Suara.com - Seperti namanya puasa Senin-Kamis merupakan puasa sunnah yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Puasa sunnah ini menjadi salah satu di antara ibadah yang memiliki kemuliaan di hadapan Allah Swt. Saat ini umat muslim telah memasuki bulan Dzulhijjah, lantas bagaimana jika puasa Senin Kamis bulan Dzulhijjah?
Puasa Senin Kamis dapat dijadikan sebagai penyempurna pahala ibadah wajib lainnya, hal ini sesuai apa yang di sabdakan oleh Rasullullah SAW, yang artinya:
"Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa." (HR. Tirmidzi)
Seperti yang telah kita ketahui, bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang paling mulia. Di mana umat Islam akan memperingati Hari Raya Idul Adha dan menunaikan ibadah haji serta kurban yang hanya dapat dikerjakan di bulan Dzulhijjah.
Selain itu, terdapat puasa sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat muslim pada saat bulan Dzulhijjah, yaitu puasa 10 hari sebelum Idul Adha, yang mana di tanggal 8 Dzulhijjah disebut dengan puasa Tarwiyah dan tanggal 9 Dzulhijjah adalah puasa Arafah.
Lantas bagaimana dengan puasa Senin Kamis yang bertepatan dengan bulan Dzulhijjah? Para ulama sepakat bahwa puasa Senin Kamis bulan Dzulhijjah sangat diperbolehkan. Bahkan tidak ada larangan untuk menggabungkan puasa Senin Kamis dengan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah. Hal ini berdasarkan pada kitab I’anatut Thalibin:
“Ketahuilah terkadang puasa memiliki dua sebab, seperti terjadinya hari Arafah atau hari Asyura yang bertepatan hari senin atau kamis, atau hari senin dan kamis bertepatan dengan enam hari puasa Syawal, maka sangat dianjurkan untuk berpuasa di hari tersebut untuk menjaga dua sebab itu”.
"Jika berniat puasa untuk keduanya, maka keduanya sama-sama diperoleh, seperti halnya bersedekah kepada keluarga dekat, yaitu bernilai sedekah dan bernilai menyambung silaturrahim.”
Niat Puasa Sunnah Senin Kamis
Seperti ibadah sunnah ataupun wajib lainnya, sebelum menjalankan puasa Senin Kamis Anda juga perlu membaca niatnya terlebih dahulu. Hal ini agar ibadah yang Anda lakukan dapat berjalan dengan lancar dan diberkahi oleh Allah SWT. Berikut ini niat puasa Senin Kamis:
1. Niat Puasa Senin Kamis yang Digabungkan dengan Puasa Dzulhijjah
Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini (yaumil khamis) wa syahri Dzilhijjah Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa
Artinya: Saya niat puasa pada hari Senin atau hari Kamis dan puasa bulan Dzulhijjah, sunah karena Allah Taala.
2. Niat Puasa Senin Kamis
Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatal Lillaahi Ta'aalaa
"Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala,"
Manfaat Puasa Senin Kamis Bulan Dzulhijjah
1. Dapat Terhindar Dari Godaan Setan
Berpuasa Senin Kamis dapat memberikan manfaat bagi yang mengerjakannya. Salah satunya yaitu dapat menghambat jalan setan untuk mempengaruhi jiwa dan raga manusia sehingga mereka tidak bisa memggodanya.
2. Meningkatkan Amalan
Orang yang rajin mengerjalan puasa Senin Kamis terutama di bulan Dzulhijjah maka dapat meningkatkan amalannya. Apalagi jika puasa Senin Kamis rutin dilakukan sepanjang tahun.
3. Menjadi Lebih Disiplin
Dengan puasa Senin Kamis dapat mendorong diri untuk lebih disiplin. Karena jika Anda berpuasa maka akan merasa selalu diawasi oleh Allah SWT sehingga Anda akan lebih berhati-hati dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
4. Menyehatkan Tubuh
Menjalankan puasa secara rutin, seperti puasa Senin Kamis dapat menyehatkan tubuh. Melakukan puasa Senin Kamis juga dapat mengistirahatkan sistem pencernaan tubuh yang selalu melakukan tugasnya setiap harinya. Maka saat berpuasa, sistem pencernaan akan istirahat dan bisa mengumpulkan energi kembali.
5. Menjadi Perisai dan Penguat Jiwa
Jika kita berpuasa maka dapat melatih kesabaran, mengendalikan diri, melatih diri dalam menekan hawa nafsu, serta dapat meningkatkan kemauan untuk melaksanakan kegiatan yang dapat meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Itulah tadi ulasan mengenai puasa Senin Kamis bulan Dzulhijjah. Sebagai muslim yang bertakwa alangkah baiknya jika kita menjalani ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW ini.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari