Sejarah Berdirinya PKB: Didirikan Gus Dur Kini Dipegang Cak Imin

Farah Nabilla

Jum'at, 24 Juni 2022 | 20:49 WIB
Sejarah Berdirinya PKB: Didirikan Gus Dur Kini Dipegang Cak Imin
Logo PKB. [Foto: pkb.id]

Suara.com - Belakangan ini konflik dalam tubuh PKB antara Ketum Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan Putri Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid sedang panas-panasnya. Perseteruan Cak Imin vs Yenny Wahid seolah membuka luka lama konflik PKB. 

Sementara itu tak kalah menjadi sorotan adalah tentang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sendiri. Sejarah kelahiran partai politik berbasis massa Nahdlatul Ulama (NU) ini tak bisa dilepaskan dari sosok Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Namun sejak 25 Mei 2005 hingga kini, PKB dikuasai oleh Cak Imin selaku ketua umum. Yuk simak sejarah berdirinya PKB berikut ini.

Awal Berdirinya PKB

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lahir di Era Reformasi, tepatnya didirikann pada 23 Juli 1998 oleh para kiai dari Nahdlatul Ulama (NU), seperti Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, Abdurrahman Wahid, Mustofa Bisri, dan A Muhith Muzadi.

Ketika itu setelah era Orde Baru berakhir, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kebanjiran usulan dari warga NU di seluruh pelosok Tanah Air untuk membentuk partai politik (parpol). Sementara itu KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur prihatin bahwa kelompok-kelompok NU ingin mendirikan partai politik NU karena terkesan mengaitkan agama dan politik partai.

Oleh karenanya, Gus Dur bersedia menginisiasi kelahiran parpol berbasis ahlussunah wal jemaah yang diperkuat dukungan deklarator lain seperti KH Munasir Ali, KH Ilyas Ruchiyat, KH A. Mustofa Bisri, dan KH A. Muchith Muzadi.

Setelah pembentukan partai dan pemilihan nama, dilakukan deklarasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada 23 Juli 1998 di Jakarta. Pemlihan nama PKB itu  sesuai dengan sifat yang dijunjung dari parpol ini yakni kejuangan, kebangsaan, terbuka dan demokratis. Partai ini terbentuk untuk menampung aspirasi warga NU pada khususnya dan umat Islam serta rakyat Indonesia pada umumnya.

Perolehan Suara PKB pada Pemilu 1999 - 2014

Pada 1999, PKB dalam pemilu perdananya berhasil mendapat perolehan suara sebanyak 13.336.982 atau 12,61 persen. Kemudian, pada pemilu 2004-2009, PKB kembali menduduki peringkat lima besar dengan perolehan suara 12.002.885 atau 10,61 persen. Sayangnya, pada pemilu 2009-2014, perolehan suara PKB mengalami kemerosotan dengan hanya meraih 5.146.302 suara atau 4,95 persen.

baca juga

Sebagai Ketua Umum, Cak Imin tidak hanya dikenal piawai memainkan strategi politik, tapi juga lihai dalam memotivasi semangat calon anggota legislatif asal PKB untuk berjibaku meraih kemenangan. Tekad bulat Cak Imin mengibarkan bendera kejayaan PKB pun terus dilakukan. 

Semua keberhasilan PKB di tangan Cak Imin saat ini tidak lepas dari jasa besar pendiri PKB, yakni KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur dan kiai-kiai lainnya. Sejarah bangsa Indonesia mencatat, ketokohan dan kepemimpinan Gus Dur terbukti ampuh mendongkrak suara PKB di Pemilu 1999.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi dan Fakta Cak Imin-Yenny Wahid Perang Narasi, Ribut Soal PKB?

Kronologi dan Fakta Cak Imin-Yenny Wahid Perang Narasi, Ribut Soal PKB?

News | Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:01 WIB

Perang Narasi Cak Imin Vs Yenny Wahid, Dewan Syura PKB: Gus Dur Tak Bisa Diklaim dan Dikerdilkan Milik Segelintir Orang

Perang Narasi Cak Imin Vs Yenny Wahid, Dewan Syura PKB: Gus Dur Tak Bisa Diklaim dan Dikerdilkan Milik Segelintir Orang

News | Jum'at, 24 Juni 2022 | 10:39 WIB

Profil Cak Imin Ketum PKB, Lama Berseteru Dengan Putri Gus Dur

Profil Cak Imin Ketum PKB, Lama Berseteru Dengan Putri Gus Dur

News | Jum'at, 24 Juni 2022 | 09:54 WIB

PKB-Gerindra di Jateng Gelar Pertemuan, Bahas Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya

PKB-Gerindra di Jateng Gelar Pertemuan, Bahas Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juni 2022 | 07:16 WIB

Terpopuler: Yenny Wahid Balas Sindiran Cak Imin, Megawati soal Capres PDIP

Terpopuler: Yenny Wahid Balas Sindiran Cak Imin, Megawati soal Capres PDIP

Jakarta | Jum'at, 24 Juni 2022 | 08:05 WIB

Kisah Pilu Gus Dur tak Punya Uang Sepeser pun Usai Lengser dari Presiden, Sampai Pinjam ke Anak

Kisah Pilu Gus Dur tak Punya Uang Sepeser pun Usai Lengser dari Presiden, Sampai Pinjam ke Anak

Lampung | Jum'at, 24 Juni 2022 | 07:35 WIB

Hubungannya Semakin Memanas, Yenny Wahid: Tidak Usah Baper Cak, Saya Bukan PKB Cak Imin

Hubungannya Semakin Memanas, Yenny Wahid: Tidak Usah Baper Cak, Saya Bukan PKB Cak Imin

Bogor | Jum'at, 24 Juni 2022 | 06:10 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×