Surya Paloh Sebut Pergantian Kekuasaan Kini Tak Fair: Terlalu Ekslusif, Cuma Ketum Partai, Menteri, Kalangan Berduit dst

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 25 Juli 2022 | 14:53 WIB
Surya Paloh Sebut Pergantian Kekuasaan Kini Tak Fair: Terlalu Ekslusif, Cuma Ketum Partai, Menteri, Kalangan Berduit dst
Surya Paloh Sebut Pergantian Kekuasaan Kini Tak Fair: Terlalu Ekslusif, Cuma Ketum Partai, Menteri, Kalangan Berduit dst. (tangkapan layar)

Suara.com - Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh mengkritik ketentuan kekinian yang membuat calon presiden atau pemimpin hanya dari kalangan eksklusif saja. Menurutnya, hal itu tidak fair lantaran hanya ketua umum parpol, menteri, pengusaha hingga orang yang berduit yang hanya bisa jadi capres. 

Hal itu disampaikan Surya Paloh dalam orasi ilmiah pemberian gelar doktor kehormatan atau honoris causa dari Universitas Brawijaya, Senin (25/7/2022).

Surya awalnya menyampaikan, peralihan kekuasaan sudah diatur sedemikian rupa dan dapat diselenggarakan seacara terbuka memberikan hak yang sama kepada semua pihak. Namun, kekinian kondisinya dinilai tidak fair justru malah terjadi penyelewengan.

"Kondisi yang tidak fair merujuk pada adanya pelbagai ketentuan yang membuat pihak-pihak tertentu tetap tidak bisa terlibat dalam kompetisi demokrasi. Tentu, yang dimaksud ketentuan di sini adalah ketentuan yang menyalahi prinsip demokrasi itu sendiri," kata Surya.

Menurutnya, ketentuan yang ada dalam hal calon presiden ini dianggap begitu esklusif. Kententuan yang ada hanya menjadikan ketua umum partai politik, menteri hingga orang yang berduit yang bisa jadi pemimpin.

"Sebagai misal, hak mencalonkan diri sebagai presiden adalah hak seluruh warga negara. Namun, ketentuan yang ada membuatnya ekslusif bagi kalangan tertentu saja. Ketua umum partai, pejabat publik, menteri, kalangan berduit, kepala daerah, dan seterusnya," tuturnya.

Untuk itu, Surya mengaku ingin menyiasati kondisi tidak fair tersebut digeser agar menjadi kententuan yang lebih fair.

"Oleh karena itu, yang biasa dilakukan adalah mencoba menyiasatinya agar kondisi yang dirasa kurang fair ini bisa digeser sedekat mungkin ke kondisi yang lebih fair," tuturnya.

Caranya, kata dia, dengan dilakukannya konvensi. Menurutnya, hal itu lebih demokratis dan terbuka memberikan kesempatan bagi semua untuk menjadi seorang pemimpin.

baca juga

"Dalam hal ini, konvensi adalah salah satu upaya demokratisasi dan moderasi hal tersebut. Ia menjadi cara untuk menyiasati agar kesempatan menjadi lebih terbuka bagi seluas-luasnya kalangan yang merasa mampu menjadi calon pemimpin negeri."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Wapres Ganjar Pranowo Pada 2024: 44,8 Persen Jika Sama Sandiaga Uno, Sama Ridwan Kamil Juga Teratas

Survei Wapres Ganjar Pranowo Pada 2024: 44,8 Persen Jika Sama Sandiaga Uno, Sama Ridwan Kamil Juga Teratas

Sumsel | Senin, 25 Juli 2022 | 09:51 WIB

Diusung Bakal Capres 2024, Segini Harta Kekayaan Jenderal TNI Andika Perkasa

Diusung Bakal Capres 2024, Segini Harta Kekayaan Jenderal TNI Andika Perkasa

Purwokerto | Senin, 25 Juli 2022 | 08:43 WIB

Jenderal Andika Perkasa Diusung Capres Dinilai Berpotensi Abuse of Power, Bagaimana dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan?

Jenderal Andika Perkasa Diusung Capres Dinilai Berpotensi Abuse of Power, Bagaimana dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan?

Purwokerto | Senin, 25 Juli 2022 | 08:35 WIB

Duet Ganjar-Sandiaga Uno Jadi Capres Elektabilitas Terbaik, Pengamat: dengan Ridwan Kamil Juga Oke

Duet Ganjar-Sandiaga Uno Jadi Capres Elektabilitas Terbaik, Pengamat: dengan Ridwan Kamil Juga Oke

Bisnis | Senin, 25 Juli 2022 | 07:43 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×