Timeline Jejak PM Inggris Liz Truss: Maju Saat Krisis, Mundur Saat Kacau

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 13:00 WIB
Timeline Jejak PM Inggris Liz Truss: Maju Saat Krisis, Mundur Saat Kacau
Liz Truss, Perdana Menteri Inggris yang baru (Casino Guardian)

Suara.com - Perdana Menteri Inggris Liz Truss telah mengumumkan pengunduran dirinya tepat setelah satu setengah bulan menjabat. Masa jabatannya PM Inggris perempuan itu tercatat paling singkat sepanjang sejarah di negara tersebut.

Ia mulai menggelora sejak kematian Ratu Elizabeth II dan dikenal dengan rencana ekonomi kontroversial yang malah membuat pasar keuangan mengalami kekacauan.

Nah inilah semua hal yang terjadi selama Liz Truss menjabat sebagai PM di tengah krisis hingga mengundurkan diri tinggalkan kekacauan.

Truss Memenangkan Pemilihan

Pada tanggal 5 September 2022, Liz Truss yang saat itu menjabat Menteri Luar Negeri diangkat menjadi pemimpin Partai Konservatif. Ia mengambil alih kekuasaan sebagai perdana menteri Inggris ketika negara itu menghadapi krisis biaya hidup, kerusuhan industri, dan resesi.

Menggantikan peran Boris Johnson, Truss menjadi perdana menteri keempat Partai Konservatif sejak pemilihan di tahun 2015. Begitu terpilih, ia berjanji akan bertindak cepat untuk mengatasi krisis biaya hidup di Inggris.

Truss mengatakan bahwa dalam seminggu dirinya akan membuat rencana untuk mengatasi tagihan energi yang kerap meningkat serta mengamankan pasokan bahan bakar di masa depan.

Selama kampanye, ia terus memberikan isyarat bahwa kepemimpinannya akan menantang konvensi ekonomi dengan menghapus kenaikan pajak. Lalu, memangkas pungutan lain yang menurut beberapa ahli bisa meningkatkan inflasi.

Ditambah janjinya untuk meninjau kewenangan Bank of England sembari melindungi independensinya. Di mana nantinya akan mendorong beberapa investor untuk menyingkirkan poundsterling serta obligasi pemerintah.

Truss Menunjuk Kabinet Baru

Beberapa jam setelah menduduki jabatan puncak, tepatnya pada 7 September, Liz Truss menunjuk kabinet baru atas permintaan resmi dari Ratu Elizabeth II.

Perombakan besar-besaran memperlihatkan 15 wajah baru di posisi teratas pemerintah. Sementara 16 anggota dari kabinet sebelumnya juga bertahan pada bentukan baru itu.

Di antara anggota terpilih, yang paling senior adalah Kwasi Kwarteng sebagai rektor bendahara. Ia menggantikan Nadhim Zahawi, yang baru saja menerima pekerjaan itu di bulan Juli.

Kwarteng sendiri sebelumnya menjabat sebagai sekretaris bisnis sejak Januari 2021. Saat itu, ia juga menjadi menteri kabinet Partai Konservatif Hitam pertama.

Ratu Elizabeth II meninggal

Pada 8 September, Ratu Elizabeth II yang berusia 96 tahun meninggal. Masa berkabung nasional selama 10 hari diikuti seluruh rakyat Inggris dengan pemakaman yang digelar pada 19 September.

Kwarteng Mengumumkan Anggaran Mini

Pada 23 September, pemerintah Inggris meluncurkan anggaran mini baru di parlemen. Tujuannya untuk memotong pajak rumah tangga dan tagihan energi sambil mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam anggaran pemotongan pajak paling signifikan sejak 1972, anggaran baru Kwarteng menjadi pemotongan asuransi nasional, bea materai, dan tarif pajak yang tertinggi.

Kwarteng mengatakan anggaran itu meliputi tiga hal, yakni jaminan harga energi, dukungan yang setara untuk bisnis, serta skema pembiayaan pasar energi.

Adapun rencana yang diajukan untuk memotong tarif pajak penghasilan terendah dari 20 menjadi 19 persen dan mengurangi tarif tertinggi dari 45 menjadi 40 persen.

Pasar Keuangan Kacau

Pemotongan pajak versi Kwarteng dan pembekuan harga energi, yang awalnya bertujuan untuk meningkatkan ekonomi Inggris rupanya memiliki efek sebaliknya. Sebab, para pedagang mengingatkan utang yang membengkak untuk dibayar secara insentif.

Mengikuti anggaran, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris melonjak dan pada 26 September pound mencapai rekor terendah di $1,0350. Ini karena pemotongan pajak yang tidak didanai, mengguncang pasar hingga mengalami kekacauan.

Bank of England Ikut Campur

Dalam intervensi yang sangat tidak biasa, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pada 27 September bahwa mereka memantau dengan cermat perkembangan. Lalu, berencana mendesak pemerintah di London untuk mengubah taktik.

Besoknya, Bank of England (BoE) melangkah untuk mewadahi kepercayaan pasar di Inggris setelah IMF mengkritik anggaran Inggris. Alasannya, hal itu mungkin akan meningkatkan ketidaksetaraan dan bisa memperburuk inflasi.

BoE kemudian mengumumkan bahwa untuk sementara mereka membeli obligasi pemerintah Inggris senilai 65 miliar pound ($ 73 miliar). Tujuannya unfuk memulihkan kondisi pasar yang semula teratur.

