Sukses Gulingkan Presiden Rajapaksa, Rakyat Sri Lanka Belum Bisa Tenang: Masih Banyak Yang Harus Dilakukan

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 18 Juli 2022 | 09:58 WIB
Sukses Gulingkan Presiden Rajapaksa, Rakyat Sri Lanka Belum Bisa Tenang: Masih Banyak Yang Harus Dilakukan
Ribuan warga Sri Lanka gelar aksi demo di kantor Presiden. (Foto: AFP)

Suara.com - Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri dari istananya, sesaat sebelum para pengunjuk rasa memasuki kediaman resminya dan pada hari Kamis (14/7) ia mengundurkan diri.

Kesalahan dalam mengelola keuangan Sri Lanka itu dianggap menjadi penyebab kekacauan, yang memaksa 22 juta orang kekurangan makanan, bahan bakar dan obat-obatan sejak akhir tahun lalu.

Kampanye untuk menggulingkan Rajapaksa, terutama dilakukan melalui Facebook, Twitter dan TikTok, menarik orang-orang dari seluruh etnis di Sri Lanka yang sering terpecah belah. Rasa bersatu akibat kesulitan ekonomi yang dihadapi minoritas Tamil dan Muslim bergabung dengan mayoritas Sinhala untuk menuntut penggulingan klan Rajapaksa yang selama ini sangat berkuasa di negara itu.

Gerakan itu dimulai sebagai protes dua hari pada 9 April, ketika puluhan ribu orang mendirikan kemah di depan kantor Rajapaksa, kerumunan itu jauh lebih besar dari yang diperkirakan penyelenggara.

"Ketika saya mendengar berita dan melihat apa yang terjadi di sini, saya memutuskan, saya harus datang dan membantu mereka," kata Nilu, seorang guru dari kota pantai di selatan Sri Lanka kepada AFP.

Ia menambahkan, "Sri Lanka adalah negara yang sangat indah. Jadi, kami menginginkan seorang presiden yang dapat melindungi negara kami dan rakyatnya, presiden yang dapat berbuat lebih baik, orang seperti itulah yang kami butuhkan saat ini."

Guru berusia 26 tahun itu tinggal di kamp bulan lalu dan termasuk di antara puluhan sukarelawan yang bekerja di tenda-tenda yang kini berjajar di bagian jalan raya pinggir laut.

Sebuah dapur umum menyajikan makanan untuk orang-orang yang membutuhkan, yang mengunjungi lokasi itu pada malam hari dan mengantri di samping papan poster yang merinci berbagai tuduhan korupsi dan kekerasan yang mengaitkannya dengan keluarga Rajapaksa.

Seorang pegiat berusia 42 tahun, Prathibha Fernando mengatakan, "Bagian utama perjuangan kami adalah mengusir Gota (Gotabaya Rajapaksa). Tetapi ini belum selesai, masih banyak yang harus dilakukan."

Di bawah UU Sri Lanka, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe secara otomatis diangkat sebagai penjabat presiden setelah pengunduran diri Rajapaksa.

Ia sekarang adalah kandidat utama untuk menggantikan Rajapaksa secara tetap dalam pemungutan suara parlemen pekan depan. Tetapi politisi veteran itu dibenci oleh para pengunjuk rasa dan menganggap dirinya sebagai sekutu keluarga Rajapaksa, empat bersaudara yang menguasai politik negara pulau itu selama bertahun-tahun.

Kini partai SLPP yang dikuasai Rajapaksas memiliki lebih dari 100 anggota di parlemen dengan total 225 kursi, dan mereka mendukung Wickremesinghe dalam pemungutan suara yang dijadwalkan Rabu. (Sumber: VOA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Diminta Jangan Anggap Enteng Ancaman Resesi, Nasibnya Bisa Sama dengan Sri Lanka

Sri Mulyani Diminta Jangan Anggap Enteng Ancaman Resesi, Nasibnya Bisa Sama dengan Sri Lanka

Bisnis | Minggu, 17 Juli 2022 | 15:22 WIB

Daftar Pemimpin Negara Resign Selain Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa

Daftar Pemimpin Negara Resign Selain Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa

News | Minggu, 17 Juli 2022 | 10:36 WIB

Rajapaksa Mengaku Sudah Tempuh Apapun untuk Atasi Krisis Ekonomi di Sri Lanka

Rajapaksa Mengaku Sudah Tempuh Apapun untuk Atasi Krisis Ekonomi di Sri Lanka

News | Sabtu, 16 Juli 2022 | 15:08 WIB

Kronologi Jatuhnya Pemerintahan Sri Lanka: Hari Bersejarah Bagi Perjuangan Rakyat

Kronologi Jatuhnya Pemerintahan Sri Lanka: Hari Bersejarah Bagi Perjuangan Rakyat

Video | Senin, 18 Juli 2022 | 09:00 WIB

Warga Sri Lanka Rayakan Pengunduran Diri Gotabaya Rajapaksa dengan Kembang Api

Warga Sri Lanka Rayakan Pengunduran Diri Gotabaya Rajapaksa dengan Kembang Api

| Jum'at, 15 Juli 2022 | 19:47 WIB

Luhut Sindir Orang yang Sebut Nasib Indonesia Akan Seperti Sri Lanka Sedang Sakit Jiwa

Luhut Sindir Orang yang Sebut Nasib Indonesia Akan Seperti Sri Lanka Sedang Sakit Jiwa

| Jum'at, 15 Juli 2022 | 18:47 WIB

Luhut: Kalau Ada yang Samakan Indonesia Dengan Sri Lanka Itu Sakit Jiwa

Luhut: Kalau Ada yang Samakan Indonesia Dengan Sri Lanka Itu Sakit Jiwa

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2022 | 17:39 WIB

Terkini

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:00 WIB

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:33 WIB