facebook

Banjir Rob Rendam Puluhan Rumah di Meulaboh, Warga Selamatkan Harta Benda ke Tempat Aman

Agatha Vidya Nariswari
Banjir Rob Rendam Puluhan Rumah di Meulaboh, Warga Selamatkan Harta Benda ke Tempat Aman
Warga menyelamatkan harta benda saat terjadinya pasang air laut (banjir rob) di pesisir pantai di kawasan Desa Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Ahad (3/7/2022) siang. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Banjir rob rendam puluhan rumah warga di Meulaboh

Suara.com - Banjir rob merendam puluhan rumah warga di Desa Pasir dan Desa Ujong Kalak, Meulaboh, Aceh Barat sejak Minggu pagi hingga siang.

Sejumlah warga terpaksa mengungsikan harta benda mereka ke tempat yang lebih aman untuk menghindari pasang air laut yang bisa menerjang kapan saja.

Kepala Desa (Keuchik) Gampong Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat Romi Saputra di Meulaboh mengatakan bencana alam tersebut terjadi sejak pagi hari usai shalat Subuh.

Sementara ini, hanya rumah warga yang berada di dekat bibir pantai yang terendam banjir rob dengan ketinggian 30 sentimeter.

Baca Juga: Masyarakat di Pesisir Surabaya Diimbau Waspadai Banjir Rob

Pihaknya telah melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak pasang air laut tersebut.

Menurutnya, ada 17 rumah warga yang terkena dampak banjir rob di Desa Gampong Pasir.

“Untuk saat ini baru sekitar 17 rumah warga yang terdata terkena banjir rob di desa kami,” kata Romi Saputra menambahkan.

Pihaknya juga sudah melaporkan bencana alam tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat dan pihak kecamatan, dengan harapan segera mendapatkan penanganan atau bantuan terhadap masyarakat yang terdampak.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat M Hasmi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan sejauh ini aparat desa setempat masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir rob di desa mereka.

Baca Juga: Kerap Terendam Banjir Rob, Kisah Warga Tambaklorok Semarang Meninggikan Rumah hingga Berhutang ke Bank

“Kalau jumlah masyarakat terdampak belum pasti, karena masih dilakukan pendataan,” katanya.

Guna mengantisipasi meluasnya rendaman banjir rob di pemukiman masyarakat, ia bersama warga masih melakukan gotong-royong guna membersihkan saluran utama parit di desa mereka, dengan harapan aliran air laut tidak tergenang di pemukiman masyarakat, tuturnya. (ANTARA)

Komentar