Truss Membela Rencana Ekonomi

Pada 29 September, Truss membela rencana ekonominya dan mengabaikan respon negatif dari pasar keuangan. Ia mengatakan  bersedia membuat "keputusan sulit" untuk memicu pertumbuhan ekonomi.

Dalam komentar publik pertamanya sejak kekacauan yang dipicu oleh anggaran mini, Truss mengatakan Inggris siap menghadapi masa ekonomi krisis, meski sangat sulit.

Namun, katanya lebih lanjut, permasalahan tersebut bersifat global dan didorong oleh invasi skala penuh dari Rusia ke Ukraina.

Batalkan Rencana Pemotongan Tarif Pajak Tertinggi

Merasa malu, pemerintah membatalkan rencana untuk memotong tarif pajak penghasilan tertinggi. Kwarteng mengatakan proposal itu menjadi gangguan dari misi utama mereka untuk mengatasi masalah yang dihadapi Inggris.

"Kami mengerti, dan kami telah mendengarkan," kata Kwarteng dalam sebuah pernyataan yang dirilis beberapa jam sebelum memberikan pidato utama pada konferensi tahunan Partai Konservatif.

Truss Mengganti Kwarteng

Truss yang berada di bawah tekanan untuk membatalkan lebih banyak anggaran mini menunjuk Jeremy Hunt. Tepatnya untuk menggantikan Kwarteng sebagai kanselir dan mengembalikan rencana semula.

Berbicara pada konferensi pers, Truss mengatakan pajak korporasi akan naik menjadi 25 persen mulai April 2023. Ia juga menyebut telah memutuskan untuk mempertahankan kenaikan, sebuah langkah yang akan meningkatkan keuangan publik sebesar 18 miliar pound ($ 20 miliar).

Hunt Hampir Mengembalikan Seluruh Rencana Pemotongan Pajak Tertinggi

Pada tanggal 17 Oktober, Hunt mengembalikan sebagian besar rencana ekonomi. Ia mengatakan Inggris perlu membangun kembali kepercayaan para investor.

Katanya lagi, pemotongan satu persen yang sempat direncanakan ke tarif dasar pajak penghasilan di mana akan berlaku tahun depan tidak akan terjadi. Ia juga mengurangi batas harga energi yang dirancang.

Ini dilakukan untuk membantu pelaku rumah tangga membayar tagihan mereka. Hal tersebut disebutnya akan ditinjau pada bulan April tahun depan dan bisa berlangsung dua tahun.

Menteri Dalam Negeri Mundur

Pada 19 Oktober, Menteri Dalam Negeri Suella Braverman, mengundurkan diri. Legislator Konservatif kemudian secara terbuka ribut di parlemen dalam momen pemungutan suara.

Kepergian Braverman menunjukkan bahwa Truss telah kehilangan dua menteri paling seniornya dalam waktu kurang dari seminggu. Keduanya  digantikan oleh politisi yang tidak mendukungnya untuk kepemimpinan.

Braverman mengundurkan diri setelah melanggar aturan dengan mengirimkan dokumen resmi dari akun email pribadinya. Ia kemudian menggunakan surat pengunduran dirinya untuk mengecam Truss. Ia berkata khawatir dengan dengan pemerintahan Inggris saat ini.

Liz Truss Mengundurkan Diri

Dalam pidato singkat di luar kantor dan kediaman PM di Downing Street, London, Kamis (20/10/2022), Liz Truss mengumumkan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri. Alasannya karena merasa gagal menyampaikan mandat.

"Saya menyadari saya telah gagal melaksanakan mandat yang diamanatkan oleh Partai Konservatif. Karena itu saya telah berbicara dengan Yang Mulia Raja untuk memberi tahu dia bahwa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif," kata Liz Truss.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mundur dari PM Inggris, Mengapa Liz Truss Ramai Dibandingkan dengan Selada?

Mundur dari PM Inggris, Mengapa Liz Truss Ramai Dibandingkan dengan Selada?

News | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 12:46 WIB

Kenapa Liz Truss Mundur? Sebulan Jadi PM Inggris, Badai Politik-Ekonomi Tak Kunjung Reda

Kenapa Liz Truss Mundur? Sebulan Jadi PM Inggris, Badai Politik-Ekonomi Tak Kunjung Reda

News | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 11:42 WIB

PM Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri Setelah Menjabat 45 Hari

PM Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri Setelah Menjabat 45 Hari

Video | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 11:30 WIB

Alasan PM Inggris Liz Truss Mundur Setelah Hanya 45 Hari Menjabat, Tak Tahan Dihantam Gejolak Politik

Alasan PM Inggris Liz Truss Mundur Setelah Hanya 45 Hari Menjabat, Tak Tahan Dihantam Gejolak Politik

News | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 08:26 WIB

Promosikan IKN ke Kancah Internasional, Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair Ramai Diperbincangkan

Promosikan IKN ke Kancah Internasional, Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair Ramai Diperbincangkan

| Jum'at, 21 Oktober 2022 | 07:22 WIB

Liz Truss Dramatis Mundur Sebagai PM Inggris Setelah Hanya 45 Hari Menjabat

Liz Truss Dramatis Mundur Sebagai PM Inggris Setelah Hanya 45 Hari Menjabat

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 23:06 WIB

Terkini

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:15 WIB

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

News | Minggu, 12 April 2026 | 21:00 WIB

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:42 WIB

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:32 WIB

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:30 WIB

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:27 WIB

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:19 WIB

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

News | Minggu, 12 April 2026 | 19:30 WIB