facebook

Kisah Guru Honorer Naik Haji Menabung 21 Tahun, Sisihkan Uang Rp 10 Ribu

Pebriansyah Ariefana
Kisah Guru Honorer Naik Haji Menabung 21 Tahun, Sisihkan Uang Rp 10 Ribu
Muhammad Said Siregar, seorang guru honorer asal Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dari Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/6/2022). (ANTARA/Jessica)

Muhammad Said Siregar, seorang guru honorer asal Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Suara.com - Kisah Muhammad Said Siregar mungkin bisa jadi penyemangat Anda untuk niat berhaji. Muhammad Said Siregar merupakan guru honorer yang mengumpulkan uang selama 21 tahun untuk beribadah haji.

Muhammad Said Siregar, seorang guru honorer asal Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Muhammad Said Siregar menuturkan bahwa dia mulai menabung untuk berhaji sejak menjadi guru honorer tahun 1990 dan bisa mendaftar berhaji pada tahun 2011.

"Cita-cita dari SD yang ingin betul untuk naik haji. Dengan kecapaian saya sebagai guru tahun 1990, itu dengan honor Rp25 ribu diangsur, yang Rp10 ribu disimpan, Rp15 ribu untuk belanja. Saat itu saya masih bujang," kata Said, yang sudah 32 tahun menjadi guru honorer.

Baca Juga: Muhammad Said, Guru Honorer Asal Bengkalis Menabung 21 Tahun Lebih untuk Berhaji

"Saya sudah sertifikasi tahun 2019, jadi duit sertifikasi itu disisih sedikit demi sedikit (juga untuk tabungan haji)," ia menambahkan.

Selain menjadi guru sosiologi di Yayasan Pesantren Pendidikan Islam Bengkalis, Muhammad Said Siregar juga berdagang pakaian dan menyisihkan sebagian hasil dagang untuk tabungan haji.

Muhammad Said Siregar harus mengatur pengeluarannya dengan ketat agar bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan haji.

"Terus saya catat dengan baik, mulai dari tanggal sekian saya catat (pengeluaran), begitu terus sampai 2011, sampai saya menghasilkan uang untuk daftar haji alhamdulillah," kata Muhammad Said Siregar.

"Sedihnya, karena sedikitnya honor kemudian itu harus dibagi-bagi, yang mana untuk keperluan kita pribadi, yang mana untuk orang tua, yang mana untuk ditabung," kata Muhammad Said Siregar.

Baca Juga: Jadi Jemaah Haji Termuda, Gadis Asal Sanur Denpasar Ini Tak Menyangka Akhirnya Berangkat

Muhammad Said Siregar juga mendaftarkan istrinya untuk berhaji. Namun, sang istri meninggal dunia karena sakit kanker pada 2018.

Komentar