Seberapa Besar Pengaruh PFI dan Mengapa India Sampai Perlu Melarang?

Siswanto, BBC

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB
Seberapa Besar Pengaruh PFI dan Mengapa India Sampai Perlu Melarang?
BBC

Suara.com - Pemerintah India melarang organisasi Islam yang kontroversial, Front Populer India (PFI), selama lima tahun atas sangkaan memiliki keterkaitan dengan kelompok-kelompok teror.

Larangan ini diumumkan pada Rabu pagi (28/09) dan terjadi di tengah upaya pihak berwenang menindak organisasi itu. Selama sepekan terakhir, pihak berwenang sudah dua kali menggeledah kantor-kantor PFI di sejumlah negara bagian. Banyak pengurusnya ditangkap.

PFI, yang membantah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya, telah menggelar protes selama beberapa hari terakhir di sejumlah lokasi di India untuk menentang penggerebekan.

Baca juga:

Alasan larangan

Pemerintah mengatakan larangan diberlakukan kepada PFI dan afiliasi-afiliasinya atas tuduhan telah melakukan "aktivitas melanggar hukum" yang "membahayakan integritas, kedaulatan dan keamanan negara".

Pemerintah mengatakan organisasi itu mempunyai hubungan dengan kelompok-kelompok Islam yang sudah dilarang, seperti Gerakan Mahasiswa Islam India (Simi) dan Jamat-ul-Mujahideen Bangladesh (JMB) serta kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Irak dan Suriah.

"PFI dan afiliasi-afiliasinya beroperasi secara terbuka sebagai organisasi sosial-ekonomi, pendidikan dan politik tetapi, mereka mengusung agenda rahasia untuk meradikalkan unsur masyarakat tertentu guna menggoyang konsep demokrasi." Demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri India.

https://twitter.com/airnewsalerts/status/1574929150250389505?s=20&t=y5fm2Qj1uVItKNRfjkY9OA


Berbagai laporan menyebutkan lebih dari 250 orang yang mempunyai keterkaitan dengan organisasi itu ditangkap dalam operasi penggerebekan pada 22 September dan 27 September.

baca juga

Penggeledahan dilaksanakan oleh badan anti-teror India, Badan Investigasi Nasional (NIA), dan Direktorat Penegakan (ED), yang menangani kejahatan keuangan.

NIA mengatakan dalam penggeledahan pihaknya menyita "dokumen-dokumen yang membuktikan tuduhan, uang kontan, senjata tajam dan banyak peralatan digital".

Dalam pernyataan sesudah penggerebekan pertama, Front Populer India menggambarkan tindakan yang diambil terhadap mereka sebagai "perburuan hantu" dan menuduh NIA membuat klaim tanpa dasar untuk menciptakan "suasana teror" .

Siapakah PFI?

Dibentuk pada 2006, PFI menyebut diri sebagai "organisasi sosial non-pemerintah yang bertujuan untuk membantu orang-orang miskin dan mereka yang kurang beruntung di negeri ini dan untuk menentang penindasan serta eksploitasi".

PFI muncul setelah Front Pembangunan Nasional (NDF) - organisasi kontroversial yang didirikan di Kerala beberapa tahun lalu setelah Masjid Babri dirobohkan pada 1992 - menyatu dengan dua organisasi lain dari wilayah selatan.

Pada saat ini, PFI, yang mempunyai basis kuat di Kerala dan Karnataka, aktif di lebih dari 20 negara bagian di India dan mengklaim kekuatan kadernya mencapai "ratusan ribu".

Mengapa PFI kontroversial?

Dalam pernyataan misi di situsnya, PFI mengklaim hendak menciptakan "masyarakat egalitarian di mana setiap orang menikmati kebebasan, keadilan dan rasa aman". Dikatakan perubahan kebijakan ekonomi diperlukan sehingga kaum Dalit - suku adat dan kelompok minoritas - mendapatkan hak-hak mereka.

Namun pemerintah telah melayangkan sejumlah tuduhan terhadap PFI, termasuk "hasutan, menciptakan rasa permusuhan antar unsur-unsur masyarakat dan menempuh langkah-langkah untuk menggoyang India".

Nama PFI pertama kali dikenal luas pada 2010 sesudah terjadi serangan terhadap seorang profesor di Kerala. Serangan terjadi setelah kelompok-kelompok Muslim menuduh sang guru besar membuat pertanyaan-pertanyaan ujian yang menyinggung perasaan terkait dengan Nabi Muhammad.

