Sejarah G30S PKI Menurut Ahli Sejarah, Apa Peran Soeharto dan Soekarno?

Rifan Aditya | Suara.com

Selasa, 06 September 2022 | 13:01 WIB
Sejarah G30S PKI Menurut Ahli Sejarah, Apa Peran Soeharto dan Soekarno?
sejarah G30S PKI - Film G30SPKI [Youtube]

Suara.com - Pada tahun 1965, pada puncak Perang Dingin, Partai Komunis Indonesia adalah yang terbesar ketiga di dunia dengan tiga juta anggota. Namun, pada tahun itu, penghancuran sistematis Partai Komunis Indonesia (PKI) dimulai. Sejarah G30S PKI pun mulai ditulis.

Tentara Indonesia menghancurkan partai itu setelah sebuah kelompok yang menyebut diri mereka "Gerakan 30 September" menculik enam jenderal dalam upaya untuk melemahkan tentara.

Peristiwa tersebut kemudian dikenang dengan istilah G30S PKI. Berikut kita kenang kembali sejarah G30S PKI sebagaimana dijelaskan oleh Robert Cribb, Professor School of Culture, History and Language, Australian National University.

Peristiwa 1 Oktober

Dikutip dari theconversation.com, Robert Cribb menjelaskan, pada 1 Oktober 1965, masyarakat Indonesia dikejutkan setelah mendengar pengumuman radio yang memberi tahu bahwa "Gerakan 30 September" telah mengambil tindakan untuk mencegah kudeta militer dan untuk mengamankan posisi presiden Indonesia Sukarno. Pemimpin gerakan itu, Letnan Kolonel Untung, adalah komandan pengawal presiden.

Dia meyakinkan pendengar bahwa presiden aman, bahwa "sejumlah jenderal" telah ditangkap dan bahwa "Dewan Revolusi" akan segera bertanggung jawab atas pemerintahan. Kita mungkin sudah hafal siapa saja jenderal yang ditangkap itu.

Komando tinggi angkatan darat, yang dipimpin oleh Jenderal Ahmad Yani, bersekutu dengan menteri pertahanan, Jenderal A.H. Nasution, terkunci dalam kebuntuan politik dengan Sukarno dan PKI, yang dipimpin oleh D.N. Aidit.

Pemberontakan G30S atau Pemberontakan Gerakan 30 September 1965 diingat setiap September. Dalam pemberontakan itu sebanyak 7 perwira diculik dan dibunuh dengan mengenaskan.
Pemberontakan G30S atau Pemberontakan Gerakan 30 September 1965 diingat setiap September. Dalam pemberontakan itu sebanyak 7 perwira diculik dan dibunuh dengan mengenaskan.

Siapa yang berada di balik Gerakan 30 September?

Peristiwa 1 Oktober menjadi momen penting dalam sejarah Indonesia. Tidak hanya Aidit dan Untung yang tampil dalam susunan pemain, tetapi juga Sukarno dan Jenderal Soeharto, yang menghancurkan gerakan dan menggantikan Sukarno sebagai presiden. Karakter lain seperti komandan angkatan udara dan badan intelijen Tiongkok juga disebutkan dalam teori konspirasi ini.

Setelah bertahun-tahun ketidakpastian, temuan baru-baru ini menunjukkan Gerakan 30 September adalah produk dari perencanaan berbulan-bulan oleh Untung, pemimpin PKI Aidit dan beberapa lainnya.

Gerakan ini bertujuan untuk membuat tentara kehilangan keseimbangan komando tinggi, mendiskreditkan para jenderal sebagai musuh nyata Sukarno, dan menggeser politik Indonesia ke kiri sehingga PKI dapat berkuasa dengan cepat. Gerakan ini terjadi pada momen sangat genting dalam politik Indonesia.

Pada 1965, satu-satunya kekuatan penting di pusat politik Indonesia adalah presiden, PKI dan tentara. Di bawah otoritas presiden "Demokrasi Terpimpin" Sukarno adalah yang tertinggi dan semua pemain politik harus mengelilinginya. Tetapi kesehatan Sukarno yang gagal membuat sistem tidak dapat bertahan tanpa batas waktu.

Ketidakpastian besar pada saat itu adalah apakah partai dan tentara akan menunggu sampai Sukarno goyah sebelum berusaha mengamankan kekuasaan, atau apakah keduanya akan mencari keuntungan awal dengan melancarkan kudeta.

Dengan menghadirkan gerakan tersebut sebagai tindakan defensif oleh loyalis Sukarno, Aidit berharap dapat melindungi partai dari kebuntuan politik yang tidak nyaman. Pada Agustus 1965, ia menguraikan rencana ini kepada temannya, pemimpin Tiongkok Mao Zedong.

Masukkan Soeharto yang menantang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Hari Besar Bulan September 2022, dari Hari Olahraga hingga G30S/PKI

Daftar Hari Besar Bulan September 2022, dari Hari Olahraga hingga G30S/PKI

News | Senin, 05 September 2022 | 19:14 WIB

Adik DN Aidit Ditanyai Rispo soal Rekayasa G30S PKI, Ini Jawabannya

Adik DN Aidit Ditanyai Rispo soal Rekayasa G30S PKI, Ini Jawabannya

| Senin, 29 Agustus 2022 | 09:39 WIB

8 Pahlawan Nasional Asal Maluku Selain Pattimura, Ada yang Gugur Saat Peristiwa G30S

8 Pahlawan Nasional Asal Maluku Selain Pattimura, Ada yang Gugur Saat Peristiwa G30S

Lifestyle | Rabu, 06 Juli 2022 | 10:54 WIB

Sejarah 3 Tragedi Nasional Ancam Keutuhan NKRI: Peristiwa Madiun, DI/TII, hingga G30S PKI

Sejarah 3 Tragedi Nasional Ancam Keutuhan NKRI: Peristiwa Madiun, DI/TII, hingga G30S PKI

Lifestyle | Sabtu, 15 Januari 2022 | 11:20 WIB

G30S PKI: Sejarah Hingga Daftar Para Korban

G30S PKI: Sejarah Hingga Daftar Para Korban

Jogja | Selasa, 21 Desember 2021 | 14:50 WIB

Terkini

Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut

Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:11 WIB

Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:58 WIB

H-1 Lebaran, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup

H-1 Lebaran, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:41 WIB

Korlantas Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Kembali Normal

Korlantas Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Kembali Normal

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:36 WIB

Agenda Lebaran Prabowo 2026: Takbiran di Sumut, Salat Id di Aceh

Agenda Lebaran Prabowo 2026: Takbiran di Sumut, Salat Id di Aceh

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:32 WIB

Gelar Apel Kelistrikan Nasional, Dirut PLN: 72.053 Personel Siaga Jaga Keandalan Listrik Idulfitri

Gelar Apel Kelistrikan Nasional, Dirut PLN: 72.053 Personel Siaga Jaga Keandalan Listrik Idulfitri

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:20 WIB

Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan

Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:48 WIB

Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti

Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:37 WIB

Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026

Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:25 WIB

Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS

Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:20 WIB