Fenomena Gajah Sumatera Masuk Perkebungan Warga untuk Cari Makan karena Banyak Alih Fungsi Lahan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 07 Juli 2022 | 14:51 WIB
Fenomena Gajah Sumatera Masuk Perkebungan Warga untuk Cari Makan karena Banyak Alih Fungsi Lahan
Ria anak gajah Sumatera yang lahir di Taman Nasional Tesso Nilo (foto:ist)

Suara.com - Fenomena gajah Sumatera masuk perkebungan warga untuk cari makan dikarenakan banyak alih fungsi lahan. Hal itu dikatakan Koordinator Umum Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) Tony Sumampau.

Banyaknya hutan berubah fungsi menjadi perkebunan dan permukiman berdampak pada kawasan habitat bagi satwa gajah sumatera menjelajah sehingga untuk mencari pakan sangat terbatas.

"Sehingga sering sekali gajah harus memasuki perkebunan masyarakat untuk mendapatkan pakan," kata Tony.

Belakangan sering terjadinya kawanan gajah liar yang merusak perkebunan dan rumah warga.

Tony melihat kondisi perubahan fungsi hutan dimaksud adalah salah satu faktor yang membuat satwa endemik itu kesulitan mendapatkan pakan di habitat alamnya.

"Jika ada kondisi seperti itu, dengan demikian konflik antara gajah dengan manusia tidak dapat dihindari," katanya.

Pada awal Juli 2022, kawanan gajah liar dilaporkan merusak rumah dan perkebunan warga di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Tony Sumampau, yang juga Sekjen Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) itu mengemukakan bahwa kelompok gajah sumatera umumnya terdiri atas 8-15 ekor gajah.

Satwa gajah dipimpin oleh gajah betina yang tua, beberapa ekor jantan sisanya gajah betina dan anak-anak gajah sampai remaja.

baca juga

Gajah remaja jantan yang menjelang dewasa akan diusir dari kelompoknya untuk menghindari perkawinan sesama keluarga di satu kelompok.

"Apabila kelompok gajah memasuki kawasan perkebunan pisang, jagung, padi dan sawit masyarakat, dalam semalam saja mereka dapat meratakan 10 hingga 20 hektare kebun masyarakat, sehingga kita dapat membayangkan betapa besar kerugian yang akan diderita masyarakat," katanya.

Meskipun demikian, menurut dia, lahan yang digunakan oleh masyarakat untuk berkebun pada dasarnya adalah hutan, yang memang menjadi habitat gajah sebelumnya di mana mereka mendapatkan pakan berupa rumput, semak belukar dan dedaunan dari pohon pohon yang berada di hutan tersebut.

Dengan demikian perubahan fungsi hutan menjadi perkebunan akan mengurangi ruang jelajah untuk gajah mendapatkan pakan.

Sehingga konflik antara masyarakat dan gajah atau dengan satwa liar lainnya tidak dapat dihindari.

Gajah Sumatera merupakan satwa yang sangat cerdas, mereka juga memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat kuat.

"Sejauh habitat mereka tidak terganggu, kawanan kelompok gajah akan menjelajah dari satu daerah ke daerah lain secara rutin untuk mendapatkan pakan," katanya.

Untuk itu, dibutuhkan sinergi antara semua pemangku kepentingan terkait, baik pemerintah dan masyarakat dan lainnya guna mencari solusi untuk penanganan yang komprehensif, demikian Tony Sumampau. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kado Kemerdekaan dari Alam, Anak Gajah Sumatera Lahir di Sumsel

Kado Kemerdekaan dari Alam, Anak Gajah Sumatera Lahir di Sumsel

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan

Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:32 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Aktivis Internasional Apresiasi Prabowo Jadi Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah

Aktivis Internasional Apresiasi Prabowo Jadi Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:00 WIB

Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat

Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:12 WIB

Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!

Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 22:18 WIB

Cegah Kematian Gajah Sumatera Akibat EEHV, Kemenhut Gandeng Vantara dari India

Cegah Kematian Gajah Sumatera Akibat EEHV, Kemenhut Gandeng Vantara dari India

News | Senin, 22 Desember 2025 | 20:05 WIB

Empat Gajah BKSDA Aceh Dikerahkan Bersihkan Puing Pascabanjir di Pidi Jaya

Empat Gajah BKSDA Aceh Dikerahkan Bersihkan Puing Pascabanjir di Pidi Jaya

Video | Sabtu, 13 Desember 2025 | 16:00 WIB

Ketika Para Gajah Bantu Bersihkan Puing Bencana di Pidie Jaya

Ketika Para Gajah Bantu Bersihkan Puing Bencana di Pidie Jaya

Foto | Selasa, 09 Desember 2025 | 12:00 WIB

Viral Gajah Sumatera Terseret Banjir, Angka Populasinya Dipertanyakan

Viral Gajah Sumatera Terseret Banjir, Angka Populasinya Dipertanyakan

Video | Selasa, 02 Desember 2025 | 11:03 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×