Koalisi Ajak Korban Kebocoran Data Pribadi Lapor ke Sini, hanya Diminta Nama dan Emal

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 09 September 2022 | 18:56 WIB
Koalisi Ajak Korban Kebocoran Data Pribadi Lapor ke Sini, hanya Diminta Nama dan Emal
Seorang karyawan memeriksa kebocoran data di beberapa situs internet melalui situs web www.periksadata.com di Jakarta, Senin (5/9/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.

Suara.com - Koalisi Peduli Data Pribadi resmi membuka Posko Aduan Data Pribadi. Posko itu dibuat untuk menampung amarah warga negara Indonesia khususnya korban dari kebocoran data pribadi.

"Kami juga mengajak khususnya korban yang terdampak dari kebocoran data baik data karena sim card ataupun KPU ataupun yang lain silakan mengakses posko ini kemudian kita bisa tindaklanjuti bersama untuk mendorong kebijakan-kebijakan yang lebih baik," kata Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Ade Wahyudin dalam konferensi pers Peluncuran Posko Pengaduan Kebocoran Data secara virtual, Jumat (9/9/2022).

Ade memahami ketika melihat warga negara Indonesia marah kepada pemerintah lantaran kebocoran data pribadi kerap terjadi. Amarah warga itu juga termasuk untuk pemerintah yang tidak pernah berusaha menyelesaikan masalah tersebut.

"Ini yang memunculkan inisiatif kita bersama bahwa kita harus mengumpulkan para korban dan kita harus menuntut keadilan," ujarnya.

Ade menilai kalau warga negara Indonesia termasuk para korban harus menuntut karena perlindungan data masyarakat itu masuk ke dalam mandat dari konstitusi. Hal tersebut tertuang pada Pasal 28 ayat G yang berbunyi bahwa setiap warga negara berhak atas perlindungan prbadi.

"Sehingga ini sudah menjadi hak konstitusional artinya segenap pemerintahan sebagai pemangku HAM dia bertanggung jawab," ucapnya.

Terjadi 7 Kali Pada 2022

Direktur eksekutif Safenet Damar Juniarto menerangkan kalau kebocoran data pribadi itu bukan hanya sekali terjadi di Indonesia.

Damar menerangkan bahwa pada 2022 saja, kebocoran data pribadi di Indonesia sudah terjadi sebanyak tujuh kali. Kebocoran data pribadi juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Ilustrasi pencurian data (Pexels/Towfiqu barbhuiya)
Ilustrasi pencurian data (Pexels/Towfiqu barbhuiya)

"Kebocoran ini bukan yang pertama, tahun ini saja ada 7 kebocoran sementara kita dalam catatan Safenet tahun-tahun lalu kita banyak menyimpan kebocoran yang lain," terang Damar dalam acara peluncuran Posko Pengaduan Kebocoran Data secara virtual, Jumat (9/9/2022).

Damar menyebutkan kalau kebocoran data pribadi yang terjadi pada 31 Agustus 2022 membuat Indonesia sebagai negara yang paling banyak mengalami kebocoran data selevel Asia.

"1,3 miliar data pengguna jasa telekomunikasi menjadikan Indonesia menjadi kebocoran data paling besar di Asia sampai sekarang," terangnya.

Adanya kebocoran data pribadi yang terus terjadi dianggap Damar sebagai bentuk negara yang tidak peduli akan perlindungan data warganya sendiri.

"Jadi ini yang menyulitkan posisi Indonesia karena Indonesia kelihatan sekali menyepelekan soal perlindungan data yang dikumpulkan berbagai mekanisme."

Bagi masyarakat yang hendak mengajukan aduan bisa mengakses https://s.id/kebocorandata. Masyarakat hanya diminta nama dan email yang akan dijadikan korespondensi atau juga tangkap layar bukti datanya bocor ke ranah publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebocoran Data di Indonesia Terjadi Berkali-kali, SAFENet Geram: Bukti Nyata Pemerintah Sepelekan Perlindungan Data

Kebocoran Data di Indonesia Terjadi Berkali-kali, SAFENet Geram: Bukti Nyata Pemerintah Sepelekan Perlindungan Data

News | Jum'at, 09 September 2022 | 18:21 WIB

Jurnalis Mudah Didoxing Gegara Kebocoran Data Pribadi: Alamat Rumah hingga Keluarga Bisa Diteror

Jurnalis Mudah Didoxing Gegara Kebocoran Data Pribadi: Alamat Rumah hingga Keluarga Bisa Diteror

News | Jum'at, 09 September 2022 | 18:01 WIB

Curhat Kerap Ditanya Kasus Kebocoran Data, Menkominfo : Jawab Salah, Tidak Dijawab Salah

Curhat Kerap Ditanya Kasus Kebocoran Data, Menkominfo : Jawab Salah, Tidak Dijawab Salah

Tekno | Jum'at, 09 September 2022 | 17:51 WIB

Heboh Data Warga Bocor, Berikut Deretan Kasus Kebocoran Data di Indonesia

Heboh Data Warga Bocor, Berikut Deretan Kasus Kebocoran Data di Indonesia

Tekno | Kamis, 08 September 2022 | 16:51 WIB

Soal Dugaan Isu Kebocoran Data 150 Juta Penduduk, Menkominfo Lempar Masalah ke BSSN

Soal Dugaan Isu Kebocoran Data 150 Juta Penduduk, Menkominfo Lempar Masalah ke BSSN

| Rabu, 07 September 2022 | 22:40 WIB

Heran Data Warga Bisa Kebobolan Terus, Nurul Arifin ke Menkominfo: Ini Memalukan Pak!

Heran Data Warga Bisa Kebobolan Terus, Nurul Arifin ke Menkominfo: Ini Memalukan Pak!

News | Rabu, 07 September 2022 | 16:19 WIB

Terkini

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB