Rusia Berupaya Rekrut Para Pemuda untuk Berperang dengan Iming-iming Uang

Siswanto, BBC

Senin, 29 Agustus 2022 | 22:06 WIB
Rusia Berupaya Rekrut Para Pemuda untuk Berperang dengan Iming-iming Uang
BBC

Suara.com - Kota Volosovo, seperti banyak kota lainnya di Rusia, sedang riuh akibat pengeras suara yang dipasang di tiang-tiang tinggi di jalan utama.

Lagu-lagu patriotik biasanya diputar saat hari libur nasional, namun kali ini dimainkan dengan tujuan berbeda.

"Dua batalion artileri sukarelawan sedang dibentuk. Kami mengundang pria berusia 18 sampai 60 tahun untuk bergabung," kata pembicara lewat pengeras suara itu.

Pesan tersebut terus diulang-ulang di Rusia. Lewat media sosial, televisi, serta di papan reklame, para pemuda didesak menandatangani kontrak jangka pendek untuk bergabung dengan militer dan berperang di Ukraina.

Baca juga:

Otoritas Rusia, yang dihadapkan dengan kehilangan signifikan akibat konflik, tengah berupaya merekrut tentara-tentara baru.

Saya mencegat seorang pria di sebuah jalan di Volsovo dan bertanya apakah dia mendukung perekrutan sukarelawan itu.

"Iya! Kalau saya masih muda, saya akan bergabung, tapi sekarang saya sudah terlalu tua," kata pria itu sambil mengepalkan tinjunya.

"Kami harus mengebom mereka!"

baca juga

Namun banyak pula orang di kota itu yang tampak kurang antusias.

"[Perang] terlalu menyakitkan untuk dibicarakan," keluh seorang perempuan.

"Membunuh saudara sendiri itu salah."

Saya bertanya bagaimana jika salah satu kerabatnya bersedia bergabung.

"Kenapa harus pergi? Hanya jasad mereka yang akan pulang."

Dan banyak orang memang kembali tanpa nyawa.

Meski Moskow tidak merilis data, namun pejabat-pejabat Barat memperkirakan 70.000 sampai 80.000 tentara Rusia telah tewas atau terluka sejak invasi dimulai enam bulan lalu.

Demi menarik rekrutan baru, otoritas menawarkan uang berjumlah besar, sebidang tanah, serta sekolah premium untuk anak-anak mereka.

Perekrut bahkan mengunjungi penjara-penjara di Rusia untuk mengajak narapidana bergabung dengan iming-iming kebebasan dan uang.

Wartawan investigasi Roman Dobrokhotov mengatakan, upaya perekrutan ini menggambarkan keputusasaan Rusia.

"Ini bukan tipikal tentara yang diperlukan untuk bisa memenangkan perang. Kremlin masih berharap kuantitas bisa mengalahkan kualitas. Bahwa mereka bisa merekrut ratusan ribu orang yang putus asa akibat hutang dan melempar mereka ke zona konflik."

Terlepas dari jumlah uang tunai sekitar Rp85 juta per bulan yang ditawarkan kepada calon rekrutan, Roman mengatakan kenyataannya berbeda dalam beberapa kasus.

"Orang-orang tidak mempedulikan jumlah uang itu. Mereka kembali [dari Ukraina] sekarang dan menceritakan kepada kami, wartawan, tentang bagaimana mereka dibohongi. Ini memengaruhi situasi dan orang-orang kurang percaya dengan pemerintah, jadi saya pikir strategi ini tidak akan berhasil."

Namun, ada pula orang yang senang bergabung ke medan perang.

Putra dari Nina Chubarina, Yevgeny, meninggalkan desa mereka di wilayah utara Karelia untuk bergabung dengan batalion sukarelawan.

Nina mengatakan putranya yang tidak berpengalaman di militer, diberi senjata dan langsung dikirim ke Ukraina.

Yevgeny, yang baru berusia 24 tahun, terbunuh hanya beberapa hari kemudian.

Nina bersedia menemui saya di sebuah taman di sekitar Moskow, di mana dia bekerja paruh waktu di sebuah pabrik roti.

Pekerjaan mengemas roti yang monoton bisa mengalihkan pikirannya dari kesedihan akibat kehilangan putranya.

Dia sempat memohon kepada putranya untuk tidak berangkat ke Ukraina.

"Saya mencoba membujuknya untuk tidak pergi. Saya menangis dan berkata. 'Ada perang di sana, kamu akan terbunuh!' Dia bilang, 'Bu, semuanya akan baik-baik saja.'"

Nina mengkritik bagaimana pihak berwenang merekrut sukarelawan untuk berperang di Ukraina.

"Mereka diberangkatkan seperti anak-anak ayam yang bodoh! Mereka bahkan hampir tidak pernah memegang senjata sebelumnya. Mereka adalah umpan. Para jenderal berpikir, 'Kami punya sukarelawan, bagus, ayo pergi!"

