facebook

Survei Kecemasan Anak Muda Tinggi Soal Perubahan Iklim, PAN Gagas Gerakan Birukan Langit Indonesia

Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh
Survei Kecemasan Anak Muda Tinggi Soal Perubahan Iklim, PAN Gagas Gerakan Birukan Langit Indonesia
Waketum PAN Bima Arya saat konferensi pers program Birukan Langit Indonesia di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2022). [Suara.com/Ummi Hadyah]

Waketum PAN Bima Arya mengungkapkan perubahan iklim tak hanya menjadi isu nasional, tetapi kini sudah menjadi juga global.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya mengungkapkan perubahan iklim tak hanya menjadi isu nasional, tetapi kini sudah menjadi juga global.

Dalam sebuah survei, Bima Arya memperlihatkan kecemasan tinggi anak muda tentang perubahan iklim.

"Sebuah survei memperlihatkan kecemasan tinggi yang dialami kaum muda tentang perubahan iklim. Mereka mengaku sangat khawatir akan nasib generasi mendatang," ujar Bima Arya di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2022).

Lantaran itu, Bima Arya mengemukakan, jika PAN menggagas gerakan 'Birukan Langit Indonesia'. Bima Arya menuturkan gerakan tersebut digagas menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN.

Baca Juga: Manut Perintah RK, Bima Arya Segel Holywings di Bogor Gegara Simpan Ratusan Miras Berkadar 40 Persen

Wali Kota Bogor itu menyebut gerakan tersebut untuk mewadahi ide, gagasan dan aksi para kawula muda, untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya lingkungan hidup dan bangga menggunakan produk lokal (local pride).

Sehingga dengan pendekatan yang beragam dan kekinian, diharapkan para generasi muda bisa ikut ambil bagian dan terinspirasi dalam gerakan 'Birukan Langit Indonesia'.

"Climate change, global warming, pengelolaan sampah ini sangat penting. Kalau tidak dilakukan dari sekarang, maka para anak muda ini tidak akan menjadi generasi emas di 2045," ucap dia.

Tak hanya itu, Bima Arya mengungkapkan dari hasil survei yang didapat, mayoritas kalangan muda dari generasi Z yaitu 17 sampai 26 tahun dan millenial 27 sampai 35 tahun, lebih peduli terhadap isu lingkungan atau pembangunan yang berkelanjutan dari pada pertumbuhan ekonomi.

"Generasi Z dan milenial ini peduli banget. Bahkan, dalam survei tersebut kalau ditanya pilih economy growth atau sustainable development? anak-anak muda lebih memilih pembangunan yang berkelanjutan," katanya.

Baca Juga: Tanpa Voting, PAN Tunjuk Yandri Susanto untuk Jadi Wakil Ketua MPR RI

Bima Arya juga menyatakan, kepedulian terhadap isu perubahan iklim harus menjadi perhatian para politisi dalam mengambil kebijakan.

Komentar