- FDA AS setujui insulin basal mingguan Novo Nordisk.
- Suntik insulin cukup seminggu sekali untuk diabetes tipe 2.
- Terapi baru dinilai bisa tingkatkan kepatuhan pasien.
Suara.com - Perusahaan farmasi asal Denmark, Novo Nordisk resmi mengumumkan persetujuan dari otoritas kesehatan Amerika Serikat, FDA, untuk insulin basal kerja panjang mingguan miliknya. Persetujuan ini menjadi tonggak baru dalam pengobatan diabetes tipe 2 karena pasien kini memiliki opsi terapi insulin yang cukup disuntik satu kali dalam seminggu.
Insulin basal mingguan dengan konsentrasi 700 units/mL tersebut diindikasikan sebagai terapi pendamping diet dan olahraga guna membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien dewasa dengan diabetes tipe 2.
Kehadiran insulin mingguan ini dinilai dapat menjadi solusi baru bagi pasien yang selama ini harus menjalani suntikan insulin basal harian. Terlebih, tantangan kepatuhan pengobatan masih menjadi persoalan besar dalam penanganan diabetes.
Persetujuan FDA diberikan setelah Novo Nordisk menyelesaikan program uji klinis fase 3a ONWARDS pada pasien diabetes tipe 2. Program tersebut melibatkan sekitar 2.680 pasien dewasa dengan diabetes yang belum terkontrol.
Dalam uji klinis itu, insulin basal mingguan dibandingkan dengan insulin basal harian. Hasilnya menunjukkan efektivitas yang setara dalam menurunkan kadar HbA1c atau indikator rata-rata gula darah pasien diabetes.
Tak hanya itu, profil keamanan insulin mingguan tersebut juga disebut konsisten dengan insulin basal harian yang selama ini digunakan pasien.
Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar menegaskan perusahaan tetap fokus mengembangkan inovasi insulin di tengah sejumlah perusahaan farmasi global mulai mengurangi fokus bisnis di kategori tersebut.
“Ketika beberapa pelaku industri farmasi mulai mundur dari kategori insulin, kami justru menegaskan komitmen kami dalam mendukung inovasi, akses, dan pasokan bagi jutaan pasien yang bergantung pada insulin setiap hari,” ujar Doustdar dalam keterangannya.
Di Indonesia, tantangan diabetes juga terus meningkat. Data International Diabetes Federation menunjukkan lebih dari 20 juta orang dewasa di Indonesia hidup dengan diabetes.
Namun, kepatuhan pasien dalam menjalani terapi masih menjadi hambatan utama. Sebuah studi menyebut 43,4% pasien diabetes tipe 2 merasa terbebani karena harus menjalani pengobatan setiap hari. Sementara 28,4% lainnya mengaku sering lupa mengonsumsi atau menjalani terapi.
Kondisi tersebut membuat insulin basal mingguan dinilai berpotensi menjadi alternatif terapi yang lebih praktis sekaligus membantu meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan diabetes.