Koalisi Perempuan Beberkan Sektor Pekerja Perempuan yang Rentan Kekerasan dan Pelanggaran HAM

Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:28 WIB
Koalisi Perempuan Beberkan Sektor Pekerja Perempuan yang Rentan Kekerasan dan Pelanggaran HAM
Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati dalam Pertemuan Nasional Bisnis dan HAM Indonesia secara virtual, Selasa (5/7/2022). [Tangkapan layar]

Suara.com - Koalisi Perempuan Indonesia membeberkan sektor-sektor pekerjaan yang memosisikan pekerja perempuan rentan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati mengatakan yang pertama yaitu sektor buruh industri atau pabrik.

Mike menyebut dari sektor pekerjaan perempuan, buruh industri atau pabrik paling banyak mengalami kekerasan seksual. Ia menyebut 93,6 persen dari 437 korban buruh perempuan tidak melaporkan pelecehan seksual yang mereka alami, data tersebut berdasarkan penelitian Perempuan Mahardika.

"Buruh industri, pabrik paling banyak. 93,6 persen dari 437 korban buruh perempuan, tidak melaporkan pelecehan seksual yang mereka alami. Alasannya yakni karena hal itu dianggap wajar," ujar Mike dalam pertemuan Nasional Bisnis dan HAM Indonesia secara virtual, Selasa (5/7/2022).

Lalu kedua, buruh perempuan yang bekerja perkebunan yang rentan terjadi kekerasan seksual. Hal tersebut kata Mike, dikuatkan dengan data Human Right Watch 2012 yang melaporkan bahwa sektor ini masih akrab dengan sektor perbudakan dan rentan terjadi pelecehan seksual.

"Saya juga masih mengecek, ada apakah ada perbaharui ya terkait dengan ini. Karena di sektor ini juga ada yang sifatnya perbudakan, membuat rentan dan kerentanan terjadi pelecehan seksual, bahkan pemerkosaan ya di area perkebunan," papar Mike.

Sektor -sektor pekerjaan yang memposisikan pekerja perempuan yang rentan dan pelanggaran HAM yang ketiga yaitu pekerja rumah tangga, baik domestik maupun migran, pelayanan kapal. Bahkan, kata Mike, beberapa juga ada yang melaporkan dan beberapa kasus mengalami trafficking.

"(Keempat) Pekerja formal, karyawan perkantoran ini banyak sekali misalnya pelanggaran norma kerja atau kebijakan yang bias gender, termasuk kerentanan mengalami pelecehan seksual," ucapnya.

Sektor kelima yang rentan kekerasan dan pelanggaran ham terhadap pekerja perempuan yaitu sektor seni dan budaya dan keenam sektor rumahan.

"Jangan salah, kawan-kawan artis kita ini juga pekerja seni pekerja di sektor produksi seni ya film apa, mereka juga melaporkan bahwa kasus kekerasan kontrak yang tidak jelas itu juga menjadi problem. Pekerja rumahan ini juga jadi yang kami masukkan dan beberapa ada yang lain," ucap Mike.

"Tetapi yang Koalisi Perempuan lihat sejauh ini, ketika kita bicara bagaimana situasi kerentanan dan pelanggaran HAM-nya," sambungnya.

Tak hanya itu, Mike menyebut Koalis Perempuan Indonesia telah melakukan upaya-upaya untuk mencegah adanya terjadinya kekerasan seksual dan pelanggaran ham di tempat kerja. Pertama melakukan upaya pengorganisiran kelompok buruh untuk memperkuat penanganan pencegahan kekerasan di tempat kerja, yakni bagaimana memperkuat kelompok buruh perempuan untuk mengakses layanan.

"Karena banyak pekerja buruh perempuan mendaftar para legal, sehingga ketika mereka mendapatkan kasus mereka bisa bergerak sendiri, meski di dalam perusahaan sulit mendapatkan jaminan untuk bisa mendapatkan keadilan ketika mengalami pelanggaran norma kerja, atau ham dan yang lainnya," ucap Mike.

Koalisi Perempuan Indonesia juga telah berkolaboratif dalam penanganan kasus bersama dengan forum pengadaan dan Serikat Pekerja. Selain itu, pihaknya juga bermitra dengan Kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak membuat mekanisme perlindungan di kawasan industri melalui rumah perlindungan pekerja perempuan atau RP3.

"Mendorong perusahaan membuat peraturan internal atau SOP pencegahan kekerasan," ungkap Mike.

Selain itu Koalisi Perempuan Indonesia mendorong perbaikan sistem outsourcing. Lalu, pihaknya melakukan advokasi kelompok perempuan pekerja tambang batubara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Langkah Mengurangi Diskriminasi pada Transpuan

3 Langkah Mengurangi Diskriminasi pada Transpuan

Your Say | Kamis, 30 Juni 2022 | 13:16 WIB

Peran Ganda, Dilema Berat Bagi Perempuan Karir

Peran Ganda, Dilema Berat Bagi Perempuan Karir

Your Say | Rabu, 29 Juni 2022 | 19:03 WIB

4 Hal yang Menurut Cewek Harusnya Gak Perlu Membuat Cowok Merasa Insecure

4 Hal yang Menurut Cewek Harusnya Gak Perlu Membuat Cowok Merasa Insecure

Your Say | Selasa, 28 Juni 2022 | 18:42 WIB

Bukti Jadi Kendala Proses Hukum Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online

Bukti Jadi Kendala Proses Hukum Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online

Tekno | Kamis, 23 Juni 2022 | 00:28 WIB

Toxic Masculinity, Bukti Patriarki juga Merugikan Laki-laki

Toxic Masculinity, Bukti Patriarki juga Merugikan Laki-laki

Your Say | Rabu, 22 Juni 2022 | 09:58 WIB

Debatkan Soal Diskriminasi terhadap Wanita, Cuitannya Banjir Tanggapan Warganet

Debatkan Soal Diskriminasi terhadap Wanita, Cuitannya Banjir Tanggapan Warganet

News | Rabu, 22 Juni 2022 | 10:33 WIB

Cuti 6 Bulan Dikhawatirkan Menimbulkan Diskrimasi untuk Pekerja Perempuan

Cuti 6 Bulan Dikhawatirkan Menimbulkan Diskrimasi untuk Pekerja Perempuan

News | Selasa, 21 Juni 2022 | 11:40 WIB

Puan Maharani Usul Cuti Melahirkan Jadi 6 Bulan, Selebgram Ini Sebut Justru Merugikan Perempuan

Puan Maharani Usul Cuti Melahirkan Jadi 6 Bulan, Selebgram Ini Sebut Justru Merugikan Perempuan

Hits | Sabtu, 18 Juni 2022 | 16:18 WIB

Kesenjangan Gender Makin Lebar: 23 Persen Pekerja Perempuan Meninggalkan Karier Akibat Pandemi Covid-19

Kesenjangan Gender Makin Lebar: 23 Persen Pekerja Perempuan Meninggalkan Karier Akibat Pandemi Covid-19

Lifestyle | Senin, 13 Juni 2022 | 09:39 WIB

Terkini

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:10 WIB

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

News | Minggu, 26 April 2026 | 15:11 WIB

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:28 WIB

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:25 WIB

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:50 WIB

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:45 WIB

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:25 WIB

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:07 WIB

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

News | Minggu, 26 April 2026 | 12:14 WIB