Sepakat Gas Air Mata Tak Mematikan, Penasihat Kapolri Yakin Tragedi Kanjuruhan Didesain: Agar Polisi Dibully

Dany Garjito, Elvariza Opita

Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:07 WIB
Sepakat Gas Air Mata Tak Mematikan, Penasihat Kapolri Yakin Tragedi Kanjuruhan Didesain: Agar Polisi Dibully
Penasihat Ahli Kapolri, Aryanto Sutadi, menilai rekomendasi Komnas HAM soal dugaan kekerasan seksual oleh Brigadir J terhadap Putri Candrawathi melampaui wewenang mereka. (YouTube/tvOneNews)

Suara.com - Tragedi Kanjuruhan yang terjadi di awal Oktober 2022 masih menyisakan duka mendalam. Apalagi karena ada seorang lagi korban yang meninggal dunia pada Selasa (11/10/2022) setelah menerima perawatan medis intensif selama beberapa hari.

Faktor utama yang dituding menjadi penyebab tragedi Kanjuruhan adalah gas air mata, meski polisi membantahnya. Selain Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo yang mengklaim gas air mata tidak mematikan, Penasihat Kapolri Irjen Pol (Purn.) Aryanto Sutadi juga menyampaikan hal serupa.

Dilihat Suara.com di tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di kanal YouTube tvOneNews, Ary menyebut banyak suporter meninggal dunia karena terinjak-injak di pintu keluar Stadion Kanjuruhan.

"Di Kanjuruhan, penyebab sehingga banyak orang mati bukan karena kena gas air mata, tetapi yang mati itu kan orang yang kegencet-gencet," jelas Ary, dikutip pada Rabu (12/10/2022).

"Nah kenapa terjadi rush seperti itu? Karena ada tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribun dan bersamaan dengan itu pintunya ditutup. Dan itu kejadiannya pas waktu bubaran di mana pasti akan terjadi rush," sambungnya.

Karena itulah, ia membenarkan bila gas air mata tidak mematikan dan hanya melukai. Hanya saja tembakan bertubi-tubi ke arah tribun menimbulkan kepanikan di kalangan penonton.

Alih-alih memaksa untuk "menyalahkan" gas air mata, Ary justru mendorong untuk menyelidiki lebih dalam siapa yang memberi perintah menembakkan gas air mata.

"Karena menurut saya kalau prajurit yang bener, yang normal, dia tidak akan menembakkan ke situ, dia tahu risikonya. Yang kedua, kenapa pintunya kok ditutup?" tegas Ary.

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]

Ia menilai ada beberapa faktor hingga prajurit keliru dan menembakkan gas air mata ke tribun. Dugaannya antara lain polisi yang memang tidak tahu, mendapat perintah, hingga dipengaruhi oleh aktor intelektual di luar yang ada di lapangan.

baca juga

Dugaan adanya yang aktor intelektual yang mendesain tragedi Kanjuruhan memang sudah beberapa kali disampaikan Ary. Ia mendasarkan dugaannya pada sejumlah kerusuhan besar di Indonesia yang kemudian terungkap direncanakan oleh pelaku di luar lapangan.

"Contohnya misalnya demo anarkis, kan ada yang membayari itu. Di sini pun ada yang ngendalikan itu," ujarnya.

Anggota tim identifikasi gabungan dari Polres Malang dan Polda Jatim melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kerusuhan di depan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc]
Anggota tim identifikasi gabungan dari Polres Malang dan Polda Jatim melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kerusuhan di depan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc]

Ary kemudian mengungkap sejumlah dugaan motivasi seseorang tega mendesain kerusuhan yang mematikan seperti di Kanjuruhan. "Untuk bikin negara ini kacau, untuk bikin polisi itu di-bully, kira-kira gitulah arahnya," lanjutnya.

Bahkan Ary sempat mengungkap dugaan polisi lah yang menjadi korban sebenarnya di tragedi Kanjuruhan.

"Yang dituju adalah menimbulkan kekacauan di negara ini. Kemudian menyudutkan polisi supaya dibenci rakyat. Itu kira-kira tujuannya. Tapi dia nggak mikir bahwa akibatnya banyak orang nggak berdosa yang mati," tuturnya.

"Berarti kemungkinan yang sebenarnya akan disudutkan, yang akan dijadikan korban adalah polisi?" tanya pembawa acara memastikan ulang tudingan Ary.

"Betul, antara lain ya. Tapi niat awalnya untuk menimbulkan kekacauan negara ini, supaya negara ini kelihatan kacau dan pemerintah nggak bener, sehingga perlu segera diganti," jawabnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT LIB dan Indosiar Saling Lempar Tanggung Jawab soal Kick Off Malam Hari Laga Arema vs Persebaya

PT LIB dan Indosiar Saling Lempar Tanggung Jawab soal Kick Off Malam Hari Laga Arema vs Persebaya

Surabaya | Rabu, 12 Oktober 2022 | 10:34 WIB

Kaesang Pangarep Sindir Pernyataan Polri Sebut Gas Air Mata Tidak Mematikan: Lu Percaya Omongannya?

Kaesang Pangarep Sindir Pernyataan Polri Sebut Gas Air Mata Tidak Mematikan: Lu Percaya Omongannya?

Lifestyle | Rabu, 12 Oktober 2022 | 10:30 WIB

Panpel Laga Arema FC Vs Persebaya Bantah Soal Temuan 46 Botol Miras Di Stadion Kanjuruhan: Tiap Pintu Diperiksa Ketat

Panpel Laga Arema FC Vs Persebaya Bantah Soal Temuan 46 Botol Miras Di Stadion Kanjuruhan: Tiap Pintu Diperiksa Ketat

Malang | Rabu, 12 Oktober 2022 | 08:52 WIB

Akun Medsos Polri Panen Cibiran Usai Kutip Pernyataan Ahli Soal Gas Air Mata Tak Mematikan, Netizen Ngamuk!

Akun Medsos Polri Panen Cibiran Usai Kutip Pernyataan Ahli Soal Gas Air Mata Tak Mematikan, Netizen Ngamuk!

News | Rabu, 12 Oktober 2022 | 08:40 WIB

Nyesek! Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Bapak Ini Tempel Foto 2 Putrinya di Pintu 13

Nyesek! Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Bapak Ini Tempel Foto 2 Putrinya di Pintu 13

Tekno | Rabu, 12 Oktober 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Shopee Farma Distribusikan Obat ke 3 Wilayah NTT

Shopee Farma Distribusikan Obat ke 3 Wilayah NTT

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:35 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

×