Pakar UGM Bedah Miskonsepsi Ultra-Processed Food di Program MBG

Dwi Bowo Raharjo | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:01 WIB
Pakar UGM Bedah Miskonsepsi Ultra-Processed Food di Program MBG
Focus Group Discussion bertajuk 'Mengoreksi Miskonsepsi tentang sebutan Ultra Processed Food (UPF) dan Dampaknya pada Kebijakan Penyediaan Pangan Olahan dalam Menu MBG' di Auditorium Kamarinjani Soenjoto Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Jumat (13/2/2026). (Suara.com/Hiskia)
  • BGN dan pakar UGM berupaya meluruskan istilah UPF yang diadopsi dari luar negeri karena tidak sesuai standar ilmiah Indonesia.
  • Pakar menyarankan BGN fokus pada kriteria substansial seperti bergizi, aman, dan halal daripada istilah asing UPF.
  • BGN menegaskan program MBG memprioritaskan bahan pangan segar dari petani dan peternak lokal sesuai regulasi.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng para pakar dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk meluruskan kerancuan istilah Ultra-Processed Food (UPF) atau pangan ultra olahan.

Hal itu usai maraknya informasi beredar soal penggunaan UPF pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Eni Harmayani, menilai bahwa istilah UPF yang selama ini beredar merupakan adopsi dari luar negeri. Istilah yang digunakan itu tidak selalu sejalan dengan standar ilmiah di Indonesia.

Ia menekankan perlunya kedaulatan istilah untuk membedakan mana pangan yang benar-benar tidak sehat dan mana yang merupakan hasil teknologi pangan yang aman.

"Jadi ini yang harus kita luruskan karena UPF itu diadopsi dari istilah-istilah di luar. Oleh karena itu, miskonsepsi ini perlu diluruskan. Jadi kita menyarankan BGN untuk tidak menggunakan istilah itu," tegas Eni, ditemui di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Jumat (13/2/2026).

Disampaikan Eni bahwa alih-alih terjebak pada istilah luar, Indonesia sebaiknya fokus pada kriteria yang lebih substansial dalam penyediaan menu MBG.

Penggunaan istilah yang tepat dianggap krusial agar tidak menimbulkan kegaduhan publik yang tidak perlu.

"Kita mempunyai kedaulatan sendiri untuk menggunakan istilah yang sesuai yaitu makanan yang bergizi, sehat, aman, dan halal," ucapnya.

Dampak Stigma Negatif bagi Kebijakan Pangan

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Guru Besar FTP UGM, Sri Raharjo, yang melihat adanya risiko jika publik menyamaratakan semua pangan olahan sebagai UPF yang berbahaya.

Padahal, dalam distribusi pangan skala besar, proses pengolahan tertentu justru menjadi kunci. Terutama untuk menjaga keamanan dan kandungan gizi tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

"Saya khawatir yang diketahui oleh publik ya semuanya yang olahan terus disebut sebagai UPF dan UPF dikonotasikan negatif bagi kesehatan," kata Sri.

"Padahal pangan itu justru bisa disajikan dalam jumlah banyak dengan aman tetap bergizi, itu masih harus ditempuh dengan pengolahan," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Sri menyarankan agar pihak BGN beralih menggunakan istilah 'pangan olahan' yang tetap mengedepankan aspek gizi dan kehalalan.

Hal ini diharapkan dapat menghilangkan keraguan dalam pengambilan kebijakan penyediaan pangan tanpa harus dihantui stigma negatif istilah UPF.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belasan Telur dan Lauk Sering Dibawa Pulang Pekerja MBG, Curhat Istri Picu Amarah Warganet

Belasan Telur dan Lauk Sering Dibawa Pulang Pekerja MBG, Curhat Istri Picu Amarah Warganet

Entertainment | Jum'at, 13 Februari 2026 | 12:45 WIB

Polri Kebut 1.179 Dapur MBG, 2,9 Juta Warga Disasar hingga Pelosok Wilayah 3T

Polri Kebut 1.179 Dapur MBG, 2,9 Juta Warga Disasar hingga Pelosok Wilayah 3T

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 12:24 WIB

Kepala BGN: Publik Berhak Awasi Menu MBG, Kritik Viral Justru Jadi Teguran

Kepala BGN: Publik Berhak Awasi Menu MBG, Kritik Viral Justru Jadi Teguran

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 14:03 WIB

Omzet Perajin Telur Asin Melonjak hingga 4.000 Persen Berkat Program MBG

Omzet Perajin Telur Asin Melonjak hingga 4.000 Persen Berkat Program MBG

News | Senin, 22 Desember 2025 | 08:52 WIB

Terkini

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:15 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:44 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:36 WIB

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:29 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:06 WIB

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:00 WIB

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:58 WIB