Pengadilan menyatakan bersalah beberapa anggota PFI, namun organisasi itu menjauhkan diri dari terdakwa.

Belum lama ini, para anggota kelompok itu juga dikaitkan dengan kasus pemenggalan seorang pria Hindu di Rajasthan, India barat pada Juni.

Beberapa bulan lalu, Kepolisian Negara Bagian Bihar mengatakan bahwa PFI menyebarkan dokumen berisi niat menjadikan India sebagai negara Islam. PFI menepis tudingan itu dengan mengatakan dokumen itu direkayasa.

Salah satu tuduhan utama terhadap PFI adalah keterkaitannya dengan Simi, yang dilarang oleh pemerintah pada 2001. PFI juga dikait-kaitkan dengan Indian Mujahideen, kelompok militan yang juga terlarang.

Prof P Koya, salah seorang pendiri PFI dan organisasi sebelumnya NDF, membantah semua tuduhan tersebut dalam percakapan sebelumnya dengan BBC dan dia mendirikan NDF pada 1993, jauh setelah hubungannya dengan Simi berakhir pada 1981.

Pihak berwenang juga mengaitkan PFI dengan sejumlah insiden kekerasan politik.

Pada 2018, di kota Ernakulam, Kerala, aktivis PFI dituduh menusuk hingga tewas seorang pemimpin organisasi sayap kiri, Federasi Mahasiswa India (SFI).

Seberapa populer PFI?

Para pemuka PFI menarik perhatian media karena pernyataan-pernyataan mereka yang menurut sebagian kalangan, bersifat provokatif.

Organisasi itu mengklaim punya basis pendukung besar, tetapi sejauh ini tidak mencatat keberhasilan di pentas politik. Partai politiknya yang sudah terdaftar - Partai Demokratik Sosial India (SDPI) - telah terjun dalam pilkada di Kerala dan mencatat sedikit keberhasilan tetapi tidak sampai menduduki kursi parlemen.

"PFI bukan kekuatan politik atau sosial yang penting di India. Apapun pengaruhnya hanya terbatas di Kerala dan beberapa negara bagian di selatan. Muslim di wilayah lain di India bahkan tidak mengetahui keberadaannya sebagai partai politik," kata Adil Mehdi, pensiunan guru besar dari Universitas Jamia Millia Islamia di Delhi.

Awal tahun ini, pemerintah Negara Bagian Karnataka menuduh PFI menyulut protes menentang larangan siswi mengenakan jilbab di sekolah. Para pengamat mengatakan sayap mahasiswa dan sayap perempuan PFI secara aktif mengambil bagian dalam demonstrasi mendukung pemakaian jilbab.

Kelompok-kelompok Hindu, yang bergandengan dengan partai berkuasa Bharatiya Janata Party (BJP), telah lama menuntut agar PFI dilarang dan Pengadilan Tinggi Kerala pernah menggambarkannya sebagai "organisasi ekstremis".

Namun, PFI terus membantah pihaknya terlibat dalam aktivitas teror dan para analis menekankan bahwa dakwaan terorisme yang digunakan dalih untuk menggerebek dan menangkap, sering tidak dipersoalkan di pengadilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalan Pantura Semarang-Demak Ditinggikan 1 Meter, Ditargetkan Rampung Sebelum Nataru

Jalan Pantura Semarang-Demak Ditinggikan 1 Meter, Ditargetkan Rampung Sebelum Nataru

News | Sabtu, 07 November 2026 | 05:05 WIB

Jasa Marga Gandeng BPS, Data Lalu Lintas Tol Bakal Jadi Indikator Aktivitas Ekonomi

Jasa Marga Gandeng BPS, Data Lalu Lintas Tol Bakal Jadi Indikator Aktivitas Ekonomi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 05:00 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kasus Penyadapan Presiden Terbongkar, Istana Beri Sinyal Bakal Bersih-bersih

Kasus Penyadapan Presiden Terbongkar, Istana Beri Sinyal Bakal Bersih-bersih

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 20:10 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

File Digital Makin Menumpuk, Ini Alternatif Penyimpanan Data Jangka Panjang

File Digital Makin Menumpuk, Ini Alternatif Penyimpanan Data Jangka Panjang

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 22:20 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Terkini

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

×