facebook

Jalankan Misi Perdamaian ke Ukraina dan Rusia, Pakar Hukum Internasional Sebut Jokowi Lakukan Hal Luar Biasa

Ria Rizki Nirmala Sari | Ummi Hadyah Saleh
Jalankan Misi Perdamaian ke Ukraina dan Rusia, Pakar Hukum Internasional Sebut Jokowi Lakukan Hal Luar Biasa
Presiden Jokowi saat bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Oleksandrovych Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Terlebih dalam kunjungannya Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi.

Suara.com - Pakar Hukum Internasional Universitas Nasional Jakarta Ogiandhafiz Juanda menilai lawatan Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan hal yang luar biasa. Terlebih dalam kunjungannya Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi.

"Ini kan ada ada sesuatu yang luar biasa, ya, bagaimana kemudian Bapak Presiden Joko Widodo tanpa rasa takut (Ke Ukraina dan Rusia)," ujar Ogiandhafiz dalam diskusi bertajuk 'Efek Misi Luar Biasa Jokowi ke Ukraina dan Rusia', Sabtu (2/7/2022).

Ogiandhafiz menuturkan lawatan Jokowi tersebut bertujuan untuk membawa pesan perdamaian.

"Presiden hadir di sana, ingin menunjukkan bahwa perdamaian itu adalah sesuatu yang penting," ucap dia

Baca Juga: One Piece: Apakah Luffy Sekuat Gol D. Roger dan Shirohige?

Meski dalam pertemuan tersebut baik Jokowi-Putin ataupun Jokowi-Zelensky juga membahas isu seputar pangan, energi, Ogiandhafiz menyebut bahwa inti pertemuan Jokowi tersebut, untuk mewujudkan gencatan senjata antara dua negara.

Sebab kata Ogiandhafiz, gencatan senjata sudah berlangsung hampir lima bulan.

"Safari diplomasi ini tujuannya adalah untuk membicarakan topik seputar pangan, ada seputar energi dan sebagainya. Tapi saya yang saya lihat itu adalah sekedar bungkusnya, karena tujuan paling akhirnya adalah bagaimana menciptakan adanya gencatan senjata di antara kedua negara, yang hari ini kita tahu konfliknya sudah begitu lama," ungkap dia.

Karena itu, Ogiandhafiz menegaskan misi Jokowi adalah misi luar biasa. Yakni karena Jokowi membawa misi khusus yang dibungkus dengan hal-hal berkaitan dengan ekonomi pangan, energi dan sebagainya.

"Padahal muaranya untuk menciptakan adanya gencatan senjata diantara kedua negara. Itulah kenapa kemudian presiden tidak hanya mengunjungi satu negara, tapi kemudian dia mengunjungi pertama Ukraina kemudian ditutup dengan kunjungannya di Rusia," katanya.

Baca Juga: Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam: Duet Hokky-Ronaldo Jadi Andalan

Komentar