Kontroversi Liga 1: Jam Tanding Terlalu Malam, Pelaksanaan Belum Matang?

Farah Nabilla

Minggu, 02 Oktober 2022 | 14:23 WIB
Kontroversi Liga 1: Jam Tanding Terlalu Malam, Pelaksanaan Belum Matang?
Liga 1 antara Arema FC versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) [Twitter]

Suara.com - Liga 1 rupanya kerap menuai kontroversi, bahkan dari pelaksanaannya. Para penonton bahkan banyak yang tidak berharap lebih dengan laga satu ini.

Adapun kontroversi Liga 1 mulai dari pelaksanaan, pengamanan, hingga diancam terima sanksi dari FIFA bisa diketahui secara lengkap melalui poin-poin berikut ini.

1. Pelaksanaan Liga 1

PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar pertemuan manajer bersama klub-klub Liga 1 2022/2023, Senin (4/7/2022) sore secara virtual. Hasilnya diputuskan jika kick-off kompetisi tertinggi di Indonesia itu dibuka pada 23 Juli.

Adapun laga yang digelar pada pembukaan Liga 1 di tanggal 23 Juli, Bali United vs Persija Jakarta, PSS Sleman vs PSM Makassar, Madura United vs Barito Putera, serta PSIS Semarang vs Rans Nusantara FC.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita menyampaikan banyak agenda yang harus disesuaikan pada musim ini. Mulai dari international match pada 19-27 September 2022 dan 20-28 Maret 2023.

Lalu, ada Piala AFF 2022 yang dijadwalkan akhir Desember mendatang. Dengan begitu, pelaksanaan Liga 1 tidak akan bentrok dengan beberapa laga lainnya.

Akhmad juga mengungkapkan bahwa Liga 1 musim ini akan berakhir pada April 2023. Sementara hadiah untuk juara pertama akan menerima uang sebesar Rp2 miliar. Namun, ini masih bisa diubah, tergantung PSSI.

Pelaksanaannya ini ternyata memicu kontroversi, terlebih di kalangan wasit. Pada empat pertandingan pertama di pekan awal saja, keputusan tiga wasit memberi penalti menerima sorotan. Menurut sejumlah pihak, hal itu tidak sesuai dan meminta PSSI mengusut.

Keputusan itu kembali terjadi di pekan keempat dalam beberapa laga hingga membuat para wasit disorot. Para penonton yang geram kerap mengajukan komplain, termasuk melalui akun media sosial mereka masing-masing.

Terkait pelaksanaan laga Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022), akun Twitter @idextratime membeberkan surat permohonan yang dibuat Kepolisian Malang. Mereka meminta jadwal pertandingan yang semula dimulai pukul 20.00 WIB diubah ke sore hari, pukul 15.30 WIB. Tujuannya agar lebih aman.

Di sisi lain, kapasitas penonton maksimal berada di angka 38 ribu, namun tiket yang dicetak justru lebih tinggi hingga 42 ribu. Rekomendasi dari Kepolisian Malang yang dibuat pada 18 September itu diketahui ditolak oleh panitia pelaksana (panpel).

"- Rekomendasi dari kepolisian agar pertandingan dimajukan menjadi sore hari ditolak Panpel.

- Kapasitas stadion 38.000 penonton, tiket yang dicetak 42.000." tulis akun @idextratime, Minggu (2/10/2022).

"Rekomendasi dari kepolisian agar kick off dimajukan sore sudah diteruskan Panpel ke PT LIB. Namun ditolak operator liga, kenapa?" lanjutnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Mahfud MD hari ini juga mengungkapkan pernyataan tertulis dalam akun Instagram-nya, terkait tim polisi yang sudah meminta perubahan jadwal pertandingan karena dinilai berbahaya hingga kapasitas penonton yang jauh dari seharusnya.

"Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sdh mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dgn kapasitas stadion yakni 38.000 orang. Tapi usul2 itu tidak dilakukan oleh Panitia Pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan ticket yang dicetak jumlahnya 42.000," tulis Mahfud melalui keterangan tertulis dalam unggahan Instagram @mohmahfudmd.

2. Pengamanan Liga 1

Dukungan terhadap pelaksanaan Liga 1 musim 2022/2023 dinyatakan oleh Polri. Izin keramaian dan pengamanan siap dilakukan demi kelancaran pertandingan.

Diwakili Kabag Jianling Biro Jianstra Sops Polri, Kombes Umar Surya Fana menyampaikan hal tersebut setelah melakukan rapat koordinasi penyelenggaraan Liga 1 di Kemenpora, Jakarta, 19 Juli lalu.

