Demam Berdarah Hantui Pakistan di Tengah Bencana Banjir

Diana Mariska

Kamis, 15 September 2022 | 12:21 WIB
Demam Berdarah Hantui Pakistan di Tengah Bencana Banjir
Warga yang terdampak banjir di distrik Jaffarabad, Balochistan, Pakistan, pada Kamis (8/9). (Fida HUSSAIN / AFP)

Suara.com - Demam berdarah menjadi ancaman serius di Pakistan di tengah upaya negara itu mengatasi bencana banjir berkepanjangan.

Berdasarkan laporan BBC, sekitar 3.830 kasus demam berdarah telah dilaporkan di provinsi Sindh, dan sembilang orang dinyatakan meninggal dunia. Otoritas kesehatan setempat pun memperingatkan adanya potensi krisis kesehatan di negara itu.

Sejak awal Juni, Pakistan dilanda banjir yang, hingga kini, telah menewaskan hampir 1.500 orang. Selain itu, 30 juta warga diperkirakan terdampak oleh bencana ini.

Ahli kesehatan mengatakan terdapat peningkatan kasus demam berdarah, malaria, dan infeksi lambung akibat banyaknya pengungi yang tinggal di dekat genangan air.

“Secara umum, situasi di Sindh sangat buruk, [dan] kami mendirikan tenda-tenda medis di seluruh wilayah provinsi ini. Kebanyakan kasus yang kami lihat kini adalah pasien demam berdarah, diikuti malaria,” ujar Abdul Ghafoor Shoro, sekretaris jenderal Asosiasi Media Pakistan, seperti dilaporkan oleh BBC pada Kamis (15/9).

“Beban demam berdarah sama [besarnya] di seluruh wilayah provinsi dan meningkat setiap harinya. Ketika kami mengecek laboratorium, kasus suspect sebesar 80 persen dari total tes yang dilakukan.”

Sang dokter juga mengingatkan bahwa kondisi kemungkinan akan memburuk dalam beberapa minggu mendatang.

Hingga kini, ribuan desa di Pakistan masih terendam banjir dan jutaan keluarga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Layanan kesehatan juga terpaksa disediakan di dalam mobil-mobil van.

Khalid Khosa, salah satu dokter yang bertugas melayani para pengungsi, mengatakan tim medis tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk mengobati semua pengungsi akibat keterbatasaan yang ada.

“Ada begitu banyak orang. Kami berusaha sebaik mungkin untuk melayani semua pasien, tetapi kami tidak memiliki kapasitas untuk membantu semuanya,” ujarnya.

Ia juga mengkhawatirkan tingginya angka infeksi penyakit dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami berusaha semampu kami, tapi ketakutan terbesar saya adalah akan terjadinya bencana yang besar. Begitu banyak orang yang sakit, termasuk kasus demam berdarah, malaria, dan masalah lambung. Namun, kami tidak bisa menolong semua orang,” ujar Khosa.

Pejabat setempat memperkirakan banjir di Sindh baru akan benar-benar surut dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres juga meminta negara-negara maju untuk turut membantu Pakistan keluar dari tragedi ini.

“Pakistan tidak bertanggung jawab atas krisis ini [karena] ini adalah produk perubahan iklim. Bencana ini disebabkan oleh mereka yang mengotori atmosfer dengan gas rumah kaca. Negara-negara G20 dengan ekonomi terbesar di dunialah yang menghasilkan 80 persen emisi sedangkan Pakistan menghasilkan kurang dari satu persen,” kata Guterres.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demam Berdarah Dengue Mengancam, Ridwan Kamil Minta Warga Lakukan Ini

Demam Berdarah Dengue Mengancam, Ridwan Kamil Minta Warga Lakukan Ini

Bogor | Rabu, 14 September 2022 | 13:21 WIB

BPOM Izinkan Vaksin Qdenga Cegah Virus Dengue Penyebab Demam Berdarah, Ini Efek Sampingnya

BPOM Izinkan Vaksin Qdenga Cegah Virus Dengue Penyebab Demam Berdarah, Ini Efek Sampingnya

Health | Sabtu, 10 September 2022 | 11:36 WIB

Upaya Evakuasi Banjir di Pakistan Terus Berlanjut

Upaya Evakuasi Banjir di Pakistan Terus Berlanjut

News | Jum'at, 09 September 2022 | 17:51 WIB

Musim Penghujan Tiba, Waspadai 7 Penyakit Ini

Musim Penghujan Tiba, Waspadai 7 Penyakit Ini

Tantrum | Jum'at, 09 September 2022 | 15:47 WIB

Ilmuwan Universitas Oxford: Vaksin Malaria Baru Mengubah Dunia

Ilmuwan Universitas Oxford: Vaksin Malaria Baru Mengubah Dunia

News | Jum'at, 09 September 2022 | 11:48 WIB

Perjuangan Ibu Tolong Anaknya saat Banjir Pakistan: Saya Genggam Erat Tangan Anak Saya, Tapi Selalu Lepas

Perjuangan Ibu Tolong Anaknya saat Banjir Pakistan: Saya Genggam Erat Tangan Anak Saya, Tapi Selalu Lepas

Video | Jum'at, 09 September 2022 | 11:05 WIB

Terkini

Pura-pura Jadi Pembeli! Polisi Ciduk Pengedar 15 Airsoft Gun yang Dijual via WhatsApp

Pura-pura Jadi Pembeli! Polisi Ciduk Pengedar 15 Airsoft Gun yang Dijual via WhatsApp

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:59 WIB

Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan

Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:53 WIB

FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi

FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:49 WIB

Shopee Permudah Seller Kelola Keikutsertaan Program Promosi di Laman "Pengelolaan Program Saya"

Shopee Permudah Seller Kelola Keikutsertaan Program Promosi di Laman "Pengelolaan Program Saya"

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:46 WIB

Gus Yaqut Tumbang di Tahanan, Istri Apresiasi Langkah Cepat KPK Larikan ke RS

Gus Yaqut Tumbang di Tahanan, Istri Apresiasi Langkah Cepat KPK Larikan ke RS

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:36 WIB

Gaji Dokter Timpang! Menkes: Ada yang Miliaran, Ada yang Selevel Tukang Parkir

Gaji Dokter Timpang! Menkes: Ada yang Miliaran, Ada yang Selevel Tukang Parkir

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:24 WIB

Viral Isu Kantor RW di Cikini Digusur Demi SPPG, Ini Fakta Sebenarnya

Viral Isu Kantor RW di Cikini Digusur Demi SPPG, Ini Fakta Sebenarnya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:24 WIB

Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya

Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:18 WIB

Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral

Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:13 WIB

Di Sini Wilayah Paling Parah Akibat Gempa Venezuela, Banyak Orang Meninggal

Di Sini Wilayah Paling Parah Akibat Gempa Venezuela, Banyak Orang Meninggal

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:13 WIB