Kekeringan Landa Sungai Yangtze China dan Dampaknya terhadap Ekonomi Global

Siswanto, BBC

Senin, 29 Agustus 2022 | 18:14 WIB
Kekeringan Landa Sungai Yangtze China dan Dampaknya terhadap Ekonomi Global
BBC

Suara.com - Jose Carlos Cueto

BBC Mundo

Sungai Yangzte vital perannya bagi China, bahkan dunia. Sungai terpanjang ketiga di dunia itu merupakan sumber penghidupan bagi sepertiga populasi China sehingga krusial untuk ekonomi dan rantai pasok global.

Akan tetapi, permukaan sungai tersebut turun drastis akibat kekeringan dan gelombang panas.

Konsekuensinya langsung dirasakan di sejumlah provinsi. Sejumlah warga mengalami pemadaman listrik dan beberapa pabrik harus mengurangi atau bahkan menghentikan produksi.

Pemerintah China kemudian untuk pertama kalinya merilis peringatan bahaya kekeringan secara nasional pekan lalu setelah beberapa wilayah kunci, termasuk Shanghai dan Sichuan, mengalami suhu panas ekstrem selama berminggu-minggu.

Gelombang panas sudah berlangsung selama dua bulan dan yang terpanjang sejak catatan suhu direkam, menurut Pusat Iklim Nasional.

Baca juga:

Situasi ini tidak hanya mempersulit revitalisasi ekonomi China, tapi juga meningkatkan tekanan terhadap ekonomi global yang telah terpengaruh kekeringan dan suhu tinggi di beberapa benua.

baca juga

Apalagi harga-harga energi serta biaya hidup sudah melambung setelah terdampak pandemi dan efek perang Ukraina.

Pemadaman listrik dan penutupan bisnis

Tata lampu gedung-gedung pencakar langit di Shanghai akan dipadamkan dua hari untuk menghemat listrik.

Ini adalah salah satu gejala masalah energi yang dihadapi China akibat kekeringan dan panas ekstrem.

Fenomena alam ini mendorong permintaan energi karena semakin banyak penggunaan mesin penyejuk udara dan pada saat bersamaan membuat taraf air di Sungai Yangtze menyusut.

Padahal banyak warga di sejumlah wilayah di China amat bergantung pada sungai ini untuk keperluan energi.

Sungai tersebut mencakup 19 provinsi dan menyediakan air untuk hampir 600 juta orang. Sungai itu juga menyokong 45% produksi ekonomi di China.

“Yangtze sangatlah penting. Banyak perusahaan ekspor di China berlokasi di sekitar sungai tersebut. Beragam produk mengalir melalui sungai itu,” kata Jan Knoerich, profesor ekonomi dari Institut Lau China di King's College London, kepada BBC Mundo.

Di Sichuan, daerah yang mengandalkan lebih dari 80% energinya melalui bendungan hidroelektrik, banyak perusahaan mengalami pemadaman listrik. 

Volkswagen, perusahaan pembuat mobil asal Jerman, telah menutup pabriknya di Chengdu, ibu kota Sichuan.

Juru bicara perusahaan mengatakan mereka akan mengalami “sedikit penundaan” yang diharapkan bisa teratasi dalam waktu dekat.

“Kami sedang memonitor situasi dan terus berkabar dengan para pemasok kami,“ kata juru bicara VW kepada BBC.

Foxconn selaku pemasok Apple juga telah menutup pabriknya di Sichuan, meskipun perusahaan itu mengklaim dampaknya terhadap produksi “tidak signifikan” untuk saat ini.

Sementara itu, perusahaan Toyota dari Jepang mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya mulai memproduksi secara bertahap di Sichuan “menggunakan pembangkit listrik internal”.

Chenyu Wu, analis China dan Asia Utara dari perusahaan konsultan Control Risk, mengatakan kepada BBC bahwa dampak pemadaman listrik diperkirakan tidak berlangsung lama.

