Bukan Seperti Ormas, Analis Nilai TNI Saat Ini Terlihat Bak Kelompok Penuh Kepentingan

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 06 September 2022 | 18:26 WIB
Bukan Seperti Ormas, Analis Nilai TNI Saat Ini Terlihat Bak Kelompok Penuh Kepentingan
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjawab ihwal informasi yang menyebut adanya disharmoni di hubungan ia dengan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon sempat menyebut, kalau TNI berjalan seperti gerombolan melebihi organisasi masyarakat (ormas). Tidak sepakat dengan penilaian Effendi, pengamat kemiliteran dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi justru melihat, TNI bisa dilihat sebagai kelompok kepentingan.

Fahmi mengatakan, kalau dalam konteks memengaruhi kebijakan, TNI serta Polri yang notabene merupakan alat negara, terkadang juga berlaku seperti kelompok kepentingan. Itu juga didukung dengan kemampuan menekan yang maksimal.

Dalam memperjuangkan kepentingannya, sebuah kelompok kepentingan seringkali harus bersaing dengan kelompok lainnya.

"Mereka memegang peranan yang sangat besar dalam demokrasi dan akan makin efektif ketika memiliki kekuatan penekan (pressure)," kata Fahmi saat dihubungi Suara.com, Selasa (6/9/2022).

Kemudian, Fahmi menuturkan, tujuan kelompok kepentingan pertama bukanlah untuk menguasai pemerintahan melainkan untuk mempengaruhi kebijakan.

Masih menurut Fahmi, alotnya pembahasan sebuah regulasi, seringkali menunjukkan banyaknya konflik kepentingan di dalamnya.

Lebih lanjut, ia juga menilai kalai ada sekian banyak kelompok kepentingan, bahkan faksi-faksi dalam sebuah organisasi/institusi adalah kelompok kepentingan.

"Mereka menyuarakan kepentingannya, sudut pandangnya terhadap persoalan dan mencoba menawarkan solusinya."

TNI Melebihi Ormas

baca juga

Sebelumnya, Effendi Simbolon menyebut TNI layaknya gerombolan. Ia bahkan menilai, kelakuan TNI melebihi organisasi masyarakat atau ormas. Pernyataan Effendi tersebut menyusul temuan dan informasi yang diperoleh Komisi I mengenai isu tidak harmonisnya hubungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Bukan cuma itu, Effendi juga menyoroti berbagai informasi mengenai adanya ketidakpatuhan hingga pembangkangan di tubuh TNI.

Ia menilai dengan segala keributan tersebut, TNI tidak ubahnya seperti gerombolan.

"Ini TNI kaya gerombolan ini. Lebih-lebih ormas, jadinya tidak ada kepatuhan," kata Effendi di rapat kerja dengan Panglima TNI di DPR, Senin (5/9/2022).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Effendi Simbolon, Anggota DPR yang Sebut Andika Perkasa dan KSAD Dudung Tak Harmonis

Profil Effendi Simbolon, Anggota DPR yang Sebut Andika Perkasa dan KSAD Dudung Tak Harmonis

News | Selasa, 06 September 2022 | 17:29 WIB

Berangkat dari Dudung vs Andika, Pengamat Sebut Lingkungan TNI Harmonis Hanya di Era Soeharto

Berangkat dari Dudung vs Andika, Pengamat Sebut Lingkungan TNI Harmonis Hanya di Era Soeharto

News | Selasa, 06 September 2022 | 15:35 WIB

DPR Minta Isu Tak Harmonis Hubungan Panglima Andika-KSAD Dudung Tak Diperpanjang

DPR Minta Isu Tak Harmonis Hubungan Panglima Andika-KSAD Dudung Tak Diperpanjang

Riau | Selasa, 06 September 2022 | 13:27 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Tiga Pejabat Saksi Kunci

Babak Baru Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Tiga Pejabat Saksi Kunci

Jabar | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Lagu 'Haters' Kotak Mengajarkan Cara Terbaik Menikmati Hidup Tanpa Beban

Lagu 'Haters' Kotak Mengajarkan Cara Terbaik Menikmati Hidup Tanpa Beban

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Update RUU Perampasan Aset, Komjak: Illicit Enrichment dari PBB Itu Bersifat Imbauan

Update RUU Perampasan Aset, Komjak: Illicit Enrichment dari PBB Itu Bersifat Imbauan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Tangan Sering Kesemutan Saat Tidur, Kenali Perbedaan CTS dan Saraf Terjepit di Leher

Tangan Sering Kesemutan Saat Tidur, Kenali Perbedaan CTS dan Saraf Terjepit di Leher

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Deteksi Dini Malnutrisi pada Anak Tak Harus Rumit, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik

Deteksi Dini Malnutrisi pada Anak Tak Harus Rumit, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:54 WIB

KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Hari Ini

KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Hari Ini

Bogor | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:54 WIB

18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?

18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?

Sumsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:53 WIB

5 Sisir Anti Rontok Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kusut dan Patah Sesuai Review Pembeli

5 Sisir Anti Rontok Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kusut dan Patah Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Kisah Pip, Burung Kecil yang Mengajarkan Arti Kepedulian

Kisah Pip, Burung Kecil yang Mengajarkan Arti Kepedulian

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Luhut Dorong Ekonomi Berbasis Pengetahuan, AI hingga Energi Jadi Fokus

Luhut Dorong Ekonomi Berbasis Pengetahuan, AI hingga Energi Jadi Fokus

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:49 WIB

×