Tidak semua orang tertarik mendaftar seperti Yevgeny.

Apabila Anda bertemu orang-orang di seantero negeri ini, Anda tidak akan mendapat kesan bahwa orang-orang Rusia mendukung "operasi militer khusus", sebagaimana Kremlin menyebutnya.

Jumlah mobil di jalanan Rusia yang menampilkan simbol "Z" yang bermakna pro perang masih relatif sedikit. Para ahli pun mengatakan bahwa jumlah sukarelawan yang bergabung hanya sedikit.

Menurut analis militer Pavel Luzin, orang-orang ini tidak siap mengorbankan diri untuk presiden mereka.

"Masalah yang dihadapi Kremlin adalah kebanyakan orang Rusia tidak akan mati demi Putin atau demi memulihkan 'kekaisaran yang agung'. Perekrutan tidak mungkin dilakukan saat ini karena tidak ada konsensus sipil di Rusia untuk perang.

"Bandingkan ini dengan situasi di Ukraina. Orang-orang Ukraina siap bertarung."

Alla Konstantinova dari Mediazona berkontribusi pada artikel ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:53 WIB

AS-Iran Perang Lagi, Ledakan Guncang Pulau Qeshm Selat Hormuz

AS-Iran Perang Lagi, Ledakan Guncang Pulau Qeshm Selat Hormuz

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:47 WIB

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:13 WIB

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:41 WIB

Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 21:17 WIB

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

News | Senin, 02 November 2026 | 20:55 WIB

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

News | Senin, 02 November 2026 | 20:36 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Iran Gertak Amerika Bakal Hadapi Perang Panjang Jika Trump Nekat Menyerang Lagi

Iran Gertak Amerika Bakal Hadapi Perang Panjang Jika Trump Nekat Menyerang Lagi

News | Senin, 02 November 2026 | 14:00 WIB

Pernah Kerja di AS dan Eks Manajer, Jejak Hidup Taufiq Muhammad Jadi Tentara Bayaran Rusia

Pernah Kerja di AS dan Eks Manajer, Jejak Hidup Taufiq Muhammad Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 10:42 WIB

Terkini

Mahasiswa Asal Padang Diduga Terlibat Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak

Mahasiswa Asal Padang Diduga Terlibat Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak

Sumbar | Kamis, 05 November 2026 | 15:22 WIB

Mengurai Benang Kusut Komersialisasi Paten: Kenapa Inovasi Kampus Gagal Jadi Cuan?

Mengurai Benang Kusut Komersialisasi Paten: Kenapa Inovasi Kampus Gagal Jadi Cuan?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 15:22 WIB

Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Online Lewat Aplikasi JMO, Praktis Langsung Cair

Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Online Lewat Aplikasi JMO, Praktis Langsung Cair

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 15:21 WIB

4 Shio Ini Disarankan Tidak Melayat Sepanjang Tahun 2026, Ini Alasannya

4 Shio Ini Disarankan Tidak Melayat Sepanjang Tahun 2026, Ini Alasannya

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 15:21 WIB

Puan Minta Pemerintah Kaji Ulang Pajak Pembalut: Ini Kebutuhan Esensial, Bukan Gaya Hidup

Puan Minta Pemerintah Kaji Ulang Pajak Pembalut: Ini Kebutuhan Esensial, Bukan Gaya Hidup

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:20 WIB

Kabar Baik Warga Ciomas dan Sekitarnya, Kemacetan Laladon Mulai Digarap 2027

Kabar Baik Warga Ciomas dan Sekitarnya, Kemacetan Laladon Mulai Digarap 2027

Bogor | Kamis, 05 November 2026 | 15:20 WIB

Shin Min Ah, Lee Jin Wook, Yoo Teo Bintangi Drama Romantis Wed Thurs Fri

Shin Min Ah, Lee Jin Wook, Yoo Teo Bintangi Drama Romantis Wed Thurs Fri

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 15:20 WIB

IPO ANDA Dikawal Henan Putihrai Sekuritas yang Didenda OJK dalam Kasus Saham CUAN

IPO ANDA Dikawal Henan Putihrai Sekuritas yang Didenda OJK dalam Kasus Saham CUAN

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:15 WIB

Jejak Relasi Listyo Sigit dan Jokowi: dari Solo Melesat ke Istana, Berujung Kasus Penyadapan Prabowo

Jejak Relasi Listyo Sigit dan Jokowi: dari Solo Melesat ke Istana, Berujung Kasus Penyadapan Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:15 WIB

Berapa Banyak Sunscreen yang Harus Digunakan untuk Wajah?

Berapa Banyak Sunscreen yang Harus Digunakan untuk Wajah?

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 15:15 WIB

×