Umar menjelaskan lebih lanjut jika pengamanan Liga 1 disesuaikan dengan masing-masing wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan. Ia juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar kompetisi berjalan dengan lancar.

Namun, nyatanya, pengamanan Liga 1 yang diungkap Polri bisa dibilang gagal karena ratusan orang harus kehilangan nyawa saat menyaksikan pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/9/2022).

3. Diancam Sanksi FIFA

Laga antara Arema vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang menewaskan ratusan orang. Indonesia kini terancam sanksi FIFA, salah satunya pencabutan status tuan rumah untuk Piala Dunia U-20 2023 mendatang.

Melihat tragedi Heysel yang mempertemukan Liverpool vs Juventus di final Liga Champions 1984-1985, yang juga memakan korban jiwa. Maka, Indonesia berpotensi menerima sanksi FIFA.

Parahnya lagi, kerusuhan Arema vs Persebaya lebih banyak ketimbang tragedi Heysel yang menewaskan 39 penggemar. Ditambah, kematian itu disebut karena penggunaan gas air mata yang memang dilarang FIFA.

Larangan ini tercatat dalam pasal 19 aturan FIFA tentang Stadium Safety and Security Regulations. Sementara Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta membeberkan alasan pihaknya menembakkan gas air mata.

Hal itu lantaran suporter yang turun memasuki lapangan dan mulai bertindak anarkis. Kerusuhan terjadi usai Arema kalah 2-3 dari rival lamanya, Persebaya.

Suporter Arema yang dijuluki Aremania merasa kecewa dan meluapkan emosi dengan masuk ke lapangan, mengajukan protes terhadap para pemain, hingga mulai melakukan tindakan anarkis.

Rata-rata korban yang meninggal dipicu sesak napas dan terinjak karena berdesakkan saat mencoba keluar stadion. Insiden itu bukan kericuhan antar suporter karena Bonek (pendukung Persebaya) sedang dilarang menonton di dalam stadion.

Imbas dari peristiwa nahas itu, laga antara Persib melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage, Kota Bandung pada Minggu (2/10/2022) sore ini resmi ditunda.

Meski begitu, pihak Persib memastikan, semua tiket yang sudah dibeli aman dan akan tetap bisa dipakai untuk laga tunda.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Kanjuruhan, Media Asing Soroti Penggunaan Gas Air Mata oleh Polisi

Tragedi Kanjuruhan, Media Asing Soroti Penggunaan Gas Air Mata oleh Polisi

News | Minggu, 02 Oktober 2022 | 14:07 WIB

Ada Tembakan Gas Air Mata di Kanjuruhan Meski Dilarang FIFA, PSSI 'Cuci Tangan': Kami Tidak Campuri SOP Polisi

Ada Tembakan Gas Air Mata di Kanjuruhan Meski Dilarang FIFA, PSSI 'Cuci Tangan': Kami Tidak Campuri SOP Polisi

News | Minggu, 02 Oktober 2022 | 14:09 WIB

PSM Makassar: Tragedi Kanjuruhan Rugikan Industri Sepak Bola Indonesia

PSM Makassar: Tragedi Kanjuruhan Rugikan Industri Sepak Bola Indonesia

Sulsel | Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:52 WIB

Tragedi Kerusuhan dalam Sepak Bola Dunia, Termasuk Peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang

Tragedi Kerusuhan dalam Sepak Bola Dunia, Termasuk Peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang

Indotnesia | Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:49 WIB

Sebelum Tragedi Kanjuruhan Pecah, Sempat Ada Permohonan Jam Kick-off Arema FC vs Persebaya tetapi....

Sebelum Tragedi Kanjuruhan Pecah, Sempat Ada Permohonan Jam Kick-off Arema FC vs Persebaya tetapi....

Sumedang | Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:34 WIB

Tragedi Kanjuruhan Malang, Catatan Najwa Shihab: Tak Ada Kebanggan yang Boleh Tegak di Atas Nisan

Tragedi Kanjuruhan Malang, Catatan Najwa Shihab: Tak Ada Kebanggan yang Boleh Tegak di Atas Nisan

Denpasar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:23 WIB

Terkini

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:37 WIB

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:07 WIB

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:37 WIB

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:18 WIB

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:17 WIB

Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi

Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:08 WIB

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:02 WIB

Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR

Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:49 WIB

Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!

Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:37 WIB

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:13 WIB