Bjorka 'Acak-acak' Indonesia, Kasus Kebocoran Data Rahasia Ini Juga Pernah Menggemparkan Dunia

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 14 September 2022 | 17:52 WIB
Bjorka 'Acak-acak' Indonesia, Kasus Kebocoran Data Rahasia Ini Juga Pernah Menggemparkan Dunia
Ilustrasi Data Rahasia - kasus kebocoran data rahasia yang menggemparkan dunia (Unsplash/SecretDokument)

Indonesia kini tengah dihebohkan dengan serangan hacker Bjorka yang menjadi momok karena telah 'mengacak-acak' data pribadi penduduk hingga pejabat. Sebelum peretas dengan identitas Bjorka itu muncul ke permukaan, sudah banyak peristiwa peretasan besar-besaran yang dilakukan para hacker hingga data-data rahasia bocor ke publik.

Awalnya data-data dan dokumen rahasia tersebut dijaga dan disimpan rapi agar tidak diketahui oleh publik. Namun, para peretas telah mengacaukannya hingga menggemparkan dunia. 

Lantas, apa saja kasus kebocoran data rahasia yang berhasil menggemparkan dunia? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

1. Dokumen Rahasia yang Mengungkap Pengaruh Kuat Iran dalam Pemerintahan Irak

Sempat menggemparkan dunia, kebocoran dokumen rahasia yang berhasil mengungkap seberapa kuatnya pengaruh Iran dalam pemerintahan Irak.

Dokumen yang berisikan arsip kabel rahasia intelijen diperoleh The Intercept dan dibagikan kepada The New York Time.

Diketahui, dokumen tersebut berisikan fakta yang mengungkap secara rinci seperti apa peran Iran di dalam pemerintahan Irak.

Dalam dokumen tersebut, terungkap pengaruh besar Iran di pemerintahan Irak. Berikut dengan rincian tahun-tahun kerja keras mata-mata Iran untuk mengkooptasi para pemimpin di negara tersebut, membayar agen intelijen Irak yang bekerja untuk Amerika agar berpindah pihak, dan menyusup ke setiap aspek kehidupan politik, ekonomi, dan agama di Irak.

Dokumen yang bocor tersebut menunjukkan bagaimana Iran pada hampir setiap kesempatan mengalahkan Amerika Serikat dalam perebutan pengaruh di pemerintahan Irak.

baca juga

2. Bocoran Dokumen Pengelolaan Kamp Muslim di China

Masih dalam media yang sama, harian The New York Times berhasil mendapatkan bocoran salinan dokumen dengan tebal 400 halaman. Dokumen tersebut berisikan tentang bagaimana pemerintah China melakukan pengelolaan kamp penahanan bagi etnis minoritas muslim yang ada di Provinsi Xinjiang.

Diketahui, pemerintah China sudah sejak lama menahan sekitar satu juta muslim dari etnis Uighur, Kazakhs, dan lainnya di Xinjiang.

Negara yang dikuasai oleh Partai Komunis tersebut sempat membantah kritikan dari dunia internasional mengenai kamp penahanan tersebut.

Pemerintah China menyebut bahwa tempat tersebut merupakan tempat pelatihan atau kursus dengan menggunakan metode halus untuk memerangi ekstremisme Islam.

Namun, bocoran dokumen tersebut justru mengatakan sebaliknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BIN dan Polri Telah Kantongi Identitas Asli Bjorka, Mahfud MD: Tapi Belum Bisa Diumumkan

BIN dan Polri Telah Kantongi Identitas Asli Bjorka, Mahfud MD: Tapi Belum Bisa Diumumkan

Video | Rabu, 14 September 2022 | 17:15 WIB

Selain Bongkar Identitas Bjorka, Ahli yang Diundang Deddy Corbuzier juga Bocorkan Hal tak Terduga

Selain Bongkar Identitas Bjorka, Ahli yang Diundang Deddy Corbuzier juga Bocorkan Hal tak Terduga

Sumedang | Rabu, 14 September 2022 | 17:45 WIB

Jadi Korban Peretasan Bjorka, Cak Imin Sebut Indonesia Darurat Teknologi Informasi

Jadi Korban Peretasan Bjorka, Cak Imin Sebut Indonesia Darurat Teknologi Informasi

News | Rabu, 14 September 2022 | 17:39 WIB

Kebocoran Data 102 Juta Warga RI dari Kemensos, Pakar : Kemungkinan Besar Valid

Kebocoran Data 102 Juta Warga RI dari Kemensos, Pakar : Kemungkinan Besar Valid

Tekno | Rabu, 14 September 2022 | 17:21 WIB

Forum Keamanan Siber Akan Mengungkap Siapa Peretas Bjorka: Tinggal Menunggu Waktu Tapi...

Forum Keamanan Siber Akan Mengungkap Siapa Peretas Bjorka: Tinggal Menunggu Waktu Tapi...

Hits | Rabu, 14 September 2022 | 17:15 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×