Virologi Nilai Transisi Pandemi ke Endemi COVID-19 di Indonesia Bisa Dipantau dalam 1 Tahun, Syaratnya Kasus Mendatar

Jum'at, 24 Juni 2022 | 10:25 WIB
Virologi Nilai Transisi Pandemi ke Endemi COVID-19 di Indonesia Bisa Dipantau dalam 1 Tahun, Syaratnya Kasus Mendatar
Petugas kesehatan melakukan swab PCR kepada warga di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Virologi menilai transisi pandemi ke endemi COVID-19 bisa dilihat dari pamantauan kasus COVID-19 dalam 1 tahun terakhir. Kasus COVID-19 harus mendatar.

Hal itu dijelaskan Virologi Prof. I Gusti Ngurah Kade Mahardika.

Dia menjelaskan transisi dari pandemi COVID-19 menjadi endemik membutuhkan pengamatan dalam jangka waktu tertentu.

"Yang disebut dengan endemik adalah pengamatan penyakit di suatu daerah atau di suatu negara pada waktu tertentu," kata Mahardika dalam acara Talkshow "Optimalisasi 3T: Upaya Bendung Gelombang Baru", yang diikuti di Jakarta, Kamis.

Suatu daerah bisa dikatakan memasuki masa endemik saat jumlah kasusnya relatif melandai dengan sedikit lonjakan-lonjakan kasus.

"Kalau sepanjang situasinya mendatar, dengan sedikit letupan-letupan kecil, itu boleh nanti kita klaim Indonesia itu sudah memasuki fase endemik," katanya.

Selain itu, sebelum dinyatakan memasuki fase endemik, dibutuhkan pengamatan terhadap situasi penyakit selama minimal 3 bulan atau lebih.

"Periode waktu tertentu tidak bisa satu hari, tidak bisa satu pekan, minimal 3 bulan, minimal 6 bulan, lebih baik lagi satu tahun," kata Guru Besar Universitas Udayana ini.

Pihaknya mengatakan wajar bila terjadi peningkatan jumlah kasus, namun selama disertai dengan peningkatan jumlah testing.

Baca Juga: Heboh! World Health Network Tetapkan Cacar Monyet Sebagai Pandemi, WHO Bagaimana?

"Kalau testing kenapa kemudian terjadi peningkatan jumlah orang, karena testing-nya meningkat," katanya.

Mahardika mengatakan selama indikator tingkat hunian rumah sakit dan kematian akibat COVID-19 tetap rendah, maka situasi masih dapat dikatakan terkendali.

"Saya kira ini wajar sekali dan indikator yang paling baik saat ini kita pakai adalah tingkat hunian rumah sakit dan fatalitas," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI