Kekerasan Aparat yang Berulang: Mengurai Jejak Pola Serupa dari Kasus Gamma hingga Arianto

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:39 WIB
Kekerasan Aparat yang Berulang: Mengurai Jejak Pola Serupa dari Kasus Gamma hingga Arianto
Ilustrasi kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian hingga korban meninggal dunia. (Suara.com/Aldie)
baca 10 detik
  • Pelajar 14 tahun, Arianto Tawakal, tewas di Tual pada 19 Februari 2026 akibat hantaman helm dari anggota Brimob Bripda Masias Siahaya.
  • Pihak kepolisian awalannya cenderung mendiskreditkan korban dengan narasi tuduhan balap liar, mengulangi pola kasus kekerasan aparat sebelumnya.
  • Bripda Masias Siahaya dipecat secara tidak hormat (PTDH) dan menghadapi tuntutan pidana maksimal 15 tahun penjara.

Suara.com - Di sebuah sudut rumah di Kota Tual, Maluku Tenggara, Maluku, Moksen Ali duduk termenung, berusaha memahami tragedi yang baru saja merenggut nyawa keponakannya, Arianto Tawakal

"Kalau memang salah, kenapa tidak diberikan pembinaan saja? Kenapa harus dipukul seperti binatang?" gumamnya.

Pagi itu, Kamis, 19 Februari 2026, menjadi hari terakhir bagi Arianto. Pelajar MTs berusia 14 tahun itu tewas di jalanan, bukan karena kecelakaan, melainkan akibat hantaman helm dari seorang anggota Brimob, Bripda Masias Siahaya. 

Tragedi ini bukan sekadar insiden tunggal, melainkan sebuah pengulangan pola yang mengkhawatirkan, menyibak luka lama dan mempertanyakan sejauh mana reformasi telah menyentuh jantung Korps Bhayangkara. 

Loncatan dari Balik Pohon

Adegan tragis itu bermula di ruas jalan menurun dekat RSUD Maren. Nasri Karim (15), kakak Arianto, menuturkan bahwa mereka baru saja berputar arah. Keduanya mengendarai motor masing-masing. Kondisi jalan yang menurun membuat laju motor mereka sedikit kencang. 

"Adik sudah bilang ada polisi di depan," kenang Nasri. 

Dari balik sebatang pohon, Bripda Masias Siahaya tiba-tiba melompat. Tanpa peringatan, ia mengayunkan helm yang dipakainya. Hantaman itu telak mengenai wajah Arianto. 

"Dia masih pegang motor, mata sudah tertutup. Karena kena di wajah, dia hilang kendali," tutur Nasri dengan suara bergetar. 

baca juga

Motor Arianto terus melaju tak terkendali, menyeret kepala pemiliknya di aspal sebelum akhirnya menabrak motor Nasri hingga keduanya tersungkur. Nyawa Arianto tak tertolong saat dilarikan ke rumah sakit. 

Infografis kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian hingga korban meninggal dunia. (Suara.com/Aldie)
Infografis kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian hingga korban meninggal dunia. (Suara.com/Aldie)

Pola yang Berulang: Menyudutkan Korban

Kematian Arianto memicu kemarahan, namun yang lebih menyakitkan bagi keluarga dan para aktivis hak asasi manusia adalah narasi awal yang dibangun aparat. Arianto dituduh terlibat dalam balap liar, sebuah upaya yang dinilai sebagai cara amatir untuk mendelegitimasi korban. 

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid bahkan melihat adanya jejak pola yang sama dengan kasus-kasus sebelumnya. 

"Cara amatir ini mengingatkan kita kepada kekerasan polisi yang merenggut nyawa pelajar di Semarang, Gamma. Alih-alih bertindak tegas, polisi menuduh Gamma terlibat tawuran," ujar Usman.

Hal senada diungkapkan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trauma Dihajar Oknum Aparat, 3 Pegawai SPBU Cipinang Takut Masuk Kerja: Dia Panggil Nama Saya

Trauma Dihajar Oknum Aparat, 3 Pegawai SPBU Cipinang Takut Masuk Kerja: Dia Panggil Nama Saya

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:32 WIB

Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot

Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot

News | Senin, 23 Februari 2026 | 20:48 WIB

Viral Hantaman Helm Oknum Brimob dan Praktik Kekerasan Aparat Yang Mengakar

Viral Hantaman Helm Oknum Brimob dan Praktik Kekerasan Aparat Yang Mengakar

Your Say | Senin, 23 Februari 2026 | 16:44 WIB

Keadilan untuk Arianto Tawakal: Kakak Korban dan 12 Orang Jadi Saksi dalam Sidang Etik Oknum Brimob

Keadilan untuk Arianto Tawakal: Kakak Korban dan 12 Orang Jadi Saksi dalam Sidang Etik Oknum Brimob

News | Senin, 23 Februari 2026 | 14:06 WIB

10 Fakta Pilu Oknum Brimob Aniaya Pelajar Hingga Tewas di Tual Maluku

10 Fakta Pilu Oknum Brimob Aniaya Pelajar Hingga Tewas di Tual Maluku

News | Senin, 23 Februari 2026 | 13:17 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×