SBY Pernah Dibikin 'Gemetar' Megawati di Pilpres 2004, Sampai Tak Pulang dari Kampanye Luar Kota

Dany Garjito, Fita Nofiana

Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:43 WIB
SBY Pernah Dibikin 'Gemetar' Megawati di Pilpres 2004, Sampai Tak Pulang dari Kampanye Luar Kota
Megawati dan SBY (Kolase)

Suara.com - Cerita lama Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang selalu menarik diperbincangkan. Keduanya sempat dekat di ranah politik yang kemudian pecah sejak 2004 lalu.

Kendati demikian SBY yang merupakan jebolan dari TNI rupanya sempat dibuat 'bergetar' oleh Megawati.

Hal ini diceritakan sendiri oleh politikus senior Zulfan Lindan yang juga teman lama suami Megawati, Taufik Kiemas.

"Getaran Mbak Mega ini kadang-kadang bisa membuat orang gemetar, jadi bisa bikin orang gemetar dan itu yang terjadi terhadap SBY kan," ujar Zulfan Lindan yang tayang di kanal Youtube Total Politik.

Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Zulfan Lindan. [Suara.com/Fakhri Fuadi]
Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Zulfan Lindan. [Suara.com/Fakhri Fuadi]

Menurutnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 lalu, menjelang kampanye SBY bersama Jusuf Kalla akan pergi ke Makassar.

Namun kemudian hampir urung karena ada kabar SBY jadi 'tahanan kota' oleh Megawati yang kala itu menjabat sebagai presiden.

"Jadi begini waktu dulu mau pemilu 2004, tiba-tiba menjelang kampanye besok ini SBY mau berangkat sama JK ke Makassar, tiba-tiba stafnya dia telfon saya 'Bang nampaknya ada tahanan kota nih buat SBY, SBY enggak boleh kampanye ke luar kota'," ujar Zulfan Lindan.

Kemudian saat dicek ke pihak Megawati, tak ada isu demikian rupa.

"Nah terus saya bilang sama sekretarisnya SBY buat bilang tolong besok nanti malam jam 22.30 SBY telfon saya, kemudian SBY telfon bagaimana soal perkembangan perintah dari Presiden Megawati kalau kena kasus," kata Zulfan. 

Megawati dan SBY (Kolase)
Megawati dan SBY (Kolase)

Menjawab SBY, Zulfan Lindan menyebutkan bahwa tidak pernah ada perintah untuk menahan SBY. Begitu juga tak ada perintah dari Polri untuk melakukan tugas demikian.

"Enggak ada saya bilang, berangkat aja. Kalau enggak berani saya antar cuma saya bisikin SBY kampanye pertama jangan pulang dulu habisin di luar kota sampai selesai," kata Zulfan Lindan. 

"Dan SBY memang enggak pulang bersama ibu Ani, dan apa artinya di sini Mbak Mega ini kadang-kadang punya getaran yang membuat orang lain gemetar, bahkan [ketika] enggak berbuat aja."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Zulfan Lindan, Kader NasDem Sebut Anies Baswedan Antitesis Jokowi

Profil Zulfan Lindan, Kader NasDem Sebut Anies Baswedan Antitesis Jokowi

News | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:25 WIB

Tanggapi Zulfan Lindan Dinonaktifkan NasDem, Hasto PDIP: Mungkin Karena Ada Rahasia yang Diungkapkan, Jadi Kena Sanksi

Tanggapi Zulfan Lindan Dinonaktifkan NasDem, Hasto PDIP: Mungkin Karena Ada Rahasia yang Diungkapkan, Jadi Kena Sanksi

News | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:21 WIB

Koar-koar Sebut Era SBY Rakyat Lebih Sejahtera, Sindiran Telak Hasto PDIP: Klaim AHY Biar Dijawab Ketua DPC Kami

Koar-koar Sebut Era SBY Rakyat Lebih Sejahtera, Sindiran Telak Hasto PDIP: Klaim AHY Biar Dijawab Ketua DPC Kami

News | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:07 WIB

Terkini

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:00 WIB

Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal

Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:59 WIB

Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso

Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:35 WIB

PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025

PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:33 WIB

Heboh Mobil Terpasang Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dituding Terlibat Aktor Politik Praktis

Heboh Mobil Terpasang Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dituding Terlibat Aktor Politik Praktis

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:28 WIB

Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah

Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:01 WIB

Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon

Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:22 WIB

KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya

KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:19 WIB

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:13 WIB

KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun

KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:13 WIB