“Upaya lokal untuk menghemat energi dan menaikkan daya amat mungkin membantu memitigasi kekurangan pasokan listrik dalam pekan-pekan mendatang, khususnya jika gelombang panas berakhir,” kata Chenyu

Upaya melindungi tanaman pangan

Para pejabat setempat tengah berupaya mendatangkan hujan buatan di bagian tengah dan barat daya China. Di sejumlah provinsi yang dialiri Sungai Yangtze, para pakar sedang menyemai hujan demi mengakhiri kekeringan.

Baca juga:

Musim gugur adalah musim yang penting bagi tanaman-tanaman kunci seperti padi dan kedelai. Sehingga mengelola sumber air tergolong krusial untuk mengamankan panen berlimpah sekaligus pasokan pangan.

Padi dan tanaman khas musim gugur lainnya berada dalam “periode penting” dalam konteks irigasi, kara Liu Weiping selaku wakil menteri sumber air dalam sebuah jumpa pers pekan lalu.

Kementerian Pertanian sampai harus mengerahkan 25 tim ke wilayah-wilayah kunci demi melindungi tanaman pangan, sebagaimana dilaporkan surat kabar the Guangming Daily.

Gelombang panas diperkirakan masih akan berlangsung sepekan lagi sehingga periode suhu ekstrem ini adalah yang terlama sejak catatan dimulai pada 1961.

Tahun sulit bagi China dan dunia

Tahun ini bukanlah tahun yang mudah bagi perekonomian terbesar kedua dunia ini.

Pada kuartal kedua 2022, produk domestik bruto China, PDB, menurun 2,6% jika dibandingkan dengan tiga bulan pertama.

Hal ini menyebabkan target pertumbuhan 5,5% yang telah ditetapkan China untuk tahun ini sulit tercapai. 

Perlambatan ekonomi ini utamanya disebabkan karantina wilayah alias lockdown secara ketat di sejumlah kota sebagai bagian dari strategi “nol Covid” di China.

Pengetatan aturan ini berdampak ke berbagai kota, termasuk Shanghai, yang merupakan pusat keuangan dan manufaktur penting.

Selain perlambatan PDB, indikator-indikator lain seperti pengangguran kaum muda mencapai rekor.

Kemudian sektor real estat, yang merupakan sepertiga dari kekuatan ekonomi China, mengalami masa sulit lantaran banyak pemilik properti menolak membayar cicilan karena ketidakpercayaan terhadap para pengembang.

Baca juga:

Faktor-faktor ini, ditambah masalah energi dan kekeringan pada musim kemarau, menambah ketidakpastian dan kerisauan terhadap ekonomi dunia.

“Kami mengalami konsekuensi perang di Ukraina, kekeringan di Eropa…sulit memprediksi besarannya, tapi yang terjadi di China jelas menambah tekanan terhadap situasi ekonomi global,” jelas Knoerich kepada BBC Mundo.

Meskipun pemerintah China tidak mengestimasi bahwa masalah energi akan bertambah parah, tidak diragukan lagi fenomena ini harus diwaspadai.

"Jika China mengalami kesulitan memproduksi energi, ini menjadi masalah yang lebih besar, itu menjadi faktor lain yang dapat mempengaruhi harga-harga di pasar energi global," kata Jan Knoerich, profesor ekonomi dari Institut Lau China di King's College London.

Contohnya telah terjadi pada 2021, sebelum perang di Ukraina memperburuk harga energi. Ketika itu musim dingin dahsyat di Asia memicu permintaan di China dan negara-negara berpenduduk padat lainnya sehingga harga bahan bakar minyak lebih mahal.

Knoerich juga menyebutkan pentingnya China mengelola untuk menjaga keamanan tanaman pangannya.

“Jika China mengalami masalah keamanan pangan dan harus meningkatkan impornya dari luar negeri, ini juga akan menambah tekanan pada harga,” jelasnya.

