'Demokrat Siap-siap Jadi Ban Serep' PKS Bakal Usung Aher Buat Cawapres Anies Baswedan

Dany Garjito, Fita Nofiana

Senin, 24 Oktober 2022 | 16:05 WIB
'Demokrat Siap-siap Jadi Ban Serep' PKS Bakal Usung Aher Buat Cawapres Anies Baswedan
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta yang juga calon presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan (kiri) saat akan melakukan pertemuan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (7/10/2022). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belakangab memang disebut dekat dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem) dalam pengusungan bakal calon presiden (capres) 2024.

Usai bungkam dalam mengajukan calon, PKS melalui juru bicara (jubir) mereka menyebutkan bahwa mereka mengusulkan bakal calon wakil presiden (cawapres) buat Anies Baswedan.

"PKS usulkan Ahmad Heryawan, namun kami juga membuka alternatif pilihan lain," kata Juru Bicara PKS Muhammad Kholid kepada wartawan, Selasa (18/10/2022).

Ungkapan PKS tersebut sontak mengundang berbagai respons. Pasalnya diketahui bahwa selain PKS, partai yang mendekat ke NasDem usai mengusung Anies adalah Partai Demokrat dengan AHY sebagai cawapres pendamping Anies.

Partai PKS dan Demokrat dan Nasdem foto bersama (Twitter/ @Andiarief_).
Partai PKS dan Demokrat dan Nasdem foto bersama (Twitter/ @Andiarief_).

Dalam hal ini pegiat media sosial sekaligus pengamat politik Jhon Sitorus menyebutkan bahwa langkah PKS bisa membuat Demokrat tersingkir hanya menjadi ban pengganti atau ban serep.

"Demokrat pada akhirnya akan jadi ban serep, itupun kalau dipakai," tulis Jhon Sitorus di akun Twitternya pada Senin (24/10/2022).

"PKS sudah lama tak mengajukan Capres/Cawapres sementara pengaruh mereka cukup besar di kalangan yang ngaku-ngaku agamis. Sepertinya suasana 2019 akan terulang kembali, Demokrat tak dianggap," imbuhnya.

"Sabar ya mas @AgusYudhoyono."

Kendati demikian, Jhon Sitorus dalam cuitan lainnya menyebutkan bahwa jika NasDem tak menggandeng Demokrat maka partai tersebut tak bosa melewati angka Presidential Threshold.

baca juga

Cuitan tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.

"Tapi demokrat kuntji. Jika pergi maka NasDem PKS jadi penonton. Tersisa PKB enggak mungkin gabung PKS, itupun jika pdip gerindra koalisi," komentar warganet.

"Kalau gitu Demokrat bakal jadi penonton lagi dong," imbuh warganet lain.

"Pengalaman pak Aher pimpin jabar dg segudang prestasi bersih tanpa korupsi, propinsi terbaik mengatasi angka kemiskinan dll, sangat layak jika PKS mengambil porsi cawapres," tambah lainnya.

"Benar @PKSejahtera berpengaruh pada kaum yang beragama atau agamais, tidak berpengaruh terhadap BuzeRp," tulis warganet di kolom komentar.

"Jangan pernah percaya mas @AgusYudhoyono jangan mau percaya begitu saja mas agus untuk saat ini orang yang pantas mewakili pak anies mas agus, rapatkan barisan untuk satu tujuan untuk perubahan Indonesia lebih baik," timpal lainnya.

Saat berita ini dibuat, cuitan John Sitorus telah disukai ratusan kali dengan puluhan komentar dari warganet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demokrat dan PKS Berebut Posisi Cawapres Dampingi Anies Baswedan di Pemilu 2024

Demokrat dan PKS Berebut Posisi Cawapres Dampingi Anies Baswedan di Pemilu 2024

Deli | Senin, 24 Oktober 2022 | 15:35 WIB

Sebut Anies Tak Bisa Menangi Pilpres Jika Sendirian, Demokrat: Dia Butuh Pasangan yang Bisa Yakinkan Perubahan

Sebut Anies Tak Bisa Menangi Pilpres Jika Sendirian, Demokrat: Dia Butuh Pasangan yang Bisa Yakinkan Perubahan

News | Senin, 24 Oktober 2022 | 15:20 WIB

Rekam Jejak Anies Sebagai Gubernur Jadi Modal Besar Pilpres, Demokrat: Tetap Butuh Kendaraan Politik Solid

Rekam Jejak Anies Sebagai Gubernur Jadi Modal Besar Pilpres, Demokrat: Tetap Butuh Kendaraan Politik Solid

News | Senin, 24 Oktober 2022 | 14:32 WIB

Terkini

Pangkalan Laut Iran Hancur Diterjang Rentetan Ledakan di Kawasan Selat Hormuz

Pangkalan Laut Iran Hancur Diterjang Rentetan Ledakan di Kawasan Selat Hormuz

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:44 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi

Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:20 WIB

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 22:35 WIB

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:50 WIB

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

×