Survei SMRC: Mayoritas Pemilih Parpol dan Presiden Tak Tahu Harga BBM Disubsidi

Erick Tanjung | Suara.com

Sabtu, 10 September 2022 | 15:53 WIB
Survei SMRC: Mayoritas Pemilih Parpol dan Presiden Tak Tahu Harga BBM Disubsidi
Ilustrasi--Harga BBM bersubsidi naik. (Instagram/mksinfo.official)

Suara.com - Mayoritas pemilih partai politik dan presiden tidak mengetahui bahwa harga bahan bakar minyak atau BBM yang dikonsumsi di Indonesia disubsidi oleh pemerintah. Temuan itu hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting/SMRC bertajuk “Subsidi BBM di Mata Pemilih Partai” melalui kanal YouTube SMRC TV, Sabtu (10/9/2022).

Hasil survei itu menunjukkan mayoritas pemilih partai tidak tahu bahwa BBM disubsidi, kecuali pada pemilih Nasdem, yang tahu dan tidak tahu sama-sama 50 persen. Ada 58 persen massa pemilih PKB yang tidak tahu BBM disubsidi, Demokrat 59 persen, PKS 63 persen, PDIP 63 persen, PAN 66 persen, Gerindra 71 persen, Golkar 72 persen, dan PPP 79 persen.

Saiful menyatakan cukup terkejut dengan fakta bahwa mayoritas massa pemilih PKS dan PAN juga tidak tahu BBM disubsidi. Kedua partai tersebut selama ini dikenal cenderung lebih melek literasi dibanding pemilih partai lain. Sementara partai seperti PPP bisa dipahami karena basis sosial PPP memang kebanyakan di wilayah perdesaan.

"Sama dengan massa pemilih partai, mayoritas pendukung calon presiden juga tidak tahu bahwa harga BBM disubsidi pemerintah," kata Saiful.

Infografis riwayat kenaikan harga BBM di era Jokowi. [Suara.com/Ema Rohimah]
Infografis riwayat kenaikan harga BBM di era Jokowi. [Suara.com/Ema Rohimah]

Ada 68 persen pendukung Anies yang tidak tahu BBM disubsidi, 61 persen pendukung Ganjar Pranowo, dan 69 persen pendukung Prabowo Subianto. Hanya 32 persen pendukung Anies, 39 persen pendukung Ganjar, dan 31 persen pemilih Prabowo yang tahu BBM disubsidi.

Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate sebesar 1053 atau 86 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Harga Tiket Kapal Feri Tanjungpinang, Karimun dan Batam

Update Harga Tiket Kapal Feri Tanjungpinang, Karimun dan Batam

Batam | Sabtu, 10 September 2022 | 10:46 WIB

Bagi-bagi Bensin Gratis, Mahasiswa Trisakti Serukan Aksi Turun ke Jalan pada 13 September Tolak Kenaikan BBM

Bagi-bagi Bensin Gratis, Mahasiswa Trisakti Serukan Aksi Turun ke Jalan pada 13 September Tolak Kenaikan BBM

News | Jum'at, 09 September 2022 | 19:16 WIB

Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM, Kader PKS Soloraya Desak Pemerintah Kreatif Mencari Solusi

Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM, Kader PKS Soloraya Desak Pemerintah Kreatif Mencari Solusi

Surakarta | Jum'at, 09 September 2022 | 19:15 WIB

Terkini

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:03 WIB

Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB

Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin

Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:49 WIB

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39 WIB

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:30 WIB

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:26 WIB

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:03 WIB

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:02 WIB

Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim

Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:56 WIB

Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret

Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:55 WIB