Tragedi Kanjuruhan: Ironi Respons PSSI, Jokowi dan Polisi Tak Akui Fatalnya Gas Air Mata

Ruth Meliana Dwi Indriani

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:12 WIB
Tragedi Kanjuruhan: Ironi Respons PSSI, Jokowi dan Polisi Tak Akui Fatalnya Gas Air Mata
Suporter sepak bola meletakkan atribut Arema saat mengikuti doa bersama bagi korban Tragedi Kanjuruhan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (3/10/2022). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.

Suara.com - Investigasi tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang masih dilakukan. Peristiwa mematikan dalam sejarah sepak bola Indonesia itu dipicu oleh gas air mata yang membuat para suporter panik.

Kepanikan supoter itu berubah menjadi tragedi kala ratusan orang terhimpit dan terinjak-injak saat berusaha keluar dari Stadion Kanjuruhan. Mereka berusaha menghindari dari pedih dan sesaknya gas air mata yang terus ditembakkan aparat ke arah tribun.

Pemerintah Indonesia sendiri telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) untuk mengupas bagaimana kejadian mengerikan ini bisa terjadi. Meski demikian, sejauh ini pemerintah belum mengakui bahwa gas air mata menjadi pemicu ratusan suporter tewas.

Ini terlihat dari respons Presiden Jokowi, PSSI hingga kepolisian Republik Indonesia. Mereka sama sekali tidak membahas mengenai fatalnya gas air mata yang dilepaskan setelah pertandingan antara Arema vs Persebaya tersebut.

Respons Jokowi

Sebagai contoh, Presiden Jokowi sudah memeriksa langsung Stadion Kanjuruhan. Presiden melihat beberapa titik yang menjadi lokasi jatuhnya korban, salah satunya yaitu pintu yang terkunci di tribun selatan.

Presiden Jokowi juga meminta ada evaluasi besar-besaran untuk sepak bola Indonesia, tidak hanya dari mekanisme keamanan dan kenyamanan para suporter, tetapi juga hal-hal terkecil agar peristiwa yang sama tidak terulang kembali.

Namun yang disayangkan, Presiden Jokowi sama sekali tidak mengungkap fatalnya penggunaan gas air mata di stadion. Sebaliknya, orang nomor satu di Indonesia ini justru menyoroti curamnya tangga dan kondisi pintu terkunci di Kanjuruhan.

Respons Jokowi itu pun dikritik oleh anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Santoso. Ia menilai pernyataan Presiden Jokowi terkait tragedi Kanjuruhan kurang bijak.

baca juga

Hal tersebut dikarenakan Presiden Jokowi hanya membahas soal keamanan di Stadion Kanjuruhan, yaitu pintu dan tangga stadion.

Santoso menilai bahwa Jokowi tidak sama sekali membahas mengenai aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata pada saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Bahkan, Presiden Jokowi dinilai seolah-olah pasang badan untuk politik karena pernyataannya tidak menyinggung soal penggunaan air mata.

Respons Polri

Polri menjadi sorotan tajam dalam tragedi ini. Ini tak lain karena kinerja anggota polisi dalam melakukan pengamanan massa. Diketahui, polisi menembakkan gas air mata dengan dalih menenangkan dan melerai massa yang berhamburan ke lapangan.

Penggunaan gas air mata yang berlebihan itu diduga menjadi penyebab terjadinya kepanikan massal, sehingga berujung celaka karena para suporter berdesakan ingin keluar dari stadion untuk menghindari gas air mata tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Investigasi Media The Washington Post Sebut Polisi Indonesia Lontarkan 40 Amunisi Picu Kengerian Kanjuruhan

Hasil Investigasi Media The Washington Post Sebut Polisi Indonesia Lontarkan 40 Amunisi Picu Kengerian Kanjuruhan

Cianjur | Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:08 WIB

Tersangka Tragedi Kanjuruhan Diumumkan Polri Sore Ini

Tersangka Tragedi Kanjuruhan Diumumkan Polri Sore Ini

Banten | Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:08 WIB

Dalang di Balik Tragedi Kanjuruhan Akan Segera Terungkap

Dalang di Balik Tragedi Kanjuruhan Akan Segera Terungkap

Sukabumi | Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:02 WIB

Petisi Iwan Bule Out, Netizen: Nyawa Manusia Bukan Kayak Hero Mobile Legend

Petisi Iwan Bule Out, Netizen: Nyawa Manusia Bukan Kayak Hero Mobile Legend

Jogja | Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:02 WIB

Video Viral Presiden Jokowi Tak Salami Kapolri Saat HUT TNI Disorot Warganet: Sing Sabar Yo Pak

Video Viral Presiden Jokowi Tak Salami Kapolri Saat HUT TNI Disorot Warganet: Sing Sabar Yo Pak

Jawa Tengah | Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:05 WIB

Didesak Gantikan Iwan Bule, Kaesang Pangarep: Jangan Mikir Itu Dulu, Usut Tuntas Tragedi Stadion Kanjuruhan

Didesak Gantikan Iwan Bule, Kaesang Pangarep: Jangan Mikir Itu Dulu, Usut Tuntas Tragedi Stadion Kanjuruhan

Surakarta | Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:05 WIB

Terkini

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:31 WIB

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan  Anak

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:15 WIB

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:55 WIB

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

×