Gelombang Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM, Ricuh Dekat Istana Hingga Duduki Ruang Sidang DPRD

Erick Tanjung

Senin, 05 September 2022 | 17:27 WIB
Gelombang Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM, Ricuh Dekat Istana Hingga Duduki Ruang Sidang DPRD
Aksi Tolak Kenaikan BBM di Patung Kuda, Jakarta Pusat foto Rakha, Senin (5/9/2022). [Suara.com/Rakha]

Ketua Cabang PMII Kendari, Muhammad Alamsyah memastikan, jika aksi penyanderaan kendaraan dilakukan hanya saat mahasiswa menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM.

"Ini bentuk dari kekecewaan kami terhadap kebijakan pemerintah, bentuk dari desakan masyarakat untuk menolak kenaikan harga BBM," ucapnya seperti dikutip dari Telisik.com-jaringan Suara.com.

Dalam aksi tersebut, blokade jalan dilakukan selama beberapa menit. Saat terjadi aksi tersebut, polisi yang berada di lokasi langsung bermediasi dengan mahasiswa untuk melepaskan kendaraan roda enam tersebut.

Akhirnya, truk kontainer tersebut akhirnya berhasil dibebaskan dan melanjutkan perjalanannya. Buntut aksi tersebut, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalur lain.

Sebelumnya, Ketua Komisi DPRD Sultra, Suwandi Andi, mengapresiasi serta mendukung apa yang disuarakan oleh massa yang melakukan unjuk rasa. "Tentu saya sangat mendukung gerakan teman-teman saya sampaikan seluruh anggota DPRD Sultra sepakat untuk menolak dan membatalkan kenaikan harga BBM," ucapnya.

Duduki Ruang Paripurna DPRD Aceh

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh, yang menggelar aksi demo menolak kenaikan harga BBM menguasai ruang sidang paripurna DPR Aceh, Senin (5/9). Mereka melakukan orasi sambil menunggu pimpinan DPRD Aceh untuk menyampaikan aspirasi mereka soal penolakan kenaikan BBM.

Melansir Antara, di dalam gedung para mahasiwa mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Di sana para mahasiswa juga membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan tolak BBM naik.

Orator aksi Agus Sriwahyudin mengatakan, kenaikan harga BBM berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat Indonesia.

baca juga

"Kita tidak akan pulang sampai harga BBM turun kembali, sepakat teman-teman," teriak Wahyu.

Sekitar satu jam di ruang sidang paripurna, pimpinan DPRD Aceh yakni Ketua Pon Yahya dan sejumlah anggota dewan lainnya menemui mahasiswa. Di depan pimpinan DPR Aceh, mereka kembali menyampaikan tuntutan untuk memperjuangkan penurunan harga secara silih berganti.

Massa Bakar Ban di Makassar

Sejumlah mahasiswa melakukan aksi tutup jalan AP Pettarani Dekat Kantor DPRD Makassar, Senin (5/9). Mereka memprotes keras kenaikkan harga BBM.

Mahasiswa menyandera sejumlah kendaraan untuk dijadikan panggung orasi. Sehingga membuat macet jalanan.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga membakar ban bekas untuk menarik perhatian pengguna jalan.

Sejumlah mahasiswa mulai berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Mahasiswa menutup sebagian jalan AP Pettarani Kota Makassar, Senin 5 September 2022 [Foto:Istimewa]
Sejumlah mahasiswa mulai berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Mahasiswa menutup sebagian jalan AP Pettarani Kota Makassar, Senin 5 September 2022 [Foto:Istimewa]

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando mengatakan, sudah mendapat surat pemberitahuan soal aksi unjuk rasa di Kota Makassar, hari ini. Ada sekitar 1.995 lebih personel yang akan diturunkan untuk melakukan pengamanan.

Ia menegaskan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hal yang wajar. Namun Lando berharap agar pendemo tetap tertib dan menaati aturan yang berlaku saat menyampaikan aspirasi.

"Aparat Keamanan dan instansi terkait akan selalu mengamankan setiap giat masyarakat sehingga berlangsung dalam keadaan aman dan lancar dengan partisipasi semua pihak. Aparat keamanan melakukan tugas pengamanan dengan cara cara yang humanis persuasif, sesuai SOP," ujarnya.

Selain itu, gelombang demonstrasi juga terjadi di depan kampus Unhas, pertigaan jalan Sultan Alauddin-jalan AP Pettarani Makassar dan depan Hotel Lamacca, Kantor DPRD Sulsel, Jalan Bontolempangan, dan depan Kampus STIM LPI Bung Jalan Bung, dan Perintis Kemerdekaan.

Aksi juga akan dilakukan di depan Kampus Unismuh Jalan Sultan Alauddin dan depan Gedung Phinisi UNM.

Demo di Palembang

Sekitar ratusan mahasiswa, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Sumatera Selatan menggelar demonstrasi menolak kenaikkan harga BBM hari ini.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa demonstrasi tampak mulai berdatangan memadati sepanjang jalan depan Kantor DPRD Sumatera Selatan dengan membawa spanduk, poster bertuliskan tuntutan mereka, dan satu unit mobil pick-up lengkap dengan alat pengeras suara.

"Silahkan teman-teman merapat untuk perjuangkan nasib rakyat, nasib orang tua kita yang semakin sulit karena harga BBM naik kebutuhan pokok naik, biaya pendidikan kita pun naik. Pemerintah dan wakil rakyat dengar keluhan kami ini," kata salah satu mahasiswa yang menggunakan jaket almamater berwarna biru muda Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Sementara itu, Polres Kota Besar Palembang melakukan blokade di depan gerbang kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan atau ruas Jalan POM IX di Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I.

Blokade tersebut dilakukan dengan kawat berduri akibat aksi demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM subsidi.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM mulai dari Pertelite, Pertamax dan Solar. Pengumuman disampaikan oleh Presiden Jokowi pada Sabtu (3/9).

Jokowi menyatakan, pengalihan subsidi BBM bertujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

Dalam pidato Presiden Jokowi dikutip Selebtek dari YouTube Sekretariat Presiden, pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia.

"Saya sebetulnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN. Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun dan itu akan meningkat terus," ujar Jokowi.

Dia menuturkan, lebih dari 70 persen subsidi BBM justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu yaitu pemilik mobil-mobil pribadi. Mestinya uang negara tersebut harus diproritaskan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu.

"Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM. Sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian. Dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Murah Dari Pertalite, SPBU Vivo Diserbu Pembeli

Lebih Murah Dari Pertalite, SPBU Vivo Diserbu Pembeli

Depok | Senin, 05 September 2022 | 17:02 WIB

3 Negara dengan Harga BBM Termurah, Bisa Tembus di Bawah Rp 1.000 Per Liter

3 Negara dengan Harga BBM Termurah, Bisa Tembus di Bawah Rp 1.000 Per Liter

Your Say | Senin, 05 September 2022 | 16:54 WIB

Kecewa Harga BBM Naik, Sekelompok Warga Jogja Minta Megawati Jewer Jokowi

Kecewa Harga BBM Naik, Sekelompok Warga Jogja Minta Megawati Jewer Jokowi

Jogja | Senin, 05 September 2022 | 16:23 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB