Mensos Klaim Masyarakat Miskin Sambut Baik Sekolah Rakyat: Malah Ada yang Ngajak Saudaranya

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Jum'at, 09 Mei 2025 | 23:09 WIB
Mensos Klaim Masyarakat Miskin Sambut Baik Sekolah Rakyat: Malah Ada yang Ngajak Saudaranya
Mensos Saifullah Yusuf. [Suara.com/Lilis]

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyebut tak sulit mengajak masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar anak-anaknya melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menyebutkan bahkan ada orang tua calon siswa yang secara sukarela mempromosikan Sekolah Rakyat kepada kerabatnya.

Kendati senang dengan antusiasme masyarakat, Gus Ipul menegaskan kalau siswa Sekolah Rakyat akan diseleksi berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Mereka (orang tua siswa) rata-rata malah ngajak saudaranya atau teman-temannya gitu. Tapi tetap pedoman kita di DTSEN yang di desil satu utamanya," kata Gus Ipul ditemui di Kantor Kemensos, Jakarta, Jumat 9 Mei 2025.

Dalam proses seleksi calon siswa saat ini bahkan disebut telah ada 8 ribu anak yang terdaftar dan masih dalam tahap konfirmasi data administrasi.

Gus Ipul mengklaim, telah mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat berdasarkan kunjungannya ke berbagai daerah.

"Saya sudah ketemu di beberapa titik dengan orangtua calon siswa itu. Di Temanggung, kemarin di Makassar. Sebelumnya saya juga ketemu di Sumatera Barat, di Padang. Jadi antusias sekali. Mereka senang dan sangat mendukung jika anak-anaknya bisa sekolah di sekolah rakyat," tuturnya.

Proses seleksi calon siswa itu dilakukan dengan metode jemput bola dari pihak Kemensos.

Kemensos datang langsung meninjau tempat tinggal calon siswa dan menyamakannya dengan catatan sementara yang ada di DTSEN.

baca juga

Gus Ipul menambahkan, pemerintah juga mencari tahu pengjasilan dari setiap keluarga itu untuk memastikan kalau mereka termasuk kelompok miskin atau miskin ekstrem.

Sebelumnya diberitakan, Gus Ipul menyampaikan bahwa jumlah lokasi untuk Sekolah Rakyat berpotensi bertambah.

Dari 65 lokasi yang telah terverifikasi, diproyeksikan akan bertambah menjadi 100 lokasi hingga akhir kuartal ini.

Penambahan lokasi itu memungkinkan capaian daya tampung di Sekolah Rakyat jadi mencapai 10.000 siswa.

Sesuai pesan Presiden Prabowo, Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat harus dapat menampung sebanyak mungkin siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Tujuannya untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanpa Tes Akademik, Kemensos Mulai Seleksi 8 Ribu Calon Siswa Sekolah Rakyat

Tanpa Tes Akademik, Kemensos Mulai Seleksi 8 Ribu Calon Siswa Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 09 Mei 2025 | 17:39 WIB

Lokasi Bertambah, Kemensos Proyeksi 10 Ribu Siswa Miskin Masuk Sekolah Rakyat

Lokasi Bertambah, Kemensos Proyeksi 10 Ribu Siswa Miskin Masuk Sekolah Rakyat

News | Selasa, 06 Mei 2025 | 19:02 WIB

Klaim 5 Ribu Anak Daftar ke Sekolah Rakyat, Begini Pesan Mensos Gus Ipul ke Para Ortu Calon Siswa

Klaim 5 Ribu Anak Daftar ke Sekolah Rakyat, Begini Pesan Mensos Gus Ipul ke Para Ortu Calon Siswa

News | Selasa, 06 Mei 2025 | 09:08 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×