facebook

PB HMI Desak Pemerintah Hukum Manajemen dan Tutup Semua Holywings di Indonesia

Stefanus Aranditio | Fakhri Fuadi Muflih
PB HMI Desak Pemerintah Hukum Manajemen dan Tutup Semua Holywings di Indonesia
Suasana Holywings Tanjung Duren Jakarta Barat usai di segel Satpol PP Jakarta Barat, Selasa (28/6/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

Ketua Bidang Pemberdayaan Umat PB HMI Husnul Qari mengatakan bahwa promosi ini melukai perasaan umat. Apalagi, yang digunakan adalah nama Muhammad dan Maria untuk promo miras.

Suara.com - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendesak Pemerintah agar segera mencabut izin usaha seluruh gerai Holywings di Indonesia. Hal ini merupakan permintaan atas program promosi yang memberikan minuman keras (miras) gratis bagi pemilik nama Muhammad dan Maria.

Ketua Bidang Pemberdayaan Umat PB HMI Husnul Qari mengatakan bahwa promosi ini melukai perasaan umat. Apalagi, yang digunakan adalah nama Muhammad dan Maria untuk promosi minuman alkohol.

Ia pun menyayangkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kelalaian ini bukan hanya tanggung jawab karyawan, tetapi juga manajemen Holywings.

"Promosi itu diposting oleh akun resmi Holywings, jadi manajemen juga harus bertanggungjawab, jangan hanya mengorbankan karyawan," ujar Husnul kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga: Manut Perintah RK, Bima Arya Segel Holywings di Bogor Gegara Simpan Ratusan Miras Berkadar 40 Persen

Umat islam juga disebutnya sangat marah dengan adanya program tersebut. Pemerintah dimintanya bertindak tegas dengan mencabut izin seluruh gerai di Indonesia.

"Karena promosi tersebut telah melukai perasaan umat. Kami minta pemerintah bertindak tegas, kalau perlu cabut izin Holywings di seluruh Indonesia," tuturnya.

Kasus Holywingsini disebutnya tidak akan sebesar ini jika tidak mengaitkan nama Nabi Muhammad yang diagungkan umat Islam. Ia meminta tindakan tegas agar ke depannya tidak ada lagi kejadian serupa.

"Begitupun Maria bagi umat Kristiani. Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat, untuk berhati-hati dalam menggunakan simbol agama dalam kegiatan promosi apapun, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pungkasnya.

Baca Juga: Terkait Holywings di Wilayah Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil: Ambil Tindakan Setegas-tegasnya

Komentar