Antara AHY, Andika Atau Khofifah, Siapa Bakal Dipersunting Anies Baswedan Buat 2024?

Dany Garjito | Fita Nofiana
Antara AHY, Andika Atau Khofifah, Siapa Bakal Dipersunting Anies Baswedan Buat 2024?
Siapa calon wakil Anies Baswedan di Pilpres 2024 (kolase)

Begini kata NasDem tanggapi calon yang cocok buat dampingi Anies di Pilpres 2024 mendatang.

Suara.com - Usai dideklarasikan pada sejak 1 Oktober lalu oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem), Anies Baswedan belum menentukan pendampingnya buat melaju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Padahal berbagai nama mulai disiulkan buat menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Setidaknya ada tiga nama yang santer dibicarakan, seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Panglima TNI Andika Perkasa, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam hal ini, politikus senior NasDem Zulfan Lindan mengungkapkan ada berbagai pertimbangan untuk memilih pendamping Anies.

Baca Juga: Kocak! Anies Baswedan Respons Begini saat Disandingkan dengan Vokalis Band Jepang

Dari ketiga nama yang santer disebutkan, dia menyebutkan masih banyak pertimbangan dari masing-masing tokoh tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan Taman Makam Tokoh Bangsa (TMTB), di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/10/2022). Taman ini dibuat demi mengenang jasa para pahlawan. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan,. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

"Anies mendapat tugas silakahkan memilih yang buat jadi cawapres, itu bukan pekerjaan gampang kan?" ujar Zulfan Lindan dalam perbincangan yang tayang di YouTube Total Politik.

Menurut Zulfan, memang dari permukaan tampaknya Anies bisa bekerja dengan AHY. Namun demikian berbagai pertimbangan politik perlu dipikirkan dengan matang.

"Tetapi secara kualitatif eletabilitas dan lain-lain kan harus jadi pertimbangan. Kalau saya bicara sekarang memang AHY itu lebih, kalau bicara soal AHY ada calon kuat namanya Andika cuma terbentur dengan peroalan prosedural di TNI," kata Zulfan Lindan.

"Kemudian kita bicara Khofifah, dia nampaknya lebih cenderung ingin dua kali jadi gubernur, oleh karena itu mungkin berat, lalu sipa? ya tinggal AHY. Kelebihannya AHY punya partai," tambahnya.

Baca Juga: Skenario 'All Jokowi's Men': Terwujud Asal NasDdem Batal Usung Anies Baswedan?

Dengan kepemilikan partai oleh AHY maka NasDem jika berkoalisi dengan Partai Demokrat bisa melewati ambang batas Presidential Threshold.