Balas Korut, AS-Korsel Tembakkan Rudal dalam Latihan Gabungan

Diana Mariska

Rabu, 05 Oktober 2022 | 11:58 WIB
Balas Korut, AS-Korsel Tembakkan Rudal dalam Latihan Gabungan
Ilustrasi rudal darat-ke-darat diluncurkan selama latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan. Korsel dan AS tembakkan 8 rudal balas Korut. [Kepala Staf Gabungan/Yonhap via Reuters/as]

Suara.com - Militer Amerika Serikat dan Korea Selatan menembakkan sejumlah rudal ke laut dalam sebuah latihan gabungan usai Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik yang melewati wilayah Jepang kemarin.

Berdasarkan pernyataan Kepala Staf Latihan Gabungan Korsel pada Rabu (5/10), pasukan Korsel and AS melaksanakan latihan peluncuran rudal sebagai respons dari tembakan rudal balistik Korut pada Selasa.

Masing-masing pasukan menembakkan sepasang rudal balistik jarak pendek ATACMS buatan AS, ujar sebuah pernyataan.

Militer Korsel kemudian memberikan konfirmasi bahwa peluncuran rudal Hyunmoo-2 gagal karena jatuh setelah diluncurkan. Meski demikian, tidak ada korban dalam insiden itu.

Pada Selasa (4/10), Korut melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah (IRBM) dengan jarak tempuh lebih jauh daripada sebelumnya. Rudal tersebut terbang di atas wilayah Jepang, dan berdasarkan laporan BBC, otoritas di Jepang mengeluarkan peringatan agar para warga di pulau Hokkaido berlindung.

Jepang juga disebut membatalkan sementara beberapa operasional kereta api.

"Korea Utara telah meluncurkan rudal. [Warga] diharapkan mengungsi ke dalam gedung atau ruang bawah tanah," kata pemerintah Jepang dalam peringatan yang dikeluarkan pada pada Selasa pukul 07.29 waktu setempat.

Pejabat setempat mengatakan rudal itu jatuh ke Samudra Pasifik sekitar 3.000 km dari Jepang, dan tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam kejadian itu.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengecam keras uji coba rudal itu, dan Uni Eropa menyebutnya sebagai "tindakan sembrono yang sengaja dan provokatif".

Antara juga melaporkan bahwa Amerika Serikat pada Rabu meminta Dewan Keamanan PBB untuk bertemu dan membahas soal Korut, tetapi para diplomat mengatakan China dan Rusia menentang diskusi publik oleh dewan yang beranggotakan 15 negara itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korea Utara Tembak Rudal Balistik Melintasi Wilayah Jepang, KBRI Tokyo: Tidak Ada WNI Terdampak

Korea Utara Tembak Rudal Balistik Melintasi Wilayah Jepang, KBRI Tokyo: Tidak Ada WNI Terdampak

Sulsel | Rabu, 05 Oktober 2022 | 06:00 WIB

Bikin Was-was Warganya, Rudal Balistik Korea Utara Melintasi Wilayah Jepang

Bikin Was-was Warganya, Rudal Balistik Korea Utara Melintasi Wilayah Jepang

Batam | Selasa, 04 Oktober 2022 | 20:56 WIB

Rudal Balistik Korut, Dubes RI untuk Jepang Minta WNI Ikuti Instruksi Pemerintah Daerah Setempat

Rudal Balistik Korut, Dubes RI untuk Jepang Minta WNI Ikuti Instruksi Pemerintah Daerah Setempat

Bekaci | Selasa, 04 Oktober 2022 | 19:19 WIB

Korut Dukung Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia, Sebut Referendum Sesuai Piagam PBB

Korut Dukung Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia, Sebut Referendum Sesuai Piagam PBB

News | Selasa, 04 Oktober 2022 | 17:21 WIB

WNI di Jepang Sempat Dapat Peringatan Mengungsi Karena Rudal Korut Diluncurkan

WNI di Jepang Sempat Dapat Peringatan Mengungsi Karena Rudal Korut Diluncurkan

Bali | Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:10 WIB

Korea Utara Tembakkan Rudal, WNI di Jepang Diberi Peringatan untuk Berlindung

Korea Utara Tembakkan Rudal, WNI di Jepang Diberi Peringatan untuk Berlindung

Jogja | Selasa, 04 Oktober 2022 | 15:26 WIB

Terkini

Telkom Akses Tingkatkan Kompetensi SDM Digital di Wilayah 3T melalui Program CSR Fiber Academy

Telkom Akses Tingkatkan Kompetensi SDM Digital di Wilayah 3T melalui Program CSR Fiber Academy

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:50 WIB

Jelang Muktamar NU, Gus Irfan Minta Tak Ada Money Politics dan Campur Tangan Parpol

Jelang Muktamar NU, Gus Irfan Minta Tak Ada Money Politics dan Campur Tangan Parpol

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:49 WIB

Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Peta Jalan Kerja Sama 20262030

Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Peta Jalan Kerja Sama 20262030

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:45 WIB

Penantian 50 Tahun! Lahan Bumi Tridharma Pondok Labu Akhirnya Diusulkan Masuk Skema TORA

Penantian 50 Tahun! Lahan Bumi Tridharma Pondok Labu Akhirnya Diusulkan Masuk Skema TORA

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:44 WIB

Richard Lee Klaim Lolos Sidang Etik, Dakwaan Pidana Tetap Bergulir

Richard Lee Klaim Lolos Sidang Etik, Dakwaan Pidana Tetap Bergulir

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:30 WIB

Divonis 10 Tahun, Akankah Nadiem Dapat Amnesti dari Prabowo?

Divonis 10 Tahun, Akankah Nadiem Dapat Amnesti dari Prabowo?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:27 WIB

Percepat Pembangunan Huntap, Kasatgas Tito Dukung Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB

Percepat Pembangunan Huntap, Kasatgas Tito Dukung Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:22 WIB

'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026

'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:15 WIB

Rapor Merah 80 Tahun Polri: Berkhidmat pada Kekuasaan, Bukan Rakyat

Rapor Merah 80 Tahun Polri: Berkhidmat pada Kekuasaan, Bukan Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:11 WIB

Bukan Negara Vigilante: Mengapa Penyekapan Karyawan di Senen Berlangsung 21 Hari Tanpa Terdeteksi?

Bukan Negara Vigilante: Mengapa Penyekapan Karyawan di Senen Berlangsung 21 Hari Tanpa Terdeteksi?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:59 WIB

×