Sidak Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Soroti Penyempitan Lajur Picu Macet Parah

Vania Rossa | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:42 WIB
Sidak Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Soroti Penyempitan Lajur Picu Macet Parah
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. (Dok. tim humas Hardiyanto Kenneth)
  • Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, sidak proyek Flyover Latumenten akibat keluhan kemacetan parah di Grogol pada Senin (23/2/2026).
  • Kenneth menemukan penyempitan jalan dari tiga lajur menjadi satu dan titik henti angkot yang memperburuk kondisi lalu lintas setempat.
  • Kenneth mendesak Dishub DKI segera mitigasi kemacetan dan mengawasi ketat pengaturan lalu lintas selama pembangunan berlangsung.

Suara.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek pembangunan Flyover Latumenten yang memicu kemacetan parah di kawasan Grogol, Jakarta Barat.

Langkah diambil setelah legislator yang karib disapa Bang Kent ini menerima gelombang keluhan masyarakat yang merasa terganggu dengan penyempitan jalur ekstrem imbas proyek.

"Banyak warga komplain ke saya. Proses pembangunan ini bikin macet luar biasa," beber Kent dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Dari hasil tinjauan lapangan, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini menemukan fakta bahwa ruas Jalan Latumenten yang semula memiliki tiga lajur kini menyusut drastis jadi hanya satu lajur aktif.

Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang, terutama saat memasuki jam sibuk pada pagi dan sore hari.

Selain masalah penyempitan jalan, Kent juga menyoroti titik henti angkot yang dinilai tidak tepat karena berada tepat setelah perlintasan kereta api.

"Ini memperparah kemacetan. Harusnya titik berhenti digeser sedikit ke depan setelah posisi bottleneck, supaya arus kendaraan tetap bergerak," ujar Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI ini.

Arus lalu lintas di kawasan itu semakin semrawut lantaran truk kontainer dan bus berukuran besar masih diizinkan melintasi jalur yang kini telah menyempit.

"Dengan kondisi tinggal satu lajur, ini jelas tidak ideal," tutur Kent.

Kepala BAGUNA DPD PDI Perjuangan Jakarta ini mengingatkan bahwa pengerjaan proyek strategis daerah sepatutnya tidak mengabaikan kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan.

"Kita semua mendukung pembangunan Flyover Latumenten ini karena tujuannya baik, untuk mengurai kemacetan akibat perlintasan kereta. Tapi jangan sampai prosesnya justru menyengsarakan masyarakat setiap hari. Harus ada pengaturan lalu lintas yang lebih tegas, pengawasan di lapangan yang konsisten, dan solusi cepat untuk kendaraan besar maupun titik berhenti angkot," kritiknya.

Kent mendesak Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk segera melakukan mitigasi risiko dan tidak membiarkan persoalan kemacetan ini berlarut-larut tanpa penanganan nyata.

"Saya minta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera cari solusi konkret. Kalau bisa diantisipasi sekarang, kenapa harus tunggu makin parah? Saya akan terus kawal proyek ini sampai benar-benar memberi manfaat bagi warga, bukan malah menambah beban di jalan," tegas dia.

Menanggapi sorotan tajam dari DPRD DKI, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, mengklaim pihaknya telah memberikan imbauan agar masyarakat mencari rute alternatif.

Namun terkait pembatasan kendaraan besar, Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan RI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kalideres Makin Semrawut, Rencana Pembangunan Krematorium Picu Protes Warga Hingga Disorot DPRD DKI

Kalideres Makin Semrawut, Rencana Pembangunan Krematorium Picu Protes Warga Hingga Disorot DPRD DKI

News | Senin, 23 Februari 2026 | 11:48 WIB

DPRD DKI Dorong Penertiban Manusia Gerobak: Tidak Hanya Digusur, Tapi Diberi Pelatihan Agar Mandiri

DPRD DKI Dorong Penertiban Manusia Gerobak: Tidak Hanya Digusur, Tapi Diberi Pelatihan Agar Mandiri

News | Senin, 16 Februari 2026 | 18:33 WIB

Libur Imlek, Ribuan Kendaraan Serbu Puncak

Libur Imlek, Ribuan Kendaraan Serbu Puncak

Foto | Senin, 16 Februari 2026 | 16:38 WIB

Terkini

Deddy Sitorus Respons Ajakan Gibran Ngantor di IKN: Dengan Senang Hati, Tapi Masalahnya...

Deddy Sitorus Respons Ajakan Gibran Ngantor di IKN: Dengan Senang Hati, Tapi Masalahnya...

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:33 WIB

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:27 WIB

Resmi Dilantik Jadi Ketua Ombudsman 20262031, Hery Susanto Siap Benahi Internal Lembaga

Resmi Dilantik Jadi Ketua Ombudsman 20262031, Hery Susanto Siap Benahi Internal Lembaga

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:23 WIB

Tradisi Taklimat Prabowo Dinilai Perkuat Koordinasi Pemerintahan

Tradisi Taklimat Prabowo Dinilai Perkuat Koordinasi Pemerintahan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:18 WIB

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Apa Sebenarnya yang Terjadi dan Apa Risikonya?

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Apa Sebenarnya yang Terjadi dan Apa Risikonya?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:16 WIB

Momen Prabowo Berdiri di Hadapan 'Gunungan' Uang Rp11,4 Triliun di Kejagung

Momen Prabowo Berdiri di Hadapan 'Gunungan' Uang Rp11,4 Triliun di Kejagung

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:15 WIB

Bukan Main! Rp11,4 Triliun Uang Mafia Hutan Masuk Kantong Negara, Disaksikan Presiden Prabowo

Bukan Main! Rp11,4 Triliun Uang Mafia Hutan Masuk Kantong Negara, Disaksikan Presiden Prabowo

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:56 WIB

Akankah KPK Panggil Nusron Wahid Terkait Skandal Kuota Haji? Ini Penjelasan Jubir

Akankah KPK Panggil Nusron Wahid Terkait Skandal Kuota Haji? Ini Penjelasan Jubir

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:55 WIB

Yusril Ungkap Alasan Kasus Andrie Yunus Masih di Pengadilan Militer, Singgung Usulan Hakim Ad Hoc

Yusril Ungkap Alasan Kasus Andrie Yunus Masih di Pengadilan Militer, Singgung Usulan Hakim Ad Hoc

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:54 WIB

Sok Jagoan Pecahkan Mangkok Bakso dan Peras Warga, Preman Tanah Abang Ternyata Lagi Fly Sabu!

Sok Jagoan Pecahkan Mangkok Bakso dan Peras Warga, Preman Tanah Abang Ternyata Lagi Fly Sabu!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:37 WIB