Heran Ada Gas Air Mata, Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan: Kami Gak Buat Onar, Cuma Beri Support ke Pemain

Reza Gunadha | Elvariza Opita | Suara.com

Minggu, 02 Oktober 2022 | 22:36 WIB
Heran Ada Gas Air Mata, Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan: Kami Gak Buat Onar, Cuma Beri Support ke Pemain
Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.

Suara.com - Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) menjadi duka mendalam bagi Indonesia bahkan dunia.

Insiden ini juga menjadikan laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya kemarin sebagai salah satu pertandingan paling mematikan di dunia dengan total 125 orang meninggal dunia.

Tentu menjadi pertanyaan besar, seperti apa kronologi kejadian hingga ratusan pendukung Arema FC meregang nyawa pada hari itu.

Salah satu korban selamat dari tragedi Kanjuruhan pun membeberkan kejadian menurut versinya lewat tayangan di kanal YouTube metrotvnews.

Kepada awak media, Affandi, salah satu korban selamat tragedi Kanjuruhan itu menjelaskan bahwa tidak ada kerusuhan terjadi di lapangan. Saat itu sejumlah suporter memang turun ke lapangan untuk memberikan semangat.

"Pemain itu minta maaf sama suporter karena kalah. Nah penonton turun, nggak buat onar sebenarnya, cuma beri support kepada pemain," katanya, seperti dikutip Suara.com, Minggu (2/10/2022).

Namun tampaknya jumlah suporter yang turun untuk memberi semangat kepada pemain Arema FC terlalu banyak. Hal inilah yang kemudian memicu kekhawatiran pecahnya kerusuhan hingga polisi menembakkan gas air mata.

"Mungkin terlalu banyak yang turun, akhirnya asap itu. Gas air mata bertebaran. Iya (dikiranya mau membuat kisruh)," jelasnya melanjutkan.

Gas air mata memang semula ditembakkan ke salah satu tribun, sampai dalam berbagai video terlihat tebalnya kabut putih yang ditimbulkan. Namun menurut Affandi seluruh stadion jadi terkena dampaknya.

Tak terkecuali dirinya. "Ya perih," ujarnya menerangkan rasa yang dialami pasca terkena semprotan gas air mata.

Beruntung saat itu ia bertemu dengan seorang penjual minuman yang masih memiliki es batu. Es batu itulah yang kemudian dipakainya untuk meredam rasa sakit akibat terpapar gas air mata.

"Mau keluar (dari stadion) ya terlalu banyak yang keluar, akhirnya desak-desakan," pungkasnya.

Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Foto: Twitter]
Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Foto: Twitter]

Salah satu penyebab utama tewasnya banyak orang di insiden ini adalah ketika para suporter berdesak-desakan keluar dari Stadion Kanjuruhan pasca polisi menembakkan gas air mata.

Semua penonton panik berusaha menyelamatkan diri sehingga berbondong-bondong ke pintu keluar, hingga beberapa di antaranya terinjak serta kehabisan napas di sana.

Bos Arema FC Jamin Pembiayaan Perawatan Medis Korban

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Kanjuruhan, Presiden FIFA Sampaikan Belasungkawa Terdalam, Warganet: Sepak Bola Itu Hiburan Bukan Kuburan

Tragedi Kanjuruhan, Presiden FIFA Sampaikan Belasungkawa Terdalam, Warganet: Sepak Bola Itu Hiburan Bukan Kuburan

Kaltim | Minggu, 02 Oktober 2022 | 20:06 WIB

Arema FC soal Polemik Kick-off Malam Hari: PT LIB yang Menolak Perubahan Jadwal

Arema FC soal Polemik Kick-off Malam Hari: PT LIB yang Menolak Perubahan Jadwal

Bola | Minggu, 02 Oktober 2022 | 20:01 WIB

Beritanya Sudah Sampai Korea, Lee Min-ho Ucapkan Belangsukawa untuk Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan

Beritanya Sudah Sampai Korea, Lee Min-ho Ucapkan Belangsukawa untuk Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan

| Minggu, 02 Oktober 2022 | 19:45 WIB

Liga 1 Dihentikan Buntut Tragedi Kanjuruhan, Liga 2 Tetap Jalan, Bagaimana Kualifikasi Piala Asia U-17?

Liga 1 Dihentikan Buntut Tragedi Kanjuruhan, Liga 2 Tetap Jalan, Bagaimana Kualifikasi Piala Asia U-17?

Bola | Minggu, 02 Oktober 2022 | 19:41 WIB

Senyum Airlangga Hartarto di Unggahan Ucapan Duka Tragedi Kanjuruhan Jadi Sorotan: Ngeledek Apa Gimana?

Senyum Airlangga Hartarto di Unggahan Ucapan Duka Tragedi Kanjuruhan Jadi Sorotan: Ngeledek Apa Gimana?

Hits | Minggu, 02 Oktober 2022 | 20:02 WIB

Terkini

Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu

Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:33 WIB

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:28 WIB

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:02 WIB

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:01 WIB

Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK

Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:46 WIB

BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber

BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:41 WIB

Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan

Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:41 WIB

BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm

BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:35 WIB

Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung

Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:30 WIB