berdampak pada penurunan kualitas udara di Jakarta tentu memberikan pengaruh negatif bagi masyarakat. Khusunya bagi mereka yang memiliki riwayat terhadap gangguan saluran pernapasan dan kardiovaskuler. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat

BMKG Ungkap Penyebab Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat

News | Selasa, 21 Juni 2022 | 11:22 WIB

BMKG: Udara Jakarta Tidak Sehat

BMKG: Udara Jakarta Tidak Sehat

News | Selasa, 21 Juni 2022 | 10:44 WIB

Anak Jokowi, Gibran Rakabuming Dipertimbangkan PDIP Maju Pilgub DKI Atau Jateng di 2024

Anak Jokowi, Gibran Rakabuming Dipertimbangkan PDIP Maju Pilgub DKI Atau Jateng di 2024

Bali | Selasa, 21 Juni 2022 | 10:39 WIB

Udara Jakarta Tidak Sehat Hari Ini 21 Juni 2022

Udara Jakarta Tidak Sehat Hari Ini 21 Juni 2022

News | Selasa, 21 Juni 2022 | 10:36 WIB

Viral Pengunjung Kena Getok Harga Penjual Makanan di Warung Tenda PRJ, Publik: Harga Es Telernya Gak Main-main

Viral Pengunjung Kena Getok Harga Penjual Makanan di Warung Tenda PRJ, Publik: Harga Es Telernya Gak Main-main

Bekaci | Selasa, 21 Juni 2022 | 10:10 WIB

Terpopuler: Mesranya, Jordi Onsu Diduga Pacaran dengan Ayu Ting Ting, Grup Qasidah Nasida Ria Trending Topic di Twitter

Terpopuler: Mesranya, Jordi Onsu Diduga Pacaran dengan Ayu Ting Ting, Grup Qasidah Nasida Ria Trending Topic di Twitter

Bekaci | Selasa, 21 Juni 2022 | 09:30 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×