Kritik Media di Penutupan Rakernas PDIP, Megawati Minta Fair Sampaikan Informasi

Kamis, 23 Juni 2022 | 22:27 WIB
Kritik Media di Penutupan Rakernas PDIP, Megawati Minta Fair Sampaikan Informasi
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputeri, banyak melontarkan kritik terhadap media dalam pidato politiknya di penutupan Rakernas kedua PDIP.(instagram/@megawatisoekarnoputri.id)

Suara.com - Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputeri, terpantau banyak melontarkan kritik terhadap media dalam pidato politiknya di penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) kedua PDIP, Kamis (23/6/2022).

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, tampak Megawati hampir sekitar 1 jam lamanya menyampaikan pidato. Menjelang akhir-akhir pidato Megawati banyak melontarkan kritik tersebut diantaranya media dianggap kurang fair dalam menyampaikan informasi.

Awalnya Megawati menyinggung soal pernyataan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi yang mengingatkan ancaman negara gagal. Menurut Megawati hal itu harus dimaknai betul oleh media.

"Jadi ini yang selalu ingin saya sampaikan. Tapi saya akibat media, ini terpaksa saya bicara media. Jadi gap-nya selalu ada gap. Karena tidak disampaikan dengan fair bahwa yang saya omongkan itu bagi kepentingan bangsa dan negara lho," kata Megawati.

Megawati menilai selama ini media hanya mengambil penggalan kutipan semata saja. Ia menginginkan media memberikan informasi yang sifatnya edukasi menganai politik bagi bangsa.

"Saya tahu bahwa kalian kan tentunya oleh redaksinya bahwa harus begini. Tapi apa nggak bisa ngomong ke para yang namanya redaksi. Kapan ada sebuah pembelajaran politik bagi bangsa dan negara ini, kalau yang diambil itu hanya kuote dan by kuote dan by kuote," tuturnya.

Menurutnya, apa yang disampainya tersebut bukan lah sebuah protes. Ia lantas membanding dengan kejadian kala Presiden Soekarno menjabat.

"Jadi bukannya ini saya bukannya protes, ndak, bukan. Tapi mari kita bangun cara berpikir kita bahwa waktu zaman bung Karno, menurut saya, media, dulu belum ada tuh yang namannya teknologi. Media itu fair. Karena kalau umpamanya yang satu mengatakan begini, tapi ulasannya panjang," ujarnya.

Lebih lanjut, Megawati mengklaim mengenal seorang jurnalis asing yang mengaku bingung dengan media di Indonesia.

Baca Juga: Megawati Mengaku Belum Selesai Melakukan Perhitungan Capres, Puan: Masih Pakai Kalkulator Ya

Megawati lantas meminta para awak media lebih memikirkan namanya sistem jurnalistik.

"Jadi tolonglah supaya dilihat juga bahwa yang namanya sistem jurnalistik kita itu juga sangat bisa apa ya, diangkat. Supaya saya bisa mikir. Jangan ngomong salah. Kalian kan bisa ngomong kayak begitu," tuturnya.

"Kalian kan bisa ngomong kayak begitu. Jadi benar-benar. Itu kalau umpamanya beritanya nggak benar udah mabok dah. Pasti langsung dimarahin. Kok kamu dapat beritanya begitu karena kenyataan mudah untuk dijatuhkan. Di kita kan nggak. Karena rakyat kita tuh baik dan sangat haus pada pemberitahuan. Tapi kalau terus menerus seperti ini saya juga rada khawatir," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI