Dikecam, Serangan Rudal Rusia di Pusat Perbelanjaan yang Dipadati Warga

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 28 Juni 2022 | 11:36 WIB
Dikecam, Serangan Rudal Rusia di Pusat Perbelanjaan yang Dipadati Warga
BBC

Suara.com - Sedikitnya 16 orang meninggal dunia dalam serangan rudal di sebuah pusat perbelanjaan di kota Kremenchuk, Ukraina.

Sekitar 1.000 orang warga sipil diperkirakan berada di pusat perbelanjaan yang ramai pada saat serangan terjadi sekitar pukul 15:50 waktu setempat, kata Presiden Volodymyr Zelensky.

Para pemimpin kelompok negara-negara G7 - yang menggelar pertemuan di Jerman - mengutuk serangan itu sebagai "tindakan keji".

"Serangan membabi buta terhadap warga sipil tak berdosa merupakan kejahatan perang," kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama.

Rusia disalahkan atas serangan itu, yang juga melukai sedikitnya 59 orang, dan ada kekhawatiran jumlah korban meninggal dunia akan terus meningkat.

Foto-foto yang beredar di dunia maya memperlihatkan bangunan pertokoan itu dilalap api dan asap hitam mengepul di atasnya.

"Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Ini adalah tindakan teror yang nyata dan sinis terhadap penduduk sipil," kata gubernur setempat, Dmytro Lunin di layanan pesan singkat Telegram. Dia juga menyebut serangan ini sebagai "kejahatan perang".

Layanan Darurat Ukraina, yang terus memperbarui jumlah korban yang meninggal dan terluka, mengatakan 57 unit pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api.

Foto-foto yang diunggah di halaman Telegram memperlihatkan sebagian bangunan itu menghitam dan hangus serta atapnya ambruk.

Baca juga:

Dalam satu video yang diambil tidak lama setelah serangan, seorang pria terdengar berteriak: "Apakah ada yang hidup... ada yang hidup?" Segera setelah ambulans tiba untuk membawa yang terluka ke rumah sakit.

Tetapi masih ada orang yang hilang, dan saat malam tiba, para anggota keluarga berkumpul di sebuah hotel di seberang jalan. Di sana tim penyelamat telah mendirikan posko, untuk menunggu perkembangan setiap berita.

Lampu dan generator dibawa ke lokasi sehingga para petugas penyelamat dapat melanjutkan pencarian semalaman, lapor kantor berita Reuters.

Kota Kremenchuk terletak sekitar 130 kilometer dari wilayah yang dikuasai Rusia.

Presiden Zelensky mengatakan pusat perbelanjaan itu tidak memiliki nilai strategis bagi Rusia dan tidak berbahaya bagi pasukan pendudukannya - "hanya upaya warga untuk menjalani kehidupan normal, yang membuat marah penjajah".

Dia menggambarkan serangan itu sebagai salah satu "tindakan teroris paling memalukan dalam sejarah Eropa".


'Bau asap di seluruh penjuru kota'

Sophie Williams, BBC News, Kremenchuk

Di sini, di Kremenchuk, Anda masih bisa mencium bau asap di seluruh penjuru kota beberapa jam setelah serangan rudal di sebuah pusat perbelanjaan.

Yang tersisa hanyalah cangkang bangunan yang hancur lebur.

Area itu amat sunyi, satu-satunya suara adalah suara tim penyelamat yang memindahkan puing-puing ketika mereka mencari korban di bawahnya.

Seorang pejabat memberi tahu kami bahwa api berhasil dipadamkan sepenuhnya tetapi asap masih mengepul dari gedung.

Pusat perbelanjaan itu dihantam pada pukul 16:00 waktu setempat dan belum jelas berapa banyak orang yang berada di dalam ketika itu terjadi. Tetapi ada kekhawatiran bahwa jumlah korban meninggal dunia bisa meningkat.

Pimpinan Angkatan Udara Ukraina mengatakan pusat perbelanjaan itu dihantam rudal Kh-22 yang diluncurkan dari pesawat pembom jarak jauh Tu-22M3 - namun BBC tidak dapat memverifikasi klaim ini.


'Saya kehabisan kata-kata'

"Pusat perbelanjaan itu baru saja dihancurkan. Sebelumnya kami diserang di pinggiran kota, dan kali ini, serangannya di pusat kota," seorang saksi mata, Vadym Yudenko, berujar kepada BBC.

"Saya kehabisan kata-kata," tambahnya. "Saya tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi di kota saya."

Serangan rudal itu terjadi ketika para pemimpin G7, yaitu Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, AS, dan Inggris bertemu di Jerman, guna membahas - antara lain - sanksi keras terhadap Rusia.

Selain mengutuk keras serangan itu, sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh para pemimpin Barat, yang bersumpah untuk "terus memberikan dukungan keuangan, kemanusiaan, serta militer untuk Ukraina, selama diperlukan."

Rusia belum menanggapi serangan itu, dan selalu membantah menargetkan warga sipil.

Kota Kremenchuk, yang terletak di Provinsi Poltava, adalah salah satu kota industri terbesar di Ukraina, dengan populasi hampir 220.000 orang dalam sensus 2021.

Ini bukan pertama kalinya kota itu terkena serangan rudal - ada satu serangan yang tercatat pada April dan 10 hari yang lalu di kilang minyak terdekat.

Baca juga:


Beberapa jam setelah pusat perbelanjaan itu menjadi sasaran, delapan orang warga sipil meninggal dan 21 lainnya terluka, saat mereka antre untuk mendapatkan pasokan air di kota Lysychansk, ujar gubernur setempat, Serhiy Haidai.

Dia baru saja memerintahkan warga sipil untuk segera mengungsi karena "ada ancaman nyata bagi kehidupan dan kesehatan".

Lysychansk adalah kota besar terakhir yang masih dikuasai pasukan Ukraina di Provinsi Luhansk, setelah Rusia mengambil alih kota kembarnya, Severodonetsk.

Berbicara setelah serangan pusat perbelanjaan itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, menyebutnya sebagai "kejadian terbaru dalam serangkaian tindakan kejam".

Adapun Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan akan memperkuat aliansi negara-negara Barat untuk mendukung Ukraina.

"Serangan mengerikan ini sekali lagi menunjukkan tindakan amat kejam dan barbarisme," kata Johnson.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Isi Saldo DANA Melalui Aplikasi BRImo

Cara Isi Saldo DANA Melalui Aplikasi BRImo

Bri | Selasa, 07 April 2026 | 12:46 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Seskab Teddy: Tunggu Saja, Presiden yang Akan Umumkan

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Seskab Teddy: Tunggu Saja, Presiden yang Akan Umumkan

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:42 WIB

Fantastis! Guru Ini Dapat Gaji Rp60 Juta Per Bulan, Kok Bisa? Begini Cara Legalnya

Fantastis! Guru Ini Dapat Gaji Rp60 Juta Per Bulan, Kok Bisa? Begini Cara Legalnya

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:39 WIB

Boleh Dicuci seperti Reza Arap? Ini Cara Membersihkan iPhone yang Benar

Boleh Dicuci seperti Reza Arap? Ini Cara Membersihkan iPhone yang Benar

Tekno | Selasa, 07 April 2026 | 12:39 WIB

Sekolah Musik Honiak Iran Hancur Kena Rudal Israel, Pemilik: Aset 15 Tahun Lenyap dalam Semalam

Sekolah Musik Honiak Iran Hancur Kena Rudal Israel, Pemilik: Aset 15 Tahun Lenyap dalam Semalam

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:38 WIB

Ironi Lift JPO Ikonik di Jaksel: Dulu Dibanggakan, Kini Macet Tak Berfungsi

Ironi Lift JPO Ikonik di Jaksel: Dulu Dibanggakan, Kini Macet Tak Berfungsi

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:36 WIB

Update Harga Sepatu Nike Air Max Termurah, 7 Seri ini Diskon 20 Persen di Website Resmi!

Update Harga Sepatu Nike Air Max Termurah, 7 Seri ini Diskon 20 Persen di Website Resmi!

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 12:33 WIB

7 Parfum Lokal Wangi Citrus yang Segar dan Ampuh Bangkitkan Mood

7 Parfum Lokal Wangi Citrus yang Segar dan Ampuh Bangkitkan Mood

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 12:33 WIB

Nego Buntu, Trump Ancam Serang Wilayah Sipil Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup

Nego Buntu, Trump Ancam Serang Wilayah Sipil Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 12:32 WIB

35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 April 2026, Hadiah FC Points hingga Pemain OVR 117

35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 April 2026, Hadiah FC Points hingga Pemain OVR 117

Tekno | Selasa, 07 April 2026 | 12:42 WIB

Terkini

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Seskab Teddy: Tunggu Saja, Presiden yang Akan Umumkan

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Seskab Teddy: Tunggu Saja, Presiden yang Akan Umumkan

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:42 WIB

Fantastis! Guru Ini Dapat Gaji Rp60 Juta Per Bulan, Kok Bisa? Begini Cara Legalnya

Fantastis! Guru Ini Dapat Gaji Rp60 Juta Per Bulan, Kok Bisa? Begini Cara Legalnya

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:39 WIB

Sekolah Musik Honiak Iran Hancur Kena Rudal Israel, Pemilik: Aset 15 Tahun Lenyap dalam Semalam

Sekolah Musik Honiak Iran Hancur Kena Rudal Israel, Pemilik: Aset 15 Tahun Lenyap dalam Semalam

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:38 WIB

Ironi Lift JPO Ikonik di Jaksel: Dulu Dibanggakan, Kini Macet Tak Berfungsi

Ironi Lift JPO Ikonik di Jaksel: Dulu Dibanggakan, Kini Macet Tak Berfungsi

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:36 WIB

AS - Israel Mau Bikin Iran Mandul Nuklir

AS - Israel Mau Bikin Iran Mandul Nuklir

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:24 WIB

Viral Motor BGN untuk Program MBG, Dadan Hindayana: Jumlahnya Bukan 70 Ribu Unit!

Viral Motor BGN untuk Program MBG, Dadan Hindayana: Jumlahnya Bukan 70 Ribu Unit!

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:23 WIB

Bak Langit dan Bumi, Ini Perbedaan Gaji Tamtama Polisi Vietnam vs Indonesia

Bak Langit dan Bumi, Ini Perbedaan Gaji Tamtama Polisi Vietnam vs Indonesia

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:22 WIB

KPK Buka Peluang Periksa Ono Surono Usai Penggeledahan Rumahnya

KPK Buka Peluang Periksa Ono Surono Usai Penggeledahan Rumahnya

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:16 WIB

Baleg DPR Kaji Badan Baru Pengelola Data Nasional di RUU SDI

Baleg DPR Kaji Badan Baru Pengelola Data Nasional di RUU SDI

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:11 WIB

Perbaikan Plafon Terminal 3 Soekarno-Hatta Ditargetkan Rampung Dua Hari

Perbaikan Plafon Terminal 3 Soekarno-Hatta Ditargetkan Rampung Dua Hari

News | Selasa, 07 April 2026 | 11:59 WIB