Cerita Korban Mafia Tanah, Bergelut dengan BPN di Ruang Sidang Sejak 30 Tahun Lalu

Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 16 Juli 2022 | 15:20 WIB
Cerita Korban Mafia Tanah, Bergelut dengan BPN di Ruang Sidang Sejak 30 Tahun Lalu
Seorang warga asal Makassar, Mukhtar Tompo, menceritakan kisahnya bergelut dengan mafia tanah melalui diskusi daring, Sabtu (16/7/2022). (Tangkap Layar Youtube)

Suara.com - Seorang warga asal Makassar, Mukhtar Tompo, memperjuangkan lahan seluas 56 hektare yang direbut oleh mafia tanah sejak 30 tahun lalu. Mukhtar menyebut kalau lahan yang dibeli oleh ayahnya itu diserobot oleh pejabat yang bekerja sama dengan pihak Badan Pertanahan Negara (BPN).

Ceritanya, sang ayah membeli tanah hamparan di wilayah Makassar pada 1961. Tanah yang dibeli dengan harga sekitar Rp 500 juta itu dibeli melalui hasil lelang negara.

Mukhtar mengatakan kalau sang ayah sempat mengajukan perpanjangan jangka waktu Hak Guna Usaha (HGU) untuk lahan tersebut sebelum masa sebelumnya berakhir. Pengajuan dilakukan ke BPN Makassar hingga ke tingkat kementerian.

Belum sempat memperoleh informasi kalau perpanjangan HGU itu diterima, pihak keluarga Mukhtar malah diberitahu kalau lahan tersebut sudah dibagi-bagi berdasarkan surat keputusan (SK) gubernur pada 1992.

"Dengan dasar informasi seolah-olah dia punya kewenangan bagi-bagi tanah itu," kata Mukhtar dalam diskusi daring bertajuk "Mafia Tanah Bikin Gerah" pada Sabtu (16/7/2022).

Karena merasa haknya direbut, keluarga Mukhtar lantas menggugatnya kepada PTUN. Ia mengaku memenangkan gugatan tersebut.

Menurut Mukhtar, dalam persidangan terungkap kalau BPN mengeluarkan produk di atas tanah bersengketa tersebut. Akhirnya pihak keluarga kembali mengajukan gugatan dan BPN menjadi tergugat pada 1994.

"Di 1994 BPN menjadi tergugat utama dalam proses pengambilalihan tanah kami ini secara administratif oleh BPN," ucapnya.

Setidaknya, pihak keluarga Mukhtar telah melalui tujuh putaran persidangan untuk kembali mengambil alih lahannya yang sudah diserobot itu. Ia menyebut pihak BPN Makassar dan BPN Sulawesi Selatan pernah mengajukan peninjauan kembali (PK) karena kalah dalam persidangan.

baca juga

"Jadi ada putusan (sidang) 1993. 1994, 1995, 1998, 1999 sampai ke posisi MA mereka PK lagi kami dimenangkan lagi," terangnya.

Majelis hakim pada satu persidangan menyatakan kalau tanah yang dimiliki oleh keluarga Mukhtar itu sesuai dengan HGU dan bukan terlantar. Dengan demikian, negara tidak langsung menjadikan lahan itu sebagai milik negara.

Selain itu, hakim juga mengungkapkan kalau perbuatan yang dilakukan pihak BPN bertentangan dengan sejumlah legislasi. Hakim juga memerintahkan BPN untuk menerbitkan sertifikat lahan milik keluarga Mukhtar.

Mukhtar tidak dapat menyembunyikan kekesalannya lantaran pihak yang harus dihadapi itu justru dari pihak negara.

"Kita berhadapan dengan negara, jadi, saya ini karena ini judulnya mafia tanah, justru saya melihat mafia tanah ini memperalat negara, negara menipu negara, karena oknumnya pelakunya adalah pejabat negara," tuturnya.

"Saya berani mengatakan karena tanah yang kami miliki ini telah kami menangkan ini murni ini betul-betul penyerobotan BPN bekerja sama dengan pemerintah Sulsel."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komite Reforma Agraria Sumsel Apresiasi Penangkapan Kepala Kantor ATR/BPN Kota Palembang

Komite Reforma Agraria Sumsel Apresiasi Penangkapan Kepala Kantor ATR/BPN Kota Palembang

Sumsel | Sabtu, 16 Juli 2022 | 13:58 WIB

5 Fakta Baru Kasus Mafia Tanah, Sudah Berapa Pejabat yang Disikat?

5 Fakta Baru Kasus Mafia Tanah, Sudah Berapa Pejabat yang Disikat?

News | Sabtu, 16 Juli 2022 | 12:57 WIB

Sejak Awal Dilantik, Menteri Hadi Tjahjanto Sudah Wanti-Wanti Raja Juli Antoni Soal Mafia Tanah

Sejak Awal Dilantik, Menteri Hadi Tjahjanto Sudah Wanti-Wanti Raja Juli Antoni Soal Mafia Tanah

News | Sabtu, 16 Juli 2022 | 12:08 WIB

BMKG : Mamuju, Makassar Hingga Manado Diperkirakan Hujan

BMKG : Mamuju, Makassar Hingga Manado Diperkirakan Hujan

Sulsel | Sabtu, 16 Juli 2022 | 09:32 WIB

Pemprov Sulsel Ingin Tuntaskan Lokasi Pembangunan Rel Kereta Api Makassar - Maros Bulan Ini

Pemprov Sulsel Ingin Tuntaskan Lokasi Pembangunan Rel Kereta Api Makassar - Maros Bulan Ini

Sulsel | Jum'at, 15 Juli 2022 | 16:43 WIB

Terkini

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:35 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

×