Elektabilitas Puan Maharani Masih Nyungsep di Level Cawapres, PDIP Yakin Tak Lirik Ganjar Pranowo?

Farah Nabilla, Elvariza Opita

Minggu, 23 Oktober 2022 | 12:15 WIB
Elektabilitas Puan Maharani Masih Nyungsep di Level Cawapres, PDIP Yakin Tak Lirik Ganjar Pranowo?
Kolase Puan Maharani dan Ganjar Pranowo. [Ist]

Suara.com - PDI Perjuangan belum menunjukkan tanda-tanda akan mendeklarasikan nama sebagai bakal calon presiden 2024. Pasalnya ada dugaan internal partai pun masih menimbang-nimbang, apakah akan mengusung Ketua DPP Puan Maharani atau kadernya Ganjar Pranowo.

Namun tampaknya hasil survei lembaga New Indonesia Research & Consulting harus dipertimbangkan oleh PDIP. Pasalnya elektabilitas kedua tokoh ini sangat jauh berbeda.

Dikutip dari WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com, hasil survei New Indonesia Research & Consulting menyatakan elektabilitas Ganjar masih sangat meroket dan hanya bisa disaingi oleh bacapres deklarasi Partai NasDem, Anies Baswedan.

"Elektabilitas Ganjar Pranowo terus menanjak, mencapai 22,1 persen, menjadikannya unggul pada peringkat pertama," ungkap Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting, Andreas Nuryono, dikutip pada Minggu (23/10/2022).

"Anies Baswedan menyusul dengan menduduki peringkat ketiga dengan elektabilitas mencapai 17,6 persen," lanjut Andreas.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Anies Baswedan. [Istimewa]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Anies Baswedan. [Istimewa]

Padahal pada bulan Februari 2022 lalu, elektabilitas Ganjar dan Anies masih di kisaran 13 persen. Artinya ada kenaikan yang signifikan untuk elektabilitas kedua tokoh tersebut.

Hal ini berbeda dengan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang masih stagnan, yakni di kisaran 20 persen pada Februari-Juni 2022, dan kini bergerak menjadi 20,8 persen.

Sedangkan untuk elektabilitas nama-nama bacapres atau bakal cawapres lain, menurut New Indonesia Research & Consulting, tingkat elektabilitasnya belum mampu menyaingi ketiga nama yang disebutkan sebelumnya.

Yang tertinggi di kelompok ini misalnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan raihan elektabilitas 6,1 persen, lalu diikuti Menparekraf Sandiaga Uno 4,8 persen, serta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,0 persen.

baca juga
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengamini saat ditanya terkait kesiapannya menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan. (Suara.com/Yaumal)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengamini saat ditanya terkait kesiapannya menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan. (Suara.com/Yaumal)

"AHY tengah digadang-gadang sebagai cawapres Anies, sedangkan RK dan Sandi belum tampak hilalnya," sambung Andreas.

Meski begitu, Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno juga sering disampaikan sebagai alternatif opsi bakal cawapres. Menariknya lagi, nama Puan Maharani ternyata malah bergabung bersama nama-nama kandidat cawapres ini.

Puan Maharani disebut mendapat raihan elektabilitas 3,3 persen, diikuti oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 3,0 persen, lalu Menteri BUMN Erick Thohir 2,3 persen.

Selain itu ada pula Menteri Sosial Tri Rismaharini 1,7 persen, Panglima TNI Andika Perkasa 1,5 persen, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 1,1 persen, dan Menko Polhukam Mahfud MD 1,0 persen.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani bersama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto bersama mengadakan jalan santai bersama di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (8/9/2022).  (Suara.com/Yaumal)
Ketua DPP PDIP Puan Maharani bersama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto bersama mengadakan jalan santai bersama di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (8/9/2022). (Suara.com/Yaumal)

Menurut New Indonesia Research & Consulting, elektabilitas Puan sudah menunjukkan peningkatan meski belum mampu menyaingi Ganjar. Sementara elektabilitas Airlangga juga belum beranjak, padahal Partai Golkar bersikeras untuk mencalonkan sang ketua umum sebagai bacapres.

Survei New Indonesia Research & Consulting diselenggarakan pada 11-17 Oktober 2022 terhadap 1.200 orang yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode surveinya berupa multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,89 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Ungkap Elektabilitas Puan Maharani Hanya Kelas Cawapres, Nggak Mampu Saingi Ganjar Pranowo

Survei Ungkap Elektabilitas Puan Maharani Hanya Kelas Cawapres, Nggak Mampu Saingi Ganjar Pranowo

Sumut | Minggu, 23 Oktober 2022 | 12:10 WIB

Deklarasikan Dirinya Siap Nyapres, Ganjar: Capres Apa? Aku Ini PDI Perjuangan, Itu Urusan Bu Mega

Deklarasikan Dirinya Siap Nyapres, Ganjar: Capres Apa? Aku Ini PDI Perjuangan, Itu Urusan Bu Mega

Video | Minggu, 23 Oktober 2022 | 12:05 WIB

'Jangan Sembrono Deklarasi Capres', Analis Politik Nilai Sindiran Jokowi kepada Parpol Pengusung Figur Oposisi

'Jangan Sembrono Deklarasi Capres', Analis Politik Nilai Sindiran Jokowi kepada Parpol Pengusung Figur Oposisi

News | Minggu, 23 Oktober 2022 | 11:46 WIB

Jokowi Minta Golkar Jangan Sembrono Pilih Capres, Analis Politik: Jelas, Artinya Jangan Seperti NasDem

Jokowi Minta Golkar Jangan Sembrono Pilih Capres, Analis Politik: Jelas, Artinya Jangan Seperti NasDem

News | Minggu, 23 Oktober 2022 | 11:38 WIB

Publik Soroti Bahasa Tubuh Jokowi: Tangan Menggantung Enggan Dipeluk Surya Paloh

Publik Soroti Bahasa Tubuh Jokowi: Tangan Menggantung Enggan Dipeluk Surya Paloh

Depok | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 20:29 WIB

Elektabilitas Anies Baswedan Melejit Susul Ganjar Pranowo, Prabowo Stagnan

Elektabilitas Anies Baswedan Melejit Susul Ganjar Pranowo, Prabowo Stagnan

Riau | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 20:25 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Anies Baswedan Disambut Rakyat Antusias untuk Jadi Presiden 2024?

CEK FAKTA: Benarkah Anies Baswedan Disambut Rakyat Antusias untuk Jadi Presiden 2024?

News | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 19:20 WIB

Terkini

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:09 WIB

×