Untuk saat ini terlalu dini untuk mengetahui dampak nyata dari masalah terbaru China, tetapi tidak diragukan lagi bahwa situasinya saat ini tidak banyak membantu dalam konteks inflasi global yang tinggi, ketidakamanan geopolitik, dan ancaman resesi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang

Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:09 WIB

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 7 November 2026, Saatnya Jemput Peluang Emas!

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 7 November 2026, Saatnya Jemput Peluang Emas!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 08:44 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 08:33 WIB

Ekonomi Jateng Lampaui Rata-Rata Nasional, Ahmad Luthfi Diganjar CNN Indonesia Award 2026

Ekonomi Jateng Lampaui Rata-Rata Nasional, Ahmad Luthfi Diganjar CNN Indonesia Award 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 08:23 WIB

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 08:22 WIB

Kawinkan Gelar Juara Campus League Bandung 2026, UPI Bidik The Nationals

Kawinkan Gelar Juara Campus League Bandung 2026, UPI Bidik The Nationals

Bola | Sabtu, 07 November 2026 | 08:14 WIB

Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan POCO yang Kebagian HyperOS 4, Cek Jadwal Update

Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan POCO yang Kebagian HyperOS 4, Cek Jadwal Update

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 08:07 WIB

Bersih-Bersih Pantai Ancol, Anak Muda Diajak Peduli Sampah dan Lingkungan

Bersih-Bersih Pantai Ancol, Anak Muda Diajak Peduli Sampah dan Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:45 WIB

Digitalisasi Pajak Daerah Tembus 97,5 Persen, BI Bidik Peningkatan Pendapatan Daerah

Digitalisasi Pajak Daerah Tembus 97,5 Persen, BI Bidik Peningkatan Pendapatan Daerah

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 07:50 WIB

Parfum Kahf Paling Enak Warna Apa? Ini 5 Varian dengan Karakter Aroma Berbeda

Parfum Kahf Paling Enak Warna Apa? Ini 5 Varian dengan Karakter Aroma Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 09:10 WIB

Terkini

KPK Usut Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan Seret Pejabat ATR BPN

KPK Usut Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan Seret Pejabat ATR BPN

News | Minggu, 08 November 2026 | 09:07 WIB

5.000 Atlet Siap Bertanding di Bone dan Wajo

5.000 Atlet Siap Bertanding di Bone dan Wajo

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 09:07 WIB

Apa Itu KidZania yang Disebut Ria Ricis? Ini Makna dan Konsep Sebenarnya

Apa Itu KidZania yang Disebut Ria Ricis? Ini Makna dan Konsep Sebenarnya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 09:01 WIB

Arab Saudi Bombardir Yaman, Puluhan Warga Sipil Tewas di Sanaa

Arab Saudi Bombardir Yaman, Puluhan Warga Sipil Tewas di Sanaa

News | Minggu, 08 November 2026 | 08:59 WIB

6 Cara Cek Penerima Bantuan Iuran PBI BPJS Kesehatan

6 Cara Cek Penerima Bantuan Iuran PBI BPJS Kesehatan

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 08:50 WIB

Uang Asuransi 2 Miliar Melayang Gara-Gara Mati Suri? Intip Serunya Film Gak Ada Matinya!

Uang Asuransi 2 Miliar Melayang Gara-Gara Mati Suri? Intip Serunya Film Gak Ada Matinya!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 08:48 WIB

Hadirkan Aroma Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina Gelar Pekan Kopi Jelang SMEXPO 2026

Hadirkan Aroma Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina Gelar Pekan Kopi Jelang SMEXPO 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 08:29 WIB

Kenapa Ria Ricis Dihujat usai Datangi Lokasi Karhutla? Ini Pemicu Kontroversinya

Kenapa Ria Ricis Dihujat usai Datangi Lokasi Karhutla? Ini Pemicu Kontroversinya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 08:23 WIB

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:53 WIB

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:48 WIB

×