Suara.com - Data Komisi Pemilihan Umum Australia menunjukkan, Partai Legalisasi Ganja (Legalise Cannabis Party) hampir menggandakan jumlah perolehan suaranya pada pemilu federal Australia pada Mei lalu, ketika para pemimpin partai mengatakan lebih banyak pemilih mendukung reformasi hukum seputar narkoba.
Menurut Presiden Partai Legalisasi Ganja, Michael Balderstone, mereka memperoleh 501.421 suara dari pilihan utama (primary votes) dari sistem penghitungan suara preferensi di mana pemilih memberikan suara bukan hanya kepada satu partai.
Perolehan ini hampir dua kali lebih banyak daripada yang diperolehnya pada pemilihan federal tiga tahun lalu.
Program kerjanya termasuk mengubah undang-undang mengemudi yang terkait narkoba, memungkinkan orang Australia menanam ganja, dan mengurangi biaya ganja medis.
Michael Balderstone mengatakan hasil pemilu ini menunjukkan perkembangan dukungan untuk perubahan.
"Setengah juta suara utama ini telah menunjukkan reformasi untuk membakar bong ganja sudah dimulai," katanya.
"Pemungutan suara senat Queensland yang dipimpin oleh pengacara Bernie Bradley mendapat 161.899 suara utama dan karena itu setara dengan 5,37 persen, dia telah melampaui batas 4 persen, sehingga kami akan mendapatkan dana pemilu," katanya.
Mengincar pemilu di negara bagian
Secara federal, partai tersebut terdaftar di Queensland, Australia Selatan, dan Australia Barat, dengan rencana untuk didirikan di Northern Territory.
Michael Balderstone mengatakan fokus berikutnya adalah pemilihan negara bagian yang akan datang di negara bagian Victoria, yang beribu kota Melbourne, dan New South Wales.
Ada dorongan untuk membentuk Partai Legalisasi Ganja Victoria untuk pemilihan negara bagian Victoria pada bulan November mendatang.
Partai tersebut juga telah terdaftar untuk bertarung dalam pemilihan negara bagian New South Wales dengan ibu kota Sydney, pada Maret 2023.
"Kami sudah merekrut kandidat potensial dan berencana untuk menjalankan kampanye yang kuat," kata Balderstone.
Dia mengatakan ada kesadaran yang berkembang tentang betapa suksesnya ganja dalam mengobati beberapa kondisi medis.
"Saya pikir hasil perolehan suara yang bagus dalam pemilihan federal telah membuat kami mengapresiasi orang-orang yang ingin bergabung, yang sangat bagus untuk kami," katanya.
Sementara itu di timur laut New South Wales, penyelenggara MardiGrass, rapat umum dan festival reformasi hukum ganja tahunan, sedang mempersiapkan acara tersebut untuk dilanjutkan pada bulan September setelah ditunda karena banjir pada bulan Mei.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Terkini
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
News | Rabu, 15 April 2026 | 22:00 WIB
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
News | Rabu, 15 April 2026 | 21:21 WIB
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
News | Rabu, 15 April 2026 | 21:06 WIB
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
News | Rabu, 15 April 2026 | 20:53 WIB
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
News | Rabu, 15 April 2026 | 20:43 WIB
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
News | Rabu, 15 April 2026 | 20